
Hyung-woon dan ayahnya harus kembali ke Seoul setelah semua urusannya selesai di Washington DC sedangkan Ren masih harus tetap disana sampai pekerjaannya selesai. Tanggal 14, Ren akan terbang ke Jakarta bersama dengan Riku karena akhir bulan akan dilaksanakan resepsi pernikahan Hyung-woon dan Ren.
Rayden, Kara dan Abe Takahashi pun sudah kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan resepsi yang rencananya akan dilaksanakan di hotel Star tempat Kara dulu bekerja.
Ren sendiri sudah kembali ke apartemennya yang dia tinggali bersama Riku dan sang kakak kembarnya itu pun kepo tentang proses pemersatu bangsanya.
"Seriously Ren, habis dibobol malah kebablasan kamu dapat periode nya? Oh Astagaaaaa... Kasihan Hyung harus puasa lagi" gelak Riku.
"Setidaknya dongsaeng milik Hyung-woon sudah dipakai dengan benar daripada punyamu, Rik" kekeh Ren.
"Whoah! Ren! Kenapa sejak menikah dan mengetahui proses kecebong ketemu cupcake, kamu malah seperti Daddy ikutan meshum?" cengir Riku. "Ngomong-ngomong, punyaku dipakai dengan benar kok!"
"Rikuuuu! Jangan macam-macam kamu!" pelotot Ren.
"Nggak kok, hanya dengan sabun dan air saja" seringai Riku.
"Oh Astagaaaaa!"
***
Hari ini Ren dan Riku sampai di rumah Takahashi setelah keduanya menyelesaikan semua pekerjaan di Washington DC.
Riku sengaja mengambil cuti akademik selama sebulan karena dia rindu suasana Jakarta dan lagipula dia harus datang di acara resepsi adiknya.
"Waaaahhh kamarkuuu!" teriak Riku yang langsung menyetel lagu favoritnya Sewu Kuto.
"Dih, mulai!" cebik Ren kesal.
"Kan Hyung-woon juga bakalan kayak Riku nantinya" goda Rayden.
"Oh come on Dad! Jangan ngompori" keluh Ren.
***
Hyung-woon tiba di Jakarta dan langsung menuju rumah Takahashi yang disambut senyuman Ren. Keduanya saling berpelukan dan berciuman di ruang tamu yang membuat Rayden jengah.
"Oh please kalian ituuuu" protes Rayden.
"Dih, kayak mas nggak kayak gitu saja" kekeh Kara yang tiba-tiba memekik ketika tubuhnya ditarik Rayden untuk duduk di pangkuannya. Pria yang masih tampan di usia 55 tahun itu langsung ******* bibir istrinya.
"Astaghfirullah! Demi semua penghuni jagat raya Takahashi! Disini masih ada jomblo woooiiii!" teriak Riku ketika melihat kedua pasangan yang satu masih hangat-hangatnya, sedangkan yang satu sudah expired tapi masih menikmati kemesraan.
"Makanya cari cewek Rik" kekeh Rayden usai membuat Kara kehabisan nafas.
"Aku cari calon bini, bukan pacar maning" ucap Riku.
"Nengopo seneng aku, Yen mung gawe laraku. Pamer bojo anyar, Neng ngarepku" gumam Hyung-woon sambil berjalan memeluk Ren.
"Astoge demi Shaun the sheep! Kagak usah nyanyi pamer bojo juga Hyung!" Riku melotot ke arah Hyung-woon yang tersenyum smirk. "Kalian menyebalkan!"
"Aku doakan kamu ketemu jodoh di acara resepsiku, Rik" cengir Ren. "Cewek cantik yang jago nyanyi."
"Kan aku dah bilang, nggak mau artis" sungut Riku.
"Bukan artis tapi cewek yang suaranya bagus Rik. Beda konotasinya. Kamu bukan artis tapi suaramu juga bagus kok" puji Kara.
"Ya semoga aku menemukan jodoh di acara resepsi mu."
"Aamiin."
***
__ADS_1
Hari yang ditunggu oleh Hyung-woon dan Ren pun tiba. Acara resepsi pun dihelat pada hari ini di ballroom hotel Star dan Rayden sebagai empunya acara mau acaranya seperti saat dia dan Kara menikah dulu, standing party.
Pelaminan minimalis sederhana namun tampak mewah dan elegan pun tertata rapi serta indah. Malam ini Ren mengenakan gaun pengantin berwarna putih rancangan desainer sedangkan Hyung-woon memakai tuxedo yang diledek oleh Riku seperti count dracula.
"Kan memang setiap malam menghisap leher adikmu, Rik" goda Hyung-woon sambil mencium ceruk leher Ren.
"Oh come on! Tunggu acara resepsi selesai bro!" protes Riku sebal. Ren dan Hyung-woon tertawa melihat wajah kusut Riku.
***
Acara resepsi pun dimulai dan banyak saudara dan keluarga yang datang. Kenichi McDermott dan Rayna Takahashi datang bersama Keitaro yang membawa gadis cantik bernama Rin yang diakunya sebagai calon istrinya.
Jake Ishihara datang bersama istrinya, Regina dan putra mereka Hideaki yang berusia tiga tahun. Hidetoshi datang bersama Suki, istrinya. Rafli pun hadir bersama keluarganya.
Riku berjalan-jalan mencari makanan enak ketika sebuah suara merdu dari atas panggung dan mata hazelnya melihat seorang gadis cantik sedang bersiap untuk bernyanyi.
"Selamat malam semuanya, perkenalkan nama saya Jasmine, saya yang akan menghibur para tamu undangan resepsi pernikahan Hyung-woon Oppa dan mbak Ren. Lagu pertama adalah Akad dari payung teduh."
Riku nyaris tak berkedip melihat Jasmine yang dengan luwesnya di panggung. Ya ampun! Kayaknya gue kepincut sama nih cewek.
"Suaranya Jasmine bagus juga ya jeng" sebuah suara membuat Riku menajamkan telinganya.
"Harusnya yang manggung bukan Jasmine tapi karena penyanyi yang asli sakit, malah Jasmine anaknya Bu Ros gantiin. Tapi hobi Jasmine kan memang nyanyi, jeng."
Riku belagak masih makan namun kepo dengan ghibah dua ibu-ibu rumpi itu.
"Dia masih kerja di rumah sakit Pondok Indah, jeng?"
Dokter? Hah? Riku menatap Jasmine di panggung.
Gue deketin deh!
"Lagu selanjutnya atas permintaan Tuan Rayden Takahashi, saya akan menyanyikan lagu milik Denny Caknan Kartonyono Medhot Janji."
Ren langsung mendelik ke arah Rayden yang cuek.
"Eh aku juga suka lagu ini Ren" cengir Hyung-woon.
"Oppa!" desis Ren kesal.
Kartonyono ning Ngawi medot janjimu
Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu
Sak kabehane wis tak turuti
Tapi malah mblenjani
Budalo, malah tak duduhi dalane
Metu kono, belok kiri, lurus wae
Ra sah nyawang sepionmu sing marai ati
Tambah mbebani
__ADS_1
Riku terkesima dengan cara cengkok campursari yang dilakukan oleh Jasmine.
Kenichi dan Rayna hanya bisa menatap Rayden judes. "Seriously Ray?" pendelik Rayna.
"Kenapa mbak? Menantuku juga suka lagu itu. Tuh lihat Hyung-woon ikut nyanyi juga" kekeh Rayden yang melihat Ren hanya bisa manyun mendengar Hyung-woon mengikuti lirik lagu yang dinyanyikan Jasmine.
"Oh Astagaaaaa" Rayna langsung memegang pelipisnya. "Menantumu juga melokal? Pantas langsung ACC!"
Rayden terbahak.
***
Riku mendekati gadis cantik yang turun dari panggung dengan wajah sok cool.
"Halo" sapa Riku.
"Iya mas?" tanya Jasmine. Ya Allah, gue dipanggil 'mas'.
"Boleh kenalan? Namaku Riku Takahashi. Kamu?"
"Jasmine Dewanto. Mas kakaknya mbak Ren?"
"Betul. Ohya, apakah kamu penyanyi?" tanya Riku penasaran.
"Oh bukan mas. Saya hanya menggantikan teman saya yang harusnya menghibur. Saya aslinya dokter anak tapi memang hobinya menyanyi" senyum Jasmine.
"Ayo aku temani cari makanan dan minuman" ajak Riku sambil menghela punggung Jasmine.
"Wah, jadi merepotkan mas Riku."
"Aku nggak merasa direpotkan kok."
Interaksi Riku dan Jasmine membuat keempat orang yang berada di panggung pelaminan hanya bisa melongo.
"Sayang, kayaknya Riku ketemu jodohnya" ucap Hyung-woon.
"Semoga saja ya. Kan sesuai keinginannya" senyum Ren. Hyung-woon mencium pipi Ren.
"Love you Ren."
"Love you too, Hyung-woon Oppa."
Rayden dan Kara hanya bisa saling tersenyum melihat putra mereka mencoba seorang gadis cantik yang memiliki suara bagus.
"Semoga dia jodohnya Riku ya mas" bisik Kara.
"Aamiin."
Rayden memandang sekeliling ballroom. Hampir Tiga puluh tahun yang lalu dia dan Kara bersanding disini dan sekarang putrinya Ren dengan pria pilihannya, Jeong Hyung-woon. Rayden menoleh ke arah Ren dan Hyung-woon asyik mengobrol.
Semoga kalian berbahagia seperti halnya aku dan Kara. Aamiin.
*** END ***
Alhamdulillah selesai juga novel Setelah Perpisahan. Terimakasih atas semua atensi, kelokalan dan komentar readersku. Riku tidak aku buat ya karena aku harus konsentrasi ke dua novel on going, Arimbi dan Davina. Pawangnya Riku ya dokter Jasmine itu 😁😁😁
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1