
**✿❀🌷❀✿**
Setengah hari penuh Safa dan juga Jordan terus bergandengan karena tangan mereka yang terus di ikat oleh Jordan, bahkan sampai di kantin juga masih terus seperti itu.
Hal yang di lakukan oleh Jordan itu tentu membuat Angelina sangat marah, di ingin memberikan pelajaran pada Safa tapi sayangnya ada Jordan bersamanya membuat dia tak berani mendekat.
Angelina terus menggerutu dan terus menghujat Safa tapi tak berani mengatakan langsung pada Safa yang saat ini di saat istirahat kedua masih saja dalam posisi yang sama.
Safa begitu bingung saat dia ingin menjalankan shalat dhuhur, bagaimana bisa dia melaksanakannya sementara tangan mereka masih menyatu.
"Hey, aku mau ke kantin!" seru Jordan kesal.
"Aku juga mau ke mushola," Safa pun tak kalah berani dan suaranya terdengar melengking sama seperti Jordan.
"Aku sudah lapar, Safa," katanya.
"Aku juga harus shalat, Kak Jordan."
Keduanya terus berdebat bahkan juga mereka saling tarik menarik karena tujuan yang berbeda.
"Lagian kakak aneh, kalau kakak memang mau makan ya sudah lepas ini dong!" protes Safa berani.
"Ogah! nanti kamu kabur malah jadi kerjaan buat ku. Ayo ke kantin," Jordan menarik dengan cepat tapi kali ini pergerakannya kalah dengan pergerakan Safa.
Bukan ke arah mushola tapi ke arah lain.
__ADS_1
"Hey, kamu mau kemana!" seru Jordan.
Terlihat sangat aneh karena Safa tak lagi menjawab apa yang dia katakan, dia terus melangkah dan berhasil membuat Jordan mengikutinya. Sebenarnya Safa akan kemana, dan apa yang dia lihat sampai-sampai dia tidak berkedip melihatnya.
"Hey, kamu lihat apa sih?" Jordan melihat ke arah yang sama seperti Safa tapi jelas saja dia tidak akan melihat apapun.
Safa tak peduli juga tak menjawab dia terus fokus dengan apa yang dia lihat sekarang. Kakinya melakukan menuju tangga satu persatu menginjak anak tangga hingga sampai ke lantai dua.
Sementara Jordan, dia tak bisa melepaskan diri dan tak bisa jauh dari Safa semua ini karena ulahnya sendiri menjadikan dia terus mengikuti Safa.
Awalnya dia ingin mengendalikan Safa dengan melakukan hal itu tapi ternyata sekarang dia yang di kendalikan.
"Nggak jelas banget sih kamu Fa," omel nya.
Bagaimana mungkin di siang hari seperti ini ada makhluk lain yang menampakkan diri, tapi nyatanya Safa melihatnya kan?
"Fa, aku sudah lapar," Jordan tetap mengoceh matanya melihat ke belakang dan dia sudah jalan begitu jauh dari tempat semula.
"Sttss..., kak Jordan bisa diam tidak?" akhirnya Safa menoleh dan melarang Jordan untuk berisik. Jari-jari telunjuknya sudah terangkat dan berdiri di depan bibirnya.
"Emang kamu lihat apa sih?" lagi Jordan bertanya dia sangat penasaran.
"Sttss..." Safa tetap gak mengatakan dia melihat apa tapi dia terus melangkah.
Jordan begitu merinding sekarang meski tak melihat apapun. Apalagi sekarang di lantai itu terlihat sangat sepi dan juga Safa terus melangkah dan membawanya ke tempat ruangan yang gak terpakai dan berada di paling belakang.
__ADS_1
"Fa, kenapa kota ke sini?" bulu kuduk Jordan berdiri tengkuknya juga terasa panas dan tebal. Apalagi di tambah ketika mereka berdua masuk di ruang yang terbengkalai.
Duarr.....
"Akk!" Jordan berteriak saat baru masuk saja dan ada pigura kosong yang tiba-tiba terjatuh, tapi anehnya kaca itu tidak pecah bahkan retak pun juga tidak.
"Ini benar-benar mustahil," gumam Jordan tak percaya. Bagaimana bisa pigura itu tetap utuh dan tidak terjadi apa-apa.
Brakk...
Dan setelahnya, pintu tiba-tiba tertutup.
"Hah!" Jordan terperanjat dan seketika membalik. Tangannya bergerak meraih gagang pintu tapi sayang, pintu tidak bisa terbuka dan terkunci.
"Fa, kita terkunci di sini," suara Jordan sudah gemetar.
Sementara Safa, dia tetap diam dan terus melihat-lihat sekeliling. Apa yang tadi dia lihat sekarang tidak terlihat lagi tapi energi negatif benar-benar kuat Safa rasakan.
"Fa, bagaimana kita keluar?" Jordan menggaruk tengkuknya sendiri. Salah sendiri kan tadi di peringkat oleh Safa tapi tidak mau dengar, sekarang dia ketakutan sendiri setelah Safa seperti ini.
"Fa..." Jordan merengek tapi Safa tetap diam dan tenang. Entah apa yang dia cari.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....
__ADS_1