
Ren melongo mendengar cerita dari Hyung-woon dan Riku pada malam hari saat mereka makan malam di apartemen milik si kembar. Ren tahu kalau Hyung-woon adalah anak Jeong Sang-woon, pemilik Shinwa Group tapi tidak menyangka kalau dia bekerja sama dengan Opa Abe sampai sedemikian rupa.
"Jadi Opa selama ini memeriksa semua saham yang ditanamkan ke perusahaan mana saja?" tanya Ren.
"Well, seperti yang Opa Abe katakan, sebagai pensiunan banyak waktu luang jadi beliau memeriksa semuanya bahkan Oom Rayden pun tidak sempat seperti Opa Abe." Hyung-woon menatap Ren lembut.
"Jadi sekarang GW Hospital menjadi milik kamu?" tanya Ren.
"Bukan, menjadi milik Shinwa Group dan Takahashi LLC karena menurut rencana, Minggu depan papamu akan datang untuk penandatanganan merger. Jadi aku akan lama disini daripada bolak-balik, lagipula aku juga masih harus mengawasi transisi GW Hospital dan Fakultas Kedokteran GW University agar kejadian kemarin tidak terulang."
"Aku tidak mau bertanya berapa dana yang kamu gelontorkan untuk membeli saham itu karena bukan ranah aku" sahut Riku sambil memakan sushinya.
"Nggak usah kamu tanya, nanti pingsan" kekeh Hyung-woon.
"Better not!" cengir Riku.
"Aku nginap sini ya?" Hyung-woon menatap si kembar.
"Kagak, Hyung! Balik gih ke hotelmu!" pelotot Riku judes. "Gue kagak mau terjadi kejadian Daddy bawa penghulu kemari!"
"Justru itu yang aku tunggu" cengir Hyung-woon yang langsung dipukul oleh Ren.
"Jangan aneh-aneh deh Hyung-woon!" desis Ren.
"Aku tidak aneh-aneh, Ren" bisik Hyung-woon parau sambil mencium pipi Ren.
"Oh astaga demi semua penghuni bikini bottom! Demi Patrick dan Spongebob! Besok Daddy datang, kalian Ndang rabi disini! Kagak usah nunggu campursari di Jakarta! Itu buat resepsi!" cerocos Riku yang merasa jiwa jomblonya ngedumel keras.
Hyung-woon tersenyum lebar. "That's a good idea! Aku akan bilang dengan Oom Rayden!"
Ren melongo. Oh Astagaaaaa!
***
__ADS_1
Hyung-woon benar-benar menginap di apartemen si kembar dan tidur di kamar Riku. Kamar yang bernuansa putih dan biru navy itu tampak rapi tidak seperti kamar cowok pada umumnya. Salah satu pengawalnya sudah membawakan paper bag berisikan baju ganti untuk dirinya besok.
Hyung-woon melihat foto-foto yang berada di atas tempat tidur. Tampak foto Riku sedang bersama dengan keluarganya, Riku dan Ren foto dengan gaya konyol dan Riku bersama Opa Abe. Keduanya sangat akrab dan dekat bahkan keduanya mirip meskipun Riku lebih terlihat bule.
Pria Korea itu kemudian berganti baju tidur dengan kaos tanpa lengan dan celana kargo hitam. Malam ini dia terpaksa mengusir Riku karena dirinya malas sendirian di kamar hotel.
Hyung-woon keluar kamar untuk mengambil air minum dan melihat Ren sedang tiduran karena pintu kamarnya tidak tertutup rapat. Tampak gadisnya sedang membalas beberapa pesan di ponsel dan malam ini Ren mengenakan piyama warna hitam.
Hyung-woon tidak melihat Riku lalu berjalan menuju kamar Ren setelah sebelumnya mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Ren?" panggilnya.
Ren menoleh dan tersenyum. "Apa Oppa? Kok belum tidur? Aku sedang membalas pesan dari mommy. Katanya mau datang sama Opa Minggu depan."
Ren mengangguk. "Daddy tidak bisa jauh dari mommy. Bisa Ambyar nanti!"
"Sepertinya aku pun bakalan begitu Ren, bisa Ambyar kalau jauh darimu" ucap Hyung-woon dengan tatapan mesra ke Ren.
Gadis itu menatap Hyung-woon sambil tersenyum. "Sudah, kembali ke kamar Riku. Dia bisa heboh kalau melihat Oppa disini" bisik Ren demi menutupi rasa gugupnya dipandang sedemikian rupa oleh tunangannya.
"Memang Riku kemana?" bisik Hyung-woon parau sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ren.
"Katanya mau membeli cami..." suara Ren menghilang ketika bibir Hyung-woon menutup bibirnya. Keduanya pun langsung saling tergulung asmara. Tanpa sadar, kedua lengan Ren mengalungi leher Hyung-woon sedangkan pria itu terus Melu*mat bibir tunangannya.
Keduanya hampir kebablasan kalau suara Riku tidak terdengar.
"Astaghfirullah! Hyung! Ren!" bentaknya membuat keduanya menoleh dengan wajah merah padam. "Serius! Gue bakalan bilang sama Daddy besok bawa penghulu sekalian!"
__ADS_1
***
Riku menatap judes ke pria yang empat tahun lebih tua darinya. Hatinya kesal melihat Hyung-woon seenaknya saja main ciuman dengan adiknya meskipun tidak salah sih karena mereka sudah bertunangan.
"Hyung, mbok ya sabar kenapa!" gerutu Riku.
"Aku nunggu lima tahun Rik" gumam Hyung-woon.
"Kan aku sudah bilang nunggu Daddy datang Minggu depan. Apa yang akan terjadi kalau aku tidak datang?" Riku menyipitkan matanya.
"Paling kamu bakalan dapat keponakan" kekeh Hyung-woon cuek yang langsung mendapat lemparan bantal dari Riku.
"Lambenyaaaa itu lhoooo!" sergah Riku jengkel.
Hyung-woon terbahak. "Segeralah cari kekasih, Rik. Bagus lagi calon istri."
"Doakan aku segera dapat jodoh."
"Aamiin."
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Lanjut besok. 😊😊😊
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
***Ada yang keganggu lagi enak-enak.
Bonus dari Eike***.