Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Amarah Berujung Celaka


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Jordan begitu cepat melangkah supaya bisa cepat sampai ke kamarnya dan melihat keadaan Safa apakah dia sudah sadar atau belum. Dia seolah tidak peduli dengan Angelina yang masih terus melihatnya dia benar-benar tidak peduli.


Hingga akhirnya ketika Jordan sampai di atas dia menoleh ke bawah dan ternyata Angelina sudah pergi dari tempat yang tadi. Masa bodoh Jordan harus lebih cepat pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan Safa. Semoga saja dia sudah sadar.


Dengan langkah yang pasti Jordan juga bersenandung untuk menemani langkahnya meski tidak jelas apa yang dia nyanyikan tetapi dia terlihat begitu menikmati dari lagu yang dia senandungkan.


"Akk!" Teriakan dari dalam kamarnya membuat Jordan terperanjat. Dia malah menghentikan langkah dalam sesaat dan berusaha memasang telinga lagi apakah suara teriakan itu kembali dia dengar atau tidak, namun setelah itu yang dia dengar hanya sebuah benda jatuh.


"Sial, jangan-jangan si cupu itu membuat masalah di kamarku. Jangan-jangan dia menghancurkan barang-barang kesukaanku."


Jordan langsung berlari dan ingin segera melihat apa yang dilakukan oleh Safa di dalam kamarnya jangan sampai apa yang tadi dia katakan itu benar bahwa Safa menghancurkan semua barang-barang kesukaannya.


Jordan semakin cepat lagi ketika dia mendengarkan suara benda jatuh di kamar, dia cepat merogoh saku celananya untuk segera mengambil kunci yang dia kantongi.


Karena begitu buru-buru Jordan terasa sangat susah ketika akan memasukkan kunci ke dalam pintu.


"Sial, ahh!" Jordan jadi uring-uringan sendiri karena tak kunjung berhasil. Bisa-bisa barang-barang yang ada di dalam yang menjadi kesayangannya akan habis dirusak oleh gadis cupu yang begitu dia benci.


"Bodoh seharusnya aku tidak membawanya ke kamarku dasar gadis sialan," umpat Jordan tiada henti dan berpikir kalau Safa yang telah melakukan perusakan atas semua barang-barang miliknya yang sangat berharga dan tentu dengan nilai beli yang luar biasa.


"Awas saja kalau kamu kenapa menghancurkan semua apa yang aku punya maka kamu juga akan merasakan apa yang aku."


Jordan memberikan ancaman kepada Safa yang sama sekali belum dia lihat bagaimana keadaannya Tetapi dia sangat yakin yang melakukan itu adalah Safa karena tidak ada orang lain lagi kecuali dia.


Hingga akhirnya Jordan berhasil memasukkan kunci dan langsung memutar dengan cepat, Jordan juga membuka pintu dengan cepat namun ketika pintu terbuka ada benda yang terlempar dan hampir saja mengenai kepalanya.


Jordan terbaru seperti patung di tengah-tengah pintu yang sudah terbuka lebar. Jordan membantu tidak bergerak dengan mata yang melotot dan juga jantung yang memompa begitu kuat.


Hampir saja benda itu mengenai wajahnya yang tampan.


"Akk!" Safa berteriak begitu keras hingga akhirnya menyadarkan Jordan yang masih begitu syok dan juga sangat terkejut.


Mata Jordan seketika mencari keberadaan Safa dengan begitu tajam mengisyaratkan kalau dia benar-benar sangat marah kepada Safa. Padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tetapi pelaku yang tertuduh adalah Safa.


"Hey Cupu!" Jordan berteriak dan melangkah masuk dengan sangat cepat. Mencari keberadaan Safa yang ternyata dia duduk berjongkok dengan memeluk kedua kaki dan menyembunyikan wajahnya di belakang pintu yang barusan buka.

__ADS_1


Jordan sedikit bingung ketika dia mencari siapa namun tidak dia dapat.


"Cupu! Dimana kamu! Jangan coba-coba lari ya!" Jordan begitu marah setelah melihat Bagaimana keadaan kamarnya yang begitu berantakan.


Bantal guling selimut berserakan di lantai kerajaan lumpur dengan pecahan barang-barang milik Jordan dan juga buku-buku yang sudah ada di lantai juga. Kamar yang tadi tidak begitu rapi sekarang bertambah menjadi seperti kapal pecah, semua ini gara-gara dia yang membawa masuk Safa ke dalam kamar.


"Cupu!" Jordan kembali berteriak dengan memutar badannya dan mencari keberadaan Safa bahkan dia juga membungkuk dan melihat bawah ranjang siapa tahu Safa bersembunyi di sana, namun ternyata nihil hasilnya tidak ada.


Jordan terlihat semakin kesal karena tidak menemukan keberadaan Safa padahal dia sangat yakin kalau Safa masih berada di dalam kamar itu bahkan tadi dia mendengar dengan jelas suara teriakannya. Lalu sekarang dia ada di mana?


Matanya melihat ke arah belakang pintu yang sedikit bergerak. Jordan menyunggingkan bibirnya Dia sangat yakin kalau Safa ada di sana.


"Kena kamu ya," Jordan melangkah dengan sangat pelan mendekati pintu Dia sangat tidak ingin kalau sampai Safa terlepas begitu saja. Dia tidak akan pernah melepaskan orang yang telah menghancurkan kamarnya meski yang menghancurkan adalah seorang perempuan.


Jordan membuka perlahan dan setelahnya begitu kasar diam menutup pintu hingga membuat Safa terperanjat Dia sangat terkejut bahkan wajahnya langsung terangkat dan melihat Jordan yang sudah berdiri di depannya.


Tubuh Safa bergetar tetapi sebenarnya bukan karena ulah Jordan barusan melainkan dari ulah makhluk hitam besar permata merah yang telah menghancurkan semua isi di kamar itu.


Bukan itu saja tetapi kedua lengan Safa terlihat lebam dan terlihat begitu hitam, entah apa yang dilakukan oleh makhluk itu kepada Safa.


"Apa yang kamu lakukan pada kamarku, hah!" Jordan terlihat sangat marah setelah mendapatkan Safa yang berada di belakang pintu.


Bukannya melihat apa yang terjadi kepada Safa tetapi Jordan malah membungkuk dan mencengkram lengan Safa dan menariknya untuk berdiri.


"Apa yang kamu lakukan, hah!!" Jordan kembali mengulang perkataan yang sama namun kali ini suaranya semakin tinggi dan semakin jelas.


Tangannya masih mencengkram lengan Safa hingga membuat Safa meringis kesakitan.


"Sa_saya tidak melakukan apapun. Semua ini bukan aku yang melakukan tetapi makhluk itu dia begitu mengerikan."


Safa menjawab dengan sangat jujur kalau semua itu bukanlah perbuatannya melainkan perbuatan dari makhluk yang juga membuat Safa merasa takut dan juga sakit.


Tidak akan mungkin Jordan percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh Safa. Makhluk yang mengerikan? Bahkan Jordan yang tinggal di sana sejak lahir belum pernah melihat makhluk apapun bagaimana mungkin dia akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Safa.


"Kamu pikir aku akan percaya dengan katamu yang penuh dengan kebohongan. Sebenci itukah kamu kepadaku karena aku tidak menerima kamu sebagai pacarku dan sekarang kamu menghancurkan apapun yang aku miliki, heh!"


Semakin kuat Jordan mencengkram lengan Safa tentu itu akan menambah rasa sakit pada tangan Safa.

__ADS_1


Safa menggeleng dengan cepat dia sudah berbicara dengan sangat jujur Kalau itu bukan perbuatannya tetapi mau bagaimana lagi kalau Jordan tidak percaya.


"Sungguh, semua ini bukan Safa yang melakukan. Safa benar-benar jujur dan mengatakan apa adanya."


Safa tidak merasa takut karena dia memang tidak bersalah. Kalau bersalah maka dia akan mengakui semuanya dan akan menerima apapun hukumannya tetapi ini, ini bukan kesalahannya.


"Masih tidak mau mengaku juga meski kamu sudah terbukti bersalah, hah! Ikut aku!" Jordan menarik Safa dengan kasar dia tidak peduli saat pecahan-pecahan apapun mengenai kaki Safa dan membuatnya mengeluarkan darah.


Bruk...


Dengan kasar Jordan membanting Safa ke sofa dan membuat Safa mengadu kesakitan tetapi Jordan tetap tidak peduli.


Namun kejadian aneh terjadi ketika Jordan ingin melakukan sesuatu kepada Safa, tiba-tiba ada lehernya terasa tercekik dan membuat Jordan terangkat ke udara.


Jordan begitu panik juga sangat kesakitan di leher. Rasanya sangat sesak hingga Jordan begitu susah untuk bernafas.


"Sa_Safa..." kedua tangannya memegangi lehernya sendiri berusaha melepaskan sesuatu yang ada di lehernya tetapi dia tidak bisa karena dia sendiri tidak melihatnya.


Hingga begitu tinggi tubuh Jordan terangkat dan tiba-tiba dilempar begitu saja hingga punggungnya membentur dinding dengan sangat kasar. Tante Jordan sangat kesakitan.


"Kak!" Safa berteriak begitu keras dia juga cepat berlari untuk menolong Jordan tapi tiba-tiba dia sendiri juga terpental ke belakang dan kembali ke sofa yang tadi.


"Safa!" kini Jordan yang berteriak setelah mengetahui Safa yang ingin membantunya malah kembali terpintar ke tempat semua.


Baru saja Jordan berteriak kembali lagi lehernya terasa tercekik dan dia kembali terangkat.


"Sa_Safa..."


Jordan tak mampu untuk menolong dirinya sendiri bahkan untuk bicara saja sangat susah. Dia sudah semakin tinggi dan hanya kakinya yang mampu bergerak.


"Kak!" kembali Safa berteriak.


"Hentikan, aku mohon hentikan!" pinta Safa yang sangat tak tega melihat Jordan yang begitu menahan sakit.


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2