
Hyung-woon dan Ren tiba di suite four season hotel Washington DC, honeymoon suite hadiah dari sang ayah Jeong Sang-woon.
Pria pemimpin Shinwa Group itu sengaja memberikan hotel yang berbeda dari tempat mereka menginap agar privacy keduanya terjaga. Bahkan semua asisten dan pengawal dilarang keras mengganggu pasangan pengantin baru itu termasuk Yun-oh dan Riku yang sebenarnya ingin usil ke keduanya.
Tapi tatapan tajam Rayden dan Sang-woon membuat dua jomblowan akut itu harus menahan jiwa keusilan mereka.
Daripada nggak dapat gaji enam bulan - batin Yun-oh
Daripada black card turun ke silver card - batin Riku.
***
Ren melihat suite yang bernuansa putih itu dengan senang. Dia memang suka dengan rumah bernuansa putih, krem, broken white atau abu-abu lembut.
"Waaaahhh! Cakep warnanya. Aku suka!" seru Ren heboh.
"Rumah kita yang di Hannam-dong mau dibikin model gini, Ren?" tanya Hyung-woon sambil meletakkan dua koper Louis Vuitton dan Gucci miliknya dan Ren.
"Aku malah belum lihat rumah kita yang di Hannam-dong" jawab Ren.
Hyung-woon mengambil ponselnya dan menunjukkan kepada Ren. "Ini depan rumahnya dan memang untuk masuk ada lapisan penjaganya dulu. Kamu pasti suka disana."
Ren melongo melihat rumah yang menjadi mas kawinnya. Benar-benar rumah impiannya.
"Sebentar Oppa, aku baru ingat. Hannam-dong itu bukannya tempat aktor dan aktris Korea tinggal kan?" seru Ren.
"Yup, aku pernah bertemu dengan Bi Rain dan beberapa idol disana..."
"Rain? Suaminya Kim Tae-hee? Oh my God! Dia aktor favorit aku! Seriously? Kita tetanggaan dengan Rain?" mata coklat Ren berbinar binar.
"Ren, kalau kamu begitu, kita pindah saja dari sana!" sungut Hyung-woon kesal.
Kayaknya aku salah beli lokasi rumah deh!
***
Ren melihat kamar mereka dan langsung menjatuhkan dirinya di kasur yang empuk.
"Ya ampun, ijab saja sudah capek, gimana besok resepsi?" gumamnya.
"Resepsi kata Riku, Daddy mau manggil grup campursari yang elegan katanya" sahut Hyung-woon sembari meletakkan tubuhnya di sebelah istrinya.
"Aku sudah bilang sama Daddy kalau nggak usah ada seperti itu cuma Daddy ya Daddy. Kalau sudah urusan melokal, tidak bisa diganggu gugat. Mom saja tidak bisa meluruskan kebiasaannya jadi hanya bisa pasrah deh asal Daddy bahagia." Ren menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Sejujurnya Ren, aku suka gaya melokal Daddymu dan Riku. Pasti setelah kamu pulang ke Jakarta, apartemen mu akan ramai lagu kesukaannya Riku" kekeh Hyung-woon.
"Karena kalian satu server!" Ren pun bangun.
"Kamu mau kemana?" tanya Hyung-woon.
"Aku mau mandi lah. Gerah, Oppa." Ren pun membuka koper Gucci nya.
"Aku akan memesan makanan karena aku takut akan kelaparan nanti." Hyung-woon lalu mengambil ponselnya untuk memesan makanan.
***
Hyung-woon meletakkan makanan yang dipesannya diatas meja makan yang tersedia di suite. Setelahnya dia masuk ke dalam kamar dan betapa terkejutnya ketika melihat istrinya tertidur.
Hyung-woon mendekati wajah Ren yang lelap dan nafasnya teratur. Rasanya tadi mandi kok tiba-tiba malah tidur? Hyung-woon melihat Ren memakai lingerie hitam lalu tersenyum geli. Ternyata malam pertama kita gagal karena pengantin wanitanya kena aji sirep.
Hyung-woon lalu membuka koper Louis Vuitton dan mengambil bajunya dan dia masuk ke kamar mandi.
Sabar ya dongsaeng, si empunya rumah malah tidur.
***
Tengah malam Ren terbangun dengan perut keroncongan. Rasanya sudah makan kok malah lapar lagi. Musim gugur memang bikin gampang lapar. Ren menoleh dan melihat Hyung-woon tertidur dengan nyenyaknya. Wajah Ren memerah melihat pria yang kini menjadi suaminya tidur bersamanya.
Kenapa nggak pakai baju sih? Lagian itu perut kok saingan sama roti gembong ya? Eh apa roti menul-menul? Ren pelan-pelan bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Dihampirinya meja makan dan tampak beberapa kotak sushi yang sudah berkurang isinya.
Ren lalu mengambil segelas air putih dan mulai memakan sushinya. Gadis itu asyik makan sampai sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Sedikit" senyum Ren. Hyung-woon mencium pipi kiri Ren.
"Enak tadi tidurnya?" bisik Hyung-woon lagi yang sekarang bibirnya mulai bergerilya ke leher Ren yang harum angel mist.
"En...ak, Op..." sebuah desa*Han lolos dari bibir Ren ketika tangan Hyung-woon memegang dua melonnya dan mulai mengelusnya.
"Dadamu ukuran berapa Ren?" tanya Hyung-woon disela-sela acara bergerilyanya.
"Hah?" Ren mendongakkan kepalanya ke wajah Hyung-woon yang membuatnya tak sadar semakin membusungkan dadanya..
"Oh Sh**it! Ren, you're so seksih!" Hyung-woon menarik kursi makan dan langsung mendudukkan Ren diatas meja makan. Keduanya langsung saling berpagutan disana dan kaki Ren pun membelit pinggang Hyung-woon. Pria itu pun tidak tinggal diam, tangannya membuka lingerie hitam Ren yang menunjukkan dua melon yang menantang membuat dirinya langsung membenamkan wajahnya disana.
Keduanya saling memegang, menyentuh, meraba, dan menciumi apa saja yang kena dengan bibir masing-masing. Sampai...
"Damn it Ren! Aku nggak tahan!" desis Hyung-woon sambil melepaskan celana kargo nya hingga dirinya polos sekarang.
"Jangan di meja makan" bisik Ren dengan nafas tersengal.
Hyung-woon menggendong Ren masuk ke dalam kamar dan meletakkan tubuhnya diatas kasur. Pipi Ren memerah melihat dongsaeng milik Hyung-woon yang sudah sikap sempurna.
"Oh astaga!" bisiknya.
__ADS_1
"Kenapa, sayang?" tanya Hyung-woon bingung.
"Aku nggak sabar merasakan dongsaeng mu" Ren menatap Hyung-woon dengan wajah menggoda.
"Ren, are you sure you never did before?" Hyung-woon mengerenyitkan alisnya sambil melepaskan tho*Ng milk Ren hingga dirinya sama-sama polos.
"Salah kan Riku yang kemarin kirim video kecebong ketemu cupcake! Aku kan jadi penasaran!"
"Apa?" Hyung-woon tertawa. Oh Astaga! Pria itu hanya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ren. "Dapat dari mana itu istilah kecebong ketemu cupcake?" bisiknya sambil terus menciumi tubuh Ren.
"Opa... yang... bilang" jawab Ren terbata-bata. Ya ampun! Rasanya nikmat banget! Pantas Daddy selalu meshum dengan mommy, lha wong rasanya begini.
"Aku suka istilah Opamu" jawab Hyung-woon sambil bersiap memasukkan dongsaeng nya karena merasa Ren sudah siap.
Wajah gadis itu terkesiap ketika ada sesuatu yang masuk ke dalam cupcakenya. Hentakan ketiga baru Ren terpekik merasakan dongsaeng Hyung-woon merobek lapisan cupcakenya.
"Maaf Ren... Aku sudah nggak tahan" bisik Hyung-woon sambil memeluk Ren.
"Iya..." bisik Ren. Setelahnya keduanya saling memberikan kenikmatan kepada masing-masing pasangannya sampai mendapatkan klimaksnya.
"Oh Astagaaaaa... " bisik Ren yang tidak tahu berapa kali dia sampai. Hyung-woon benar-benar pecinta ulung. "Oppa belajar dari mana bisa jago begini?"
Hyung-woon yang masih mengatur nafasnya hanya tersenyum. "Video pemersatu bangsa."
Ren tertawa kecil. "Ternyata benar-benar kita pemersatu bangsa, kan beda kewarganegaraan."
"Terimakasih Ren, menjaga milikmu paling berharga dan kamu berikan untukku." Hyung-woon melirik ke Ren yang sama-sama masih mengatur nafasnya.
"Sama-sama Op... Oh Astaga! Kenapa darahnya banyak..." celetuknya ketika melihat seprainya. Ren langsung melirik horor ke Hyung-woon.
"Apa?"
"Maaf Oppa, kamu harus puasa seminggu lagi ya?" cengir Ren.
"Haaaahhhh?" Hyung-woon langsung lemas. Puasa lagi?
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Maaf hari ini banyak kerjaan dunia nyata
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
Bonus roti sobek