
**✿❀🌷❀✿**
"Tolong... Tolong..." Suara_ku sudah semakin lirih dan perlahan mulai menghilang.
"Astaga, Safa!"
Aku yang menoleh ke bawah dan semakin ketakutan kini mendongak dan melihat siapa yang datang.
Aku tak percaya kalau kak Jordan lah yang pertama kali melihat ku, aku pikir dokter Andre yang datang karena biasanya dia selalu ada dan selalu sadar lebih dulu tapi ternyata yang datang adalah adiknya.
"Kamu ngapain di situ, kamu mau bunuh diri!" ucapnya. Kak Jordan juga berdecak karena melihat ku yang bergelantungan.
"Kau ini benar-benar gadis aneh, norak dan cupu lagi! Apakah kamu begitu menyesalnya karena takdir hidupmu mengenaskan seperti ini sampai-sampai mau bunuh diri!"
Astaga, nih orang melihat perempuan sudah begitu menahan supaya tidak jatuh dan sudah ketakutan dianya malah terus mengomel, Sungguh keterlaluan.
"Kakak datang mau marahin Safa atau mau bantuin sih! kalau mau marah-marah lebih baik kakak pergi, biarin saja Safa jatuh dan mati beneran bukannya itu akan membuat kak Jordan akan bahagia!"
Begitu dongkol hati Safa, jelas lah dia akan seperti itu. Sudah takut dan juga tangannya sakit karena terus menahan bebannya tapi malah di tambah di marahin.
"Heh! kamu jangan aneh-aneh ya. Jangan berani marah-marah padaku ini rumah ku dan kamu tidak boleh bicara tanpa izin dariku."
Jordan memang sangat menyebalkan. Dia tak melihat bagaimana Safa yang sudah ketakutan karena takut jatuh tapi dia masih saja terus berbicara seperti itu.
"Heh, kak Jordan! lebih baik kamu pergi saja daripada terus memarahiku. Aku tidak butuh di bantu oleh kakak, aku yakin bisa selamat. Pergi sana!"
Di larang tapi Safa malah bicara panjang kali lebar.
"Hey! berani sekali kamu mengusir ku dari rumah sendiri. Kamu sudah bosan hidup!" mata Jordan melotot ke arah Safa.
Bukankah tadi Jordan ingin mencelakai Safa supaya bisa pergi dari kehidupan dokter Andre? seharusnya ini menjadi kesempatan kan, tapi kenapa malah sepertinya di sia-siakan oleh Jordan?
Safa terus berusaha untuk bisa naik dengan sendiri tanpa bantuan dari Jordan. Kalau menunggu laki-laki menyebalkan itu entah dia akan selamat atau tidak karena pasti tangannya tak akan mampu menahan diri sendiri.
"Dasar nggak punya hati! ada orang kesusahan malah marah-marah. Bantuin kek!" gerutu Safa di iring usahanya.
Kata-kata Safa semakin membuat Jordan kesal, dia sudah memperingatkan Safa untuk diam namun tidak di gubris.
"Bisa diam nggak!" bentak Jordan.
"Bisa bantuin nggak!" balas Safa tak kalah galak. Menghadapi pria seperti Jordan memang harus seperti itu kan? kalau Safa takut-takut pasti akan semakin di tindas untuk ke depannya.
__ADS_1
Jordan begitu tidak percaya kalau ternyata Safa begitu berani kepada dirinya. Dia pikir Safa tidak akan berani dan dia bebas melakukan apapun dan menindas Safa, dan kini Jordan dibuat terkejut dengan keberanian cewek yang masih terus berusaha supaya bisa naik.
"Kamu juga Kinanti, bukannya menolong kamu malah terus ketawain aku, kamu sama saja seperti Kak Jordan yang tidak punya perasaan."
Ucapan Safa kali ini membuat Jordan bingung. Kinanti? Jordan menoleh ke semua sisi dan tidak ada satupun orang yang ada di sana selain mereka berdua.
"Dasar gadis aneh, semakin hari kamu semakin tambah tidak waras." ucap Jordan setelah tidak melihat siapapun di sana.
Safa terkesiap setelah dia sadar bahwa hanya dia saja yang bisa melihat Kinanti. Semakin Jordan akan menganggap dia seperti orang tidak waras saat ini.
Jordan memang tidak bisa melihat Kinanti yang berada di sana tetapi dia merasa sangat aneh dia merinding dan bulu kuduknya mulai berdiri.
Sekali lagi Jordan menoleh ke arah sekeliling namun tetap sama saja, dia tidak bisa melihat siapapun berada di sana. Dia terus meyakinkan bahwa Safa yang benar-benar tidak waras.
Terasa tempat menjadi semakin aneh, udaranya terasa semakin berbeda dari yang tadi. Semakin terasa mencekam padahal dia tidak berada dalam masalah dan di tempat-tempat yang berbahaya.
Jordan memegang tengkuknya sendiri, dia merasa semakin merinding saja. Apakah benar yang di ajak bicara Safa tadi ada di sana dan dia adalah makhluk yang tak kasat mata?
apakah itu Artinya Safa bisa melihat makhluk-makhluk yang seperti itu?
Jordan masih tidak berpikir sejauh itu karena sekarang yang ada dia sangat kesal pada Safa tapi dia merasa semakin kasihan melihat Safa yang terus berusaha dan tak kunjung berhasil.
"Sepertinya aku benar-benar akan mati. Ingat ya kak Jordan, sampai aku terjun bebas ke bawah dan aku mati maka aku tidak akan pernah rela sebelum membuat Kak Jordan menjadi gila. Siapa suruh terus mengatai Safa gila," ucap Safa.
"Iya-iya! aku akan bantuin kamu," akhirnya Jordan maju dan mendekati Safa.
Perlahan Jordan membungkuk dan memegangi tangan Safa. Sebenarnya dia merasa risih karena harus menyentuh tangan cewek yang begitu dia benci itu, tapi mau bagaimana lagi? dia tidak akan bisa menyelamatkan selain dengan cara itu.
"Pegang tangan ku!" ucapnya. Benar-benar dia menolong dengan tidak ikhlas nyatanya dia begitu kasar berbicara.
"Kakak ikhlas nggak sih!"
"Sudah jangan banyak bicara. Yang terpenting kamu bisa naik dulu." ucap Jordan yang kali ini sudah sedikit datar.
Safa tidak mengatakan apapun tapi dia sudah langsung meraih tangan Jordan yang sudah mengulur.
"Pegang kuat-kuat, aku juga masih belum mau mati," katanya.
"Siapa juga yang mau mengajak kakak mati. Safa juga masih ingin hidup," jawab Safa.
Perlahan di tarik tangan Safa dan membuat dia juga bisa perlahan naik. Ternyata kuat juga si Jordan. Tentu lah, dia kan jago basket tentu dia juga sering melakukan olahraga yang lain untuk memperkuat otot-ototnya.
__ADS_1
Sebenarnya tidak susah untuk bisa membuat Safa bisa naik karena Safa juga bertubuh sangat kecil pastilah akan sangat ringan. Tapi kenapa tidak untuk Jordan? dia sangat kesusahan.
Safa merasa sangat aneh, dia seakan di tarik juga ke bawah. Sepertinya ada yang tidak mau Safa selamat.
Safa menoleh ke bawah dan ternyata benar, ada makhluk yang memegangi kedua kakinya. Dia ikut bergelantungan, tapi sebenarnya dia ingin menarik Safa.
"Hey, lepasin!" seru Safa.
"Apa, lepasin! apa kamu gila! kamu mau mati, Hah!" Jordan yang menyahut dia pikir Safa berbicara kepadanya dan meminta Jordan untuk melepaskan.
"Safa tidak bicara dengan kakak," jawabnya.
'Hey, lepasin nggak! kalau kamu tidak lepasin aku bisa saja membakar mu. Lepasin!' seru Safa dalam hati.
Saran masih setia menoleh ke bawah dan tetap saja masih sama. Sosok hantu dengan wajah pucat dan juga kedua kantung mata menghitam itu terlihat menyeramkan. Dia seolah tak peduli dengan ancaman Safa.
'Oke, kamu sendiri yang memintanya jangan salahkan aku jika kamu akan terbakar,' batin Safa lagi.
Berbekal tameng yang di berikan oleh pak Kyai Safa bisa melawan para makhluk-makhluk yang memang sengaja untuk mengganggu bahkan ingin mencelakainya.
Sebuah doa Safa lafal_kan di dalam hati dan benar saja, makhluk itu perlahan menghilang.
"Astaga, Fa. Kamu itu kecil-kecil begini tapi kamu berat sekali kayak batu," umpat Jordan.
Dengan usaha akhirnya Jordan bisa membantu Safa naik. Namun pas Jordan menarik dengan kuat makhluk yang menganggu Safa tadi melepaskan laku menghilang hingga akhirnya karena Jordan saking semangatnya jadi membuat dia tertimpa Safa yang begitu ringan.
Brukkk...
Safa dan Jordan menyatu, Jordan di bawah dan Safa ada di atasnya.
Deg....
Jantung keduanya berdetak tak menentu jarak mereka begitu sangat dekat bahkan sama sekali tak ada jarak.
'Ternyata dia cantik juga. Aku pikir dia benar-benar cupu tapi kalau kacamatanya di lepas dia benar-benar terlihat cantik. Dia sangat berbeda.' batin Jordan.
"Safa, Jordan!" tatapan mereka berdua buyar karena panggilan yang sangat keras untuk mereka berdua.
Bukan hanya tatapan saja yang buyar tapi pujian Jordan yang ada di dalam hati juga ikutan buyar.
"Safa, Jordan! apa yang kalian lakukan?"
__ADS_1
"Bersambung......
**✿❀🌷❀✿**