Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Sosok Wanita


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


♬♩♪♩ ♩♪♩♬


Nina bobok oh Nina bobok


Kalau tidak bobok di gigit nyamuk...


Bobok_lah sayang oh anakku sayang.... Kalau tidak bobok di gigit nyamuk..


♬♩♪♩ ♩♪♩♬


Mata Safa langsung terbuka mendengar suara nyanyian yang terdengar begitu lirih namun terasa menyayat hati. Suaranya parau bergetar begitu kuat membuat merinding dan membuat bulu kuduk berdiri.


Safa beranjak duduk, seketika tengkuknya terasa begitu tebal dan juga panas. Atmosfer seketika berubah menjadi mencekam di keheningan malam yang begitu sunyi.


Waktu menandakan pukul dua belas malam tapi kenapa jam segitu masih ada yang menyanyikan lagu untuk anaknya.


Safa merasa heran, ruangan yang dia tempati sangat jauh dari anak-anak kecil apalagi bayi tapi kenapa dia dengar tangis bayi juga seorang ibu yang menyanyikan lagi Nina bobok untuknya.


Nina bobok oh Nina bobok....


Kalau tidak bobok di gigit nyamuk...


Suaranya begitu dekat namun perlahan mulai menjauh. Safa sangat penasaran, dia turun dari ranjang karena ingin mengetahui siapa yang telah bernyanyi.


"Astaghfirullah!" Cepat Safa mengelus dada saat tiba-tiba lampu di ruangan itu padam dan tak lama kembali menyala.


Mata Safa menerawang ke segala penjuru, perasaannya semakin tidak tenang dia mulai menggigil namun bukan karena kedinginan.


Dia melihat ke arah ayah dan ibunya yang masih tertidur mungkin mereka sangat kelelahan karena terus menjaganya dan kini mereka bisa tidur tenang karena Safa bisa melihat lagi bahkan besok sudah bisa pulang.


Krekk...


Tiba-tiba pintu terbuka tapi tidak lebar hanya sedikit saja seolah ada yang mendorongnya dari luar.


"Siapa?! Siapa?!" Suara Safa sedikit berteriak tapi tetap saja tak mampu membangunkan kedua orang tuanya.


"Siapa?!" Safa memberanikan diri berjalan pelan untuk keluar dan melihat siapa yang telah membuka pintu.


Di saat hampir sampai di pintu ada sosok yang menggendong bayi melintas di depan pintu.


"Siapa?" Safa tetap penasaran dia semakin melangkah dan keluar untuk mengejar perempuan tersebut.


Ragu-ragu Safa keluar, membuntuti orang itu yang entah siapa dan mau kemana. Tetapi, rasa penasaran Safa begitu tinggi dan dia terus melangkah mengejar.


"Mbak, bu...!" Safa memanggilnya tapi yang jelas tak akan mendapatkan jawaban bahkan orang itu juga tidak menoleh sama sekali.

__ADS_1


"Mbak siapa dan mau kemana ya, mbak?" Tak habis Safa bertanya dia terus berjalan mengejar dan juga ingin mengetahui siapa dia tapi tetap saja dia tak berhenti.


Sebenarnya dia sangat takut tapi dia sangat penasaran ingin tau siapa orang itu.


Sudah begitu jauh Safa berjalan dia tak berhenti bahkan menoleh pun juga tidak. Dia seolah lupa dengan dia yang harus istirahat dan juga dia yang sudah sangat jauh dari ruangannya.


Perempuan itu sama sekali tidak menoleh, dia terus berjalan dengan menggendong bayinya di depan.


Safa terlambat sebentar saat berada di antara dua belokan dia bingung karena tak melihat perempuan itu lagi.


Semakin jauh tempat yang Safa lewati semakin sepi tak ada orang yang terjaga karena ini adalah malam hari dan waktunya istirahat.


Clekkkk....


Suara pintu tertutup di ruangan sebelah di arah kanan. Safa yakin perempuan itu masuk ke sana.


Safa ikut bergegas, menghilangkan rasa takut demi menghilangkan rasa penasaran yang sangat besar.


Perlahan Safa masuk ke dalam ruangan itu tanpa melihat lebih dulu itu ruangan apa dan sudah sejauh mana dia berjalan.


"Mbak, mbak!" Suara Safa sedikit melengking tapi tetap tak mengganggu semua orang yang istirahat.


Sepi senyap malam ini dan di ruangan itu. Tak ada siapapun dan kini hanya ada Safa yang sudah masuk di ruangan itu seorang diri.


"Mbak," Sekali lagi Safa memanggil melihat semua arah ruangan tapi tak dia lihat ada siapapun.


Safa merasa takut sekarang ini sudah tidak biasa ada hal lain yang di luar kemampuannya.


Brakkk...


"Akk!" Safa berteriak sekencangnya, tubuhnya semakin menggigil dengan kedua tangan menutup telinganya. Matanya juga tertutup setelah bunyi pintu yang tertutup secara keras.


Safa membuka mata dengan dia yang merinding hebat bulu kuduk sudah berdiri semua dengan keringat dingin yang sudah keluar.


"M_mbak.." Safa masih sangat penasaran dengan siapa perempuan yang tadi masuk ke sana juga. Sekarang dia ada di mana? Tidak Safa lihat.


"M_mbak," Kembali Safa memanggil ketika melihat sekilas ada sesuatu yang lewat dan Safa pikir itu pasti orang yang dia kejar.


Safa kembali melangkah padahal dia sudah sangat ketakutan. Tubuhnya terasa panas tapi keringat yang keluar adalah keringat dingin.


Langkahnya sudah begitu pelan hanya untuk mengejar orang yang dia tidak tau.


Safa mundur, matanya terbelalak ketika sudah melihat apa yang ada di hadapannya. Safa baru sadar setelah dia melihat beberapa brangkar yang terdapat beberapa mayat yang sudah tertutup kain putih.


Safa begitu ketakutan dia terus melangkah mundur hingga dia tak sengaja punggungnya menabrak meja hingga ada sesuatu yang ada di atasnya jatuh.


Prank..

__ADS_1


"Akk!!" Safa berteriak histeris dia menutup mata juga telinga dengan mengunakan telapak tangan. Tubuhnya semakin gemetar karena ketakutan.


Safa ingin kembali tapi kenapa rasanya begitu jauh. Dia sudah mundur begitu jauh tapi rasanya sama sekali tidak mengikis jarak antara dia dan pintu masuk.


Kini Safa melihat perempuan yang dia kejar tadi, dia terlihat bangun dari salah satu brangkar, turun dan berjalan ke arah Safa.


"Tolong saya.. Balas kan dendam saya... Balas kan dendam saya.. " Ucapannya.


Safa semakin ketakutan dia terus berjalan mundur.


Kini begitu jelas Safa melihat, perempuan itu. Dia cantik tapi terlihat pucat dengan darah yang keluar dari kepalanya dan menetes dari kedua sisi wajahnya.


"Tolong balas kan dendam saya..." Ucapnya.


"Tidak, saya tidak mau, tidak!" Safa terus menjerit histeris, menolak keinginan perempuan itu yang semakin dekat.


"Kamu harus mau, kamu harus mau.." Dia semakin mendekat.


"Tidak, aku tidak mau!" Jelas Safa tidak akan mau membalaskan dendam dari orang yang tidak dia kenal sebelumnya. Dan kini Safa yakini dia sudah meninggal dan Safa percaya sekarang kalau dia adalah hantu.


"Tolong saya... Kamu harus tolong saya.."


"Tidak! Aku tidak mau.." Safa berlari ke arah pintu dia berusaha membuka tapi pintu sangat susah untuk terbuka.


Safa terus berusaha tapi begitu susah seolah pintu itu terkunci padahal sama sekali tidak.


"Kamu harus menolong saya.." Dia semakin mendekat membuat Safa semakin ketakutan. Tubuhnya semakin menggigil dalam rasa takut dengan keringat yang terus keluar.


"Tidak, aku tidak mau!" Safa masih terus berusaha.


Semakin dekat wajah perempuan itu semakin jelas dan semakin menakutkan. Terlihat begitu seram meski sebenarnya dia sangat cantik.


"Aku mohon biarkan saya keluar, aku mohon. Ibu... Ayah...!" Teriak Safa.


Begitu dekat bahkan hanya tinggal beberapa langkah lagi.


Dan ketika itu pintu terbuka Safa begitu bergegas dia berlari untuk menjauh dari tempat itu yang sebenarnya adalah kamar mayat.


"Akk!" Safa berteriak kuat ketika menabrak seseorang.


"Safa, apa yang terjadi. Kamu darimana saja?!" Dan ternyata orang yang Safa tabrak adalah dokter Andre yang tadi melihat Safa yang keluar dari ruangannya.


Dokter Andre terus mencari Safa hingga akhirnya dia menemukan sekarang dalam penuh ketakutan.


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2