
**✿❀🌷❀✿**
"Aku melihatnya, dia mati... di sengaja di bunuh. Dia di bunuh." Safa terus meracau di antara sadar dan juga tidak.
Tatapannya masih kosong namun sangat jelas ad ketakutan di dalamnya.
Hal itu tentu membuat kedua pria itu sama-sama bingung karena tidak tau apa yang di lihat dan siapa yang mati karena di bunuh.
"Fa, apa yang kamu katakan. Siapa yang mati di bunuh. Fa, Safa!" dokter Andre terus mengejar pertanyaan itu namun Safa belum bisa menjawab, dia masih belum menerima pertanyaan dari siapapun.
"Dia telah mati, dia di bunuh," ucap Safa dengan suara yang masih terus bergetar, Safa masih berada dalam ketakutan yang sangat besar.
Bagaimana bisa dia melihat kejadian yang sangat mengerikan seperti itu. Apalagi yang ada di sana juga tidak mengetahuinya dan hanya dirinya sendiri yang melihat begitu jelas kejadian demi kejadian dan akhirnya perempuan itu jatuh.
"Heh cupu, cupu!" suara Jordan makin tinggi dengan kedua tangan yang akan bergerak untuk menggoyangkan tubuh Safa untuk menyadarkannya.
"Jordan, kamu jangan sembarangan kamu bisa melukai Safa dengan cara yang seperti ini. Dengan cara yang lebih bagus bisa kan?" dokter Andre tidak terima dengan perlakuan Jordan terhadap Safa yang dirasa begitu keterlaluan.
"Apa sih, Kak. Jangan terlalu lugu deh. Siapa tau dia itu hanya membohongi kita dan ingin memecah belah kita." kecurigaan yang benar-benar tidak mendasar.
Sepertinya rasa cemburu bukan hanya untuk pasangan kekasih saja atau ibu dan anak tetapi sesama saudara juga bisa merasakan cemburu ketika salah satu saudara lebih memperhatikan orang lain dan tidak mau mendengarkan dirinya. dan itulah yang terjadi kepada Jordan saat ini.
"Sudah ya! jangan pernah berpikiran buruk kepada siapapun apalagi dengan Safa yang sama sekali kamu belum tau apapun tentang dia."
"Emang apa yang kakak tau tentangnya. bukan kakak hanya seorang dokter yang telah membantu merawat dan melakukan operasi mata Safa Jadi apa yang kakak tahu. Hah! katakan padaku!"
__ADS_1
Jordan benar-benar tidak tahu apapun tentang dokter Andre juga Safa. Memang mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun tapi yang jelas, dokter Andre tidak akan mungkin rela dan membiarkan apapun terjadi kepada Safa.
"Ya, memang kakak yang melakukan itu. Terus kenapa? masalah?"
Pertengkaran malah terjadi kepada keduanya yang berselisih hanya dikarenakan Safa. Hingga keduanya melupakan bagaimana keadaan gadis yang membuat mereka berdua bertengkar seperti ini.
Di tengah-tengah perdebatan di antara keduanya Safa tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri, kepalanya begitu pusing dan dia tidak mampu menahan rasa sakit itu.
Untung di saat ambruk dokter Andre maupun Jordan sendiri mereka berdua langsung sigap menangkap Safa dan tidak membiarkan dia terjatuh ke lantai.
Dokter Andre tahu dengan apa terjadi dengan Safa saat ini adalah pengaruh dari matanya yang dapat melihat makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Semua ini begitu baru baginya dan tentu tidak akan mudah untuk membiasakan diri dari rasa ketakutan itu.
Siapapun jika mengalami hal yang sama pasti akan memberikan reaksi yang sama seperti Safa. Untung saja kalau Safa hanya sesekali tidak sadarkan diri tetapi bagi yang lain banyak yang lebih parah dengan apa yang terjadi dengan siapa saat ini.
"Dasar merepotkan!" kata-kata Jordan akan selalu keras dengan tidak ikhlas karena dia memang tidak mau melakukan hal-hal yang mengenai sama Safa.
"Lebih baik kamu pergi ke tempat acara mu dan mulailah, para tamu pasti sudah sangat menunggu. Biar dia kakak yang urus," ucap dokter Andre. Namun apa yang diperintahkan oleh dokter Andre tidak disambut baik oleh Jordan dia terlihat sangat kesal dan juga rasanya ingin marah.
Bukankah dia tidak ingin melihat kakaknya bersama dengan wanita cupu itu? jadi mana mungkin dia akan membiarkan kakaknya akan berduaan saja.
"Enak saja, lebih baik Kakak yang turun biar saya yang membawanya ke kamar." Jordan tidak terima dan menarik Safa.
"Lepasin Jordan, biar kakak saja."
"Kakak yang lepasin, aku tidak akan membiarkan kakak bersama dengan si cupu ini. Sekarang kakak pergilah," Jordan semakin kuat menarik Safa bahkan dia juga langsung mengangkat tubuh Safa tanpa seizin dari dokter Andre, Jordan juga langsung melangkah pergi. "Dasar keras kepala," umpat dokter Andre namun Jordan tidak mempedulikan itu dan tetap melangkah menuju kamar. Tetapi, bukannya dibawa ke kamar tamu Jordan malah membawanya ke kamarnya sendiri, entah apa yang terjadi padanya padahal biasanya siapapun tidak boleh masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Dia sangat anti mengizinkan orang masuk ke dalam kamar bahkan dokter Andre pun tidak pernah dia izinkan, entah apa yang ada di dalam kamar hingga membuat Jordan berperilaku seperti itu.
Perlahan Jordan menurunkan Safa di ranjangnya sendiri dengan sedikit kasar seolah dia tidak ikhlas menggendongnya bahwa mulutnya juga terus mengerucut kesel juga wajahnya yang ditekuk masam.
"Dasar merepotkan," umpatnya kembali lagi, Jordan memarahi Safa yang tidak sadarkan diri.
Dengan semua kekesalannya Dia juga melepaskan sepatu flat yang dipakai oleh Safa dan langsung menyelimutinya.
"Awas aja nanti kalau kamu berbuat aneh-aneh lagi apalagi sampai mau bunuh diri di kamarku," ancam Jordan.
Aneh ,padahal Jordan memiliki niat untuk mencelakai Safa tetapi yang terjadi malah sebaliknya dia membiarkan Safa tidur di kamarnya bahkan di atas ranjang miliknya sendiri.
Jordan bergegas untuk pergi ke acara ulang tahunnya tetapi baru saja beberapa langkah dia kembali berhenti dan menoleh ketika Safa mengigau.
"Dia mati, dia dibunuh, aku melihatnya dia mati," ucapan Safa itu membuat Jordan kembali lagi di sisi Safa.
Jordan sangat penasaran dengan gadis ini dia benar-benar sangat aneh. Banyak para cewek yang selalu mengejarnya dan tidak pernah berani kepadanya tetapi cewek ini dia berani marah kepadanya, bahkan sebenarnya apa yang selalu Safa lakukan di sekolahan itu bukan untuk menggodanya Jordan sadar akan hal itu, tapi entahlah semua terjadi karena kebenciannya kepada Safa hingga Jordan mengatakan seperti itu supaya Safa lebih dibenci oleh semua orang.
"Siapa yang mati dan siapa yang membunuhnya?" tanya Jordan kepada Safa siapa tahu meski dalam tidak sadar Safa akan menjawabnya.
"Dia mati, dia dibunuh," dan hanya itulah yang kembali Safa ucapkan.
Jelas Jordan sangat kecewa karena tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh siapa saat ini.
"Sebenarnya siapa yang dimaksud oleh Safa? nih gadis cupu benar-benar aneh," ucap Jordan lagi dan sekarang benar-benar berlalu pergi meninggalkan Safa di dalam kamarnya bahkan karena takut Safa akan keluar Jordan mengunci pintunya.
__ADS_1
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung...