
Sabtu pagi ini Hyung-woon dan sang ayah, Sang-woon tiba di mesjid Imaam di Washington DC. Mesjid yang dibangun untuk warga negara Indonesia yang tinggal disana sudah dibooking untuk melakukan ijab qobul dirinya dengan Ren Takahashi.
Hyung-woon datang mengenakan kemeja putih dan suit putih. Tampak Rayden dan Abe mengenakan suit bewarna biru tua dan seorang penghulu dan pejabat pengadilan tinggi.
"Mr Jeong? Apakah sudah siap?" tanya pak penghulu.
"Insyaallah siap pak" jawab Hyung-woon.
"Baik. Mr Takahashi anda bisa memulai ijab qobul nya" ucap pak penghulu kepada Rayden.
"Baik. Ananda Jeong Hyung-woon, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Jeong Hyung-woon bin Jeong Sang-woon dengan anak saya yang bernama Ratimaya Ren Takahashi dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, perhiasan senilai $25,000 dan rumah di Hannam-dong. Tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Ratimaya Ren Takahashi binti Rayden Louis Takahashi dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
"Alhamdulillah."
Hyung-woon tersenyum. Alhamdulillah.
Ren memang memutuskan untuk tidak mendampingi Hyung-woon saat ijab qobul dan kini setelahnya, gadis itu keluar mengenakan gaun biru muda dan membawa seikat bunga.
Gadis itu tersenyum melihat Hyung-woon yang menjadi suaminya sekarang.
"Mbak Ren, Monggo tangan mas Jeong dicium sebagai bakti kepada suami" ucap pak penghulu.
Hyung-woon dan Ren tertawa kecil. Mas Jeong?
"Eh? Apa ada yang salah?" tanya pak penghulu bingung.
__ADS_1
"Honestly pak, baru kali ini ada yang memanggil saya 'Mas Jeong' dan itu membuat kami geli" ucap Hyung-woon. Rayden, Abe dan Sang-woon hanya menggelengkan kepalanya.
Pak penghulu hanya ber'oh' ria.
Ren pun mencium punggung tangan Hyung-woon sedangkan pria itu mencium kening istrinya.
Setelahnya semua keluarga inti berkumpul dan melakukan foto bersama. Kara terharu melihat putrinya resmi menikah dengan Hyung-woon. Akhirnya putriku menikah juga setelah sebelumnya berniat tidak ingin menikah.
"Selamat ya anak cantiknya mommy" ucap Kara sambil memeluk putrinya.
"Terimakasih mommy." Ren memeluk erat Kara.
"Hyung-woon, tolong jaga Ren. Sayangi dia, cintai dia, dan jangan lupa sering-sering ke Jakarta karena Ren pasti akan ikut ke Seoul kan?"
"Mom, kantorku kan juga ada di Jakarta" senyum Hyung-woon yang mengganti panggilannya ke Kara.
"Yo! Finally Hyung!" Riku memeluk adik iparnya meskipun tetap dipanggil 'Hyung' karena selain nama juga usia Hyung-woon yang lebih tua.
"Aamiin."
***
Usai ijab qobul, semua anggota keluarga pun kembali ke suite mereka di Washington Hotel. Menurut rencana mereka akan melakukan makan siang di sebuah restauran seafood, Ocean Prime. Yun-oh sudah melakukan reservasi agar mereka semua bebas berada disana.
Setelah berganti pakaian yang lebih hangat, mereka semua berangkat ke restauran yang dituju menggunakan lima mobil. Semua pengawal dan asisten mereka pun ikut serta.
Hyung-woon menggandeng Ren masuk ke dalam restauran mengikuti Abe dan Sang-woon yang sudah masuk kesana. Rayden dan Kara sendiri menikmati interior restauran yang sophisticated itu.
"Bahagia Ren?" bisik Hyung-woon.
__ADS_1
"Alhamdulillah bahagia, Oppa" senyum Ren.
"Kamu duduk di pojok deh" pinta Hyung-woon. "Aku ingin memfotomu."
Ren pun menurut.
"You're so beautiful, Ren" ucap Hyung-woon sambil mencium pipi istrinya.
"Thank you Oppa."
"Uwu-uwunya sudah?" sindiri Rayden kesal melihat putri dan menantunya asyik sendiri.
"Namanya pengantin amget ya gitu, di dunianya sendiri. Lainnya ngontrak" timpal Riku yang sudah duduk di sebelah opanya.
Hyung-woon dan Ren tersipu.
"Sorry" ucap mereka berdua.
Rayden hanya memutar matanya malas. Dasar!
Lainnya ngontrak bener.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Lanjut Besok Yeeee
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️