Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Akhirnya Pulang


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Di salah satu tempat pemakaman umum, baru saja terjadi pemakaman dari seorang perempuan cantik juga masih sangat muda. Bukan hanya dia saja, tapi juga ada bayi kecil yang di makamkan berdampingan.


Mereka adalah ibu dan anak yang telah meninggal karena menjadi korban kecelakaan namun kecelakaan di rumah sendiri dengan jatuh dari lantai tiga hingga lantai satu.


Perempuan yang tengah hamil besar dan sudah waktunya melahirkan dan terjatuh tanpa tau karena apa. Bayinya sempat hidup makanya di operasi karena siapa tau masih bisa di selamatkan tapi nyatanya hanya dalam beberapa menit saja bayi itu bisa menikmati nafas di dunia dan akhirnya menjemput ajal sama seperti ibunya.


Begitu menggemparkan kejadian itu, semua orang begitu tak percaya dan terus berpikir kenapa bisa sampai seperti itu. Tak ada yang tau apa sebabnya tapi sebelumnya terdengar suara gaduh di dalam hingga akhirnya suara itu terhenti.


Semua orang yang berpikir adanya pencuri langsung masuk tanpa berpikir, mendobrak pintu untuk menolong jika benar tapi ternyata apa yang mereka lihat begitu mengejutkan.


Sarah, wanita hamil sembilan bulan itu sudah bersimbah darah di lantai di tengah-tengah meja kaca yang pecah karena di timpa oleh tubuhnya.


"Maafkan aku, Sar. Aku terlambat kembali," sang suami hanya bisa menangisi semua yang sudah terjadi.


Dan suaminya itu adalah dokter Andre yang saat kejadian dia masih berada di rumah sakit karena tiba-tiba di telfon pihak rumah sakit karena ada pasien darurat. Tapi nyatanya setelah sampai pasien itu sama sekali tidak ada sepertinya benar-benar hanya untuk mengalihkan saja.


Dokter Andre terus mengelus, mengecup dan menempelkan pipinya di nisan yang terbuat dari kayu dengan tertuliskan nama istrinya.


Matanya beralih ke nisan sebelahnya, dia adalah anaknya yang tidak berdosa dan hanya beberapa saat saja menikmati udara.


Tangan satunya beralih ke nisan satunya, Kinan, Dan itulah nama yang di sematkan pada anaknya.


Jelas hatinya sangat hancur, bagaimana tidak? dia kehilangan dalam sekali waktu dan langsung anak dan istrinya. Semua kebahagiaan yang sudah di impi-impikan itu seketika hilang begitu saja.


Dan karena begitu sayang dan cintanya dokter Andre dengan Sarah, dia memutuskan memberikan mata Sarah untuk Safa. Paling tidak dia masih bisa melihat satu dari bagian tubuh istrinya.


"Seandainya aku mendengar perkataan mu waktu itu, kamu pasti tidak akan seperti ini. Kamu pasti masih bersamaku," ucapnya begitu sedih.


"Sudah lah, Dre. Ikhlaskan, biarkan Sarah tenang di sana," satu teman satu profesinya berusaha menenangkan.


"Ini tidak boleh di biarkan, aku harus tau apa penyebab dari semua ini. Jika ini murni karena kecelakaan aku ikhlas, tapi kalau ini karena ada unsur lain, orang yang melakukan harus menderita. Dia harus membayar kejahatannya," ucap dokter Andre.

__ADS_1


Tangannya mengepal sempurna, matanya membulat lurus dengan amarah yang begitu besar. Dia akan mencari semuanya, semua harus terbongkar dan harus jelas.


"Dre, bukankah kamu harus kembali ke rumah sakit? gadis itu akan pulang apakah kamu tidak ingin bertemu lebih dulu?"


Mendengar kata-kata itu Andre langsung beranjak, tangannya mengambil kaca mata yang ada di saku kemejanya dan langsung dia pakai.


Dia tidak boleh terlihat kalau dia tengah sedih dan berduka, tak ada yang boleh tau kecuali orang-orang terdekatnya apalagi keluarga Safa tidak boleh mengetahuinya.


Semua di simpan begitu rapat bahkan mata yang sekarang menjadi milik Safa sebenarnya adalah milik Sarah, mendiang istrinya.


"Hem," Kaki mulai mengayun meninggalkan pemakaman umum tersebut, sejenak dia berhenti dan menoleh.


'Aku janji, akan mengadili orang yang melakukan ini jika itu benar-benar karena unsur kesengajaan.' batin Andre.


**✿❀🌷❀✿**


Akhirnya Safa bisa pulang juga setelah hampir satu bulan berada di rumah sakit. Memang cukup lama, bahkan sangat lama tapi mau bagaimana lagi semua harus di pastikan. Semua harus sudah baik-baik saja ketika pulang.


Tak masalah dia tak jadi mengikuti cerdas cermat yang sangat di nanti-nantikan, tak masalah dia tak bisa mengangkat piala kemenangan di depan semua teman-teman juga guru bahkan kedua orang tuanya yang terpenting sekarang dia sudah sembuh dan bisa kembali bermimpi. Dia harus kembali merajut ulang mimpi-mimpi yang sempat tertunda dalam waktu belakangan ini.


Berbagai nasehat di berikan oleh dokter Andre sebelum Safa pulang, dia harus benar-benar menjaga matanya dengan baik dan harus langsung datang ke rumah sakit kalau ada masalah.


Tak ada yang curiga, karena semua dokter pasti akan melakukan hal itu kepada pasiennya. Terlebih lagi Dokter Andre sendiri yang melakukan operasi itu.


"Ingat, jangan terlalu lelah karena itu tidak akan baik untuk matamu. Kamu harus menjaganya dengan baik karena orang yang memberikan itu sangat berharap kamu akan menjaganya," ucap Andre.


Kata-kata dokter Andre tersebut pastilah akan selalu Safa ingat bahkan sudah sampai rumah pun suara dan kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepalanya.


"Abang!" teriak Safa begitu keras. Dia begitu bahagia ketika masuk dan melihat Agung yang sedang ingin masuk membawa sapu.


Agung memang sudah tau kalau Safa akan pulang dan dia baru saja selesai membersihkan semua ruangan.


"Safaaaa..." Agung pun tak kalah kencang dalam berteriak dia bahkan langsung berlari dan memeluk Safa.

__ADS_1


"Akhirnya, adikku si gemoy ini pulang juga," ucap Agung.


"Apa, gemoy!? tidak tidak, itu tidak pantas untuk ku, Bang." jelas Safa protes dia bukan gemoy karena tubuh ya kecil dan kurus kering.


"Terus apa dong?" Agung kembali berpikir sembari melepaskan Safa.


"Nggak tau," Safa ikut bingung tapi itu hanya sesaat karena Safa kembali memeluk Agung dengan begitu bahagia.


"Ih, abang kok bau gini sih!" Safa seketika mendorong.


"Bau, emang bau apa sih?" jelas Agung langsung mengendus dirinya sendiri.


"Kok abang pakai parfum cewek, hampir mirip-mirip parfum melati gini," semakin ngelantur si Safa.


"Hey, abang mu ini laki-laki normal mana ada pakai parfum cewek. Melati lagi, nggak ya!"


"Tapi beneran loh ini. Hem... tapi kok udah ilang?" Safa kembali bingung.


"Kamu kenapa sih, aneh banget sekarang?" Agung jelas akan curiga kan?


"Nggak kenapa-napa, aku mau istirahat aja deh, mungkin karena capek," Safa langsung melenggang.


Tak seperti orang yang baru pulang dari rumah sakit Safa terlihat begitu sehat. Benar-benar seperti sehat tak habis mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan matanya.


"Pak, Safa aneh banget sih?" adu Agung pada pak Muji.


"Bukan dia yang aneh, tapi kamu. Tuh lihat, kamu belum cuci muka kan? dasar jorok!" omel pak Muji.


"Hehehe...."


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2