
**✿❀🌷❀✿**
Safa terjengkang ketika mendadak di hadapannya ada sosok yang sangat menyeramkan, matanya membulat penuh dengan amarah dengan mulutnya yang menganga lebar.
Safa mundur dengan mengesot hingga akhirnya dia terhenti karena punggungnya membentur dinding, Safa sudah tidak bisa bergerak lagi sekarang.
"Jangan, jangan ganggu saya," Safa sangat berharap kalau perempuan dengan wajah pucat pasi juga sangat menyeramkan itu tidak akan menggangunya.
"Pergi, pergi!" Safa terus berteriak, mengusirnya namun sana sekali tidak berhasil karena perempuan itu malah semakin mendekat.
Safa seolah kehilangan akal, apakah karena dia baru bangun tidur dengan cara tak biasa jadi dia lupa segalanya? Dia sudah di bekali doa, tapi dia lupa hingga dia terus saja berteriak.
Dia senang karena sudah bisa melihat lagi, tapi masalah-masalah yang selalu mendatanginya ini yang selalu saja membuat dia dalam masalah.
Semakin dekat dan Safa semakin takut, tapi perempuan itu malah menyeringai dingin dan semakin menakutkan.
Bukan hanya sekedar merinding lagi bagi Safa, tapi dia sudah benar-benar ketakutan karena perbuatannya.
Brak... brak... brak...
"Safa, Safa!" ada yang teriak memanggilnya dari luar, dan itu adalah suaranya Agung abangnya.
Apakah dia mendengar teriakan Safa yang begitu histeris tadi?
Suara Safa seakan hilang, dia ingin berteriak tapi suaranya seakan terhenti di tenggorokan saja.
Hihihi...
Perempuan itu semakin senang melihat ketakutan Safa dan juga ketidakberdayaannya. Melihat Safa yang terus membuka mulut untuk berteriak namun tak berhasil membuat makhluk itu terus menyeringai senang.
__ADS_1
Mungkin, memang itu niatnya. Untuk membuat Safa tak berdaya lalu menyerah dan membuat Safa mau melakukan apa yang dia minta.
Tangan perempuan itu perlahan terangkat, seolah ingin menangkap sesuatu namun yang terjadi malah Safa yang perlahan terangkat.
Wajahnya mendongak, tangannya menyentuh lehernya sendiri yang terasa di cekik hingga begitu sakit tidak karuan, sayangnya Safa sana sekali tidak bisa berteriak.
Begitu takut Safa, tubuhnya terangkat dan menggantung begitu saja. Perempuan itu mendekat dan tiba-tiba...
Wusss...
Perempuan itu berhasil masuk ke dalam tubuh Safa dan merasukinya. Safa tak lagi sadar, dia sudah di bawah kendalinya.
Hatinya masih berusaha berontak, memaksa perempuan itu keluar dari dalam tubuhnya namun kali ini Safa tidak berhasil.
Mata Safa sudah melotot menyeramkan, rambutnya langsung tergerai di kedua sisi wajah seakan mau menutupi segalanya.
Brakkk...
"Dek, kamu kenapa?" Agung begitu panik, matanya membulat dan melangkah mendekati Safa tapi mata Safa? Matanya membulat tajam tak suka.
Bibirnya menyeringai, tersenyum dingin membuat suasana menjadi berbeda.
"Dek, kamu kenapa?" Kembali Agung bertanya, dia sudah sangat khawatir melihat Safa yang bertingkah tidak seperti biasanya.
Hihihi....
Ketawanya juga sangat berbeda dari biasanya, wajahnya sedikit menunduk tapi lirikan matanya yang ke atas terasa menakutkan.
Tangannya terangkat, jari-jarinya merenggang ke arah jendela dan seketika jendela itu terbuka dengan sendirinya.
__ADS_1
Brak...
Angin seketika berhembus masuk membuat Agung seolah ingin terbang.
"Astaghfirullah hal adzim.. Ada apa ini?! Dek..." mata Agung sedikit menutup dengan wajah sedikit berpaling juga di tutup dengan kedua telapak tangannya, kakinya berusaha menahan dirinya supaya tidak mundur.
Hihihi...
Safa semakin terkikik senang, dia berjalan menuju jendela dan keluar dari sana.
"Dek! Safa!" teriakan Agung begitu lantang saat melihat Safa yang terbang begitu saja di tengah-tengah angin yang masuk.
"Safa!" teriak Agung lagi tapi Safa sudah tak peduli dan perlahan hilang dari jangkauan matanya.
"Gung, ada apa?" tanya bu Yati panik.
"Bu, Safa, Safa...," Susah untuk di ceritakan, Agung bingung mau memulainya dari mana. Apakah mungkin ibunya akan percaya?
"Agung, apa yang terjadi dengan Safa?" Ayahnya yang berbicara.
"Ayah, Safa, Safa kesurupan dan sekarang dia pergi." Akhirnya dia bisa bicara.
"Kesurupan?!" Keduanya begitu terkejut tak percaya bagaimana ini bisa, tak pernah Safa mengalami gak yang seperti sekarang ini.
"Iya, Yah, Bu. Safa di kuasai makhluk lain, dan sekarang dia pergi lewat jendela," Agung masih begitu panik.
"Agung akan mencarinya," Agung berlari dengan cepat.
"Gung.. Agung!"
__ADS_1
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung..