Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Harus Datang


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Jelas Safa akan sangat curiga dengan perubahan Jordan yang terkesan sangat mendadak seperti saat ini. Tidak mungkin orang berubah baik dalam beberapa menit saja, pada tadi dia masih mengejek Safa bahkan mengatakan dengan terang-terangan tidak akan mengundang Safa ke acara ulang tahunnya.


Tetapi Safa tidak ingin mengatakan apa yang dia rasakan, meski dia curiga. Tetapi dia akan diam karena di sana ada dokter Andre juga. Kalau sampai Safa mengatakan sesuatu dan akan membuat Jordan marah pasti masalah besar akan terjadi di antara mereka berdua.


"Kamu akan datang ke acara ulang tahunku kan Fa?" tanya Jordan dengan mata memandang ke arah Safa dengan penuh harap meski terlihat jelas ada semburat lain yang Safa lihat.


"Hem, saya akan izin dulu kepada ayah. kalau Ayah mengizinkan saya akan datang tetapi kalau tidak maaf saya tidak akan datang," jawab Safa dengan tegas dan jelas mampu membuat kedua pria adik kakak tersebut kecewa.


Jordan ingin Safa menghadiri acara ulang tahunnya karena dia punya rencana buruk terhadap Safa, sementara dokter Andre dia kecewa karena tak akan bisa melihat Safa. Lebih tepatnya melihat mata mendiang istrinya.


"Bagaimana kalau saya jemput kamu, saya akan bilang sama ayah kamu dengan baik-baik. Dia pasti akan mengizinkan," Jordan terlihat begitu semangat dengan apa yang barusan dia katakan.


Seandainya hanya dengan itu satu-satunya cara supaya Safa bisa menghadiri acara ulang tahunnya kenapa tidak! Bahkan dia bisa melakukan yang lebih dari itu.


"Tidak usah aku akan berangkat sendiri kalau memang Ayah mengizinkan. Kak Jordan tidak perlu repot-repot menjemputku karena kakak kan yang akan ulang tahun masak malah mau pergi, bagaimana kata para tamu nantinya?


"Tidak apa-apa kan hanya sebentar saja, acaranya kan menunggu aku datang? nanti biar aku jemput," sepertinya Jordan tidak mau mengalah dia tetap kekeuh ingin menjemput Safa ke rumahnya itu artinya niat Jordan memang benar-benar harus terlaksana saat itu.

__ADS_1


"Tidak usah Dek, biar kakak saja yang menjemput Safa. kamu menunggu di rumah dan sambut semua tamu mu dengan baik. Tidak pantas kalau para tamu datang sementara kamu pergi, serahkan semuanya pada kakak Safa pasti akan datang," jawab dokter Andre.


"Beneran, Kakak akan menjemputnya dan membawa Safa datang ke acara ulang tahun Jordan? kalau memang kakak bisa memastikan itu maka semuanya aku serahkan kepada kakak. Kakak harus membawa Safa ke acara ku dengan tepat waktu juga dengan selamat."


Meski tidak mengatakan tetapi dokter Andre juga memiliki rasa curiga kepada adiknya tersebut dia tidak pernah segitu semangatnya dalam hal apapun. Jika dia seperti itu maka pastilah ada sesuatu yang direncanakan atau yang dia mau.


Tetapi yang jelas dokter Andre tidak akan pernah membiarkan apapun terjadi kepada Safa. Dia tidak mau kehilangan satu-satunya peninggalan istrinya. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Safa otomatis dia juga akan kehilangan peninggalan istrinya tersebut, benar begitu kan?


"Iya, Kakak akan pastikan membawa Safa tepat waktu dalam keadaan baik-baik saja. Karena kakak sendiri yang akan memastikan dari berangkat sampai dia pulang."


Semakin Jordan merasa tidak menyukai Safa dia semakin membenci Safa karena kakaknya begitu membelanya, bahkan dia yang akan memastikan Safa dalam keadaan baik-baik saja otomatis dia akan melawan kakaknya meski dengan cara yang halus dan tidak mencurigakan.


'Kakak bisa terus melindunginya, tetapi tunggu saja waktunya. Kalau waktu itu sudah tiba maka Kakak pun tidak akan bisa menolongnya dariku. Karena tujuanku adalah menjauhkan si cupu ini dari kakak,' batin Jordan.


Seketika Jordan pergi sembari melambaikan tangan kepada mereka berdua namun sama sekali tidak ada yang membalas. Safa maupun dokter Andre, meski mereka berdua menoleh ke arahnya dan mengikuti ke mana Jordan pergi hingga menghilang.


'Silahkan puas-puasin kalian berbicara karena aku pastikan ini akan menjadi hari terakhir kalian berbicara. kamu akan menyesal cupu,' batin Jordan sedikit menoleh ke arah keduanya setelah hampir dia menghilang dari tatapan mereka berdua.


Sementara Safa juga dokter Andre mereka berdua kembali berbicara setelah kepergian Jordan. Tetapi kali ini topik mereka berubah dan membicarakan perubahan Jordan kepada Safa.

__ADS_1


"Safa, kenapa aku merasa Jordan sangat aneh. Apa mungkin dia memiliki niat buruk kepadamu?" tanya dokter Andre siapa tahu Safa memiliki jawaban itu.


"Jangan berpikiran negatif kepada adik sendiri dok, seperti apapun dia dia adalah saudara dan sepatutnya harus dipercayai. Karena saudara harus selalu baik-baik saja dan menjaga hubungan baik," jawab Safa yang tidak mau dokter Andre memiliki prasangka buruk kepada Jordan meski sebenarnya Safa sendiri juga curiga.


"Memang iya sih, tetapi ini sangat tidak biasa. Dan biasanya ketika Jordan seperti ini pasti ada rencana yang ingin dia lakukan, dan aku takutnya dia memiliki rencana yang berniat buruk kepada kamu."


"Sudah lah Dok. Jangan terlalu diambil pusing, jika Kak Jordan memang memiliki niat buruk kepadaku maka biarkan saja niatnya itu ada di pikirannya sekarang yang terpenting kita harus berpikir bagaimana rencana itu supaya tidak akan terjadi. Bukankah seperti itu yang seharusnya kita lakukan?" ucap Safa dan membuat dokter Andre mengangguk setuju dengan pemikiran dari Safa.


"Kamu benar. Terus bagaimana? kamu benar-benar akan datang kan?"


"Entah, kan Safa sudah bilang akan minta izin lebih dulu pada Ayah. Kalau ayah izinkan ya datang kalau tidak ya tidak."


"Meski dokter datang ke rumah kalau ayah dan abang tidak izinkan Safa juga tidak bisa apa-apa. Jadi jangan berharap lebih untuk Safa datang."


Ini akan menjadi tantangan utama dokter Andre, dia harus bisa membujuk pak Muji juga Agung supaya mengizinkan Safa pergi bersamanya dan menghadiri acara ulang tahun adiknya.


"Semoga saja ayah mu mengizinkan."


"Amin..."

__ADS_1


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung....


__ADS_2