Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Semua Khawatir


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Bukannya pulang setelah sekolah tapi Safa malah pergi ke tempat seorang Kyai yang begitu terkenal di daerah itu. Tentunya bukan tanpa tujuan tapi terdapat tujuan yang sangat besar dan harus di segerakan. Safa sangat ingin semua keanehan yang terjadi padanya itu tidak lagi terus mengganggunya.


Seandainya bisa, Safa ingin menutup mata batinnya supaya tak dapat melihat lagi makhluk-makhluk yang memang tak harus dia lihat.


"Dokter, kita beneran akan harus ke sini?" Safa begitu ragu untuk masuk ke dalam rumah yang terbuat dari kayu.


Rumah yang terlihat asri dan juga terasa sangat nyaman ketika mata melihat.


"Jelas, kita harus ke sini. Bukannya kamu mau kembali normal?"


"Iya sih, tapi aku takut," Safa belum pernah datang ke orang yang seperti itu dan ini adalah yang pertama untuknya.


"Tidak usah takut, Pak Kyai sangat baik kok, beliau pasti akan memberikan arahan-arahan padamu. Yuk turun," Dokter Andre sudah siap turun.


"Tapi...?"


"Sudah, ayo cepat turun. Biar semuanya cepat berakhir Fa. Dan kamu juga bisa tau apa yang sebenarnya terjadi padamu," Dokter Andre begitu semangat.


Dokter Andre turun lebih dulu begitu juga dengan Safa yang akhirnya turun juga meski terdapat keraguan yang sangat besar.


"Yuk," Dokter Andre menghampirinya berjalan lebih dulu dan Safa mengikuti tanpa menjawab.


Rumah yang dengan bahan utama dari kayu berwarna cokelat itu tiba-tiba saja terbuka sebelum keduanya mengetuk pintu, hal itu membuat Safa merasa merinding dan bersembunyi di belakang dokter Andre.


"Dok, aku takut," Safa sudah bergidik melihat itu. Pintu sudah terbuka tapi sama sekali tak ada yang keluar menyambut, lalu?


"Tidak usah takut," Dokter Andre menoleh ke belakang dan melihat Safa yang sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," Seru dokter Andre.


"Wa'alaikumsalam..." Jawaban langsung di dengar oleh Safa ataupun dokter Andre.


Tak lama ada seorang yang begitu berwibawa dan terlihat begitu menyejukkan hati keluar dari rumah, dia tersenyum melihat kedatangan dokter Andre apalagi melihat Safa yang ada di belakangnya.


"Kenapa baru datang sekarang, saya sudah menunggu mu dari kemarin." Katanya.


"Hah!" Safa terperanjat, sudah di tunggu? Apakah pak Kyai tau kalau Safa akan datang?


"Ayo masuk," Ajak pak Kyai dengan sangat penuh dengan wibawa.


"Ayo masuk," Dokter Andre kembali menoleh ke arah Safa dan melihat Safa yang masih terpaku dalam pikirannya sendiri.


"Ayo," Kembali dokter Andre berucap dan mengejutkan Safa.


"I_iya," Safa mengangguk dia juga langsung berjalan namun tetap di belakang dokter Andre.


Tentu terdapat beberapa foto-foto tokoh agama terdahulu yang sama sekali tidak Safa kenal. Safa memang sangat asing dengan hal-hal seperti itu, meski dia juga selalu menjalankan perintah Allah tapi itu hanya sekedar ungkapan rasa syukur dan juga untuk memenuhi kewajiban.


**✿❀🌷❀✿**


Pak Muji juga bu Yati menunggu Safa pulang dengan tidak sabar, sebenarnya sudah waktunya untuk Safa pulang namun anak perempuannya itu lagi-lagi pulang dengan terlambat tentu membuat kedua orang tua begitu sangat khawatir.


Apalagi jika mengingat semua yang pernah menimpanya satu bulan yang lalu orang tua mana yang tidak akan pernah khawatir pastilah hati juga terus gelisah.


Bukan hanya mereka berdua yang menunggu kepulangan Safa tetapi juga ada Zidane yang sudah tidak sabar karena ingin memberitahu kepada Safa akan hasil ulangan yang dia peroleh kali ini.


"Yah, kak Safa pergi ke mana lagi sih kenapa sampai sekarang belum pulang, kak Safa ada les ya?" Tanya Zidane tak sabar.

__ADS_1


"Ayah juga tidak tau, Zidane. Mungkin kakak mu sedang dalam perjalanan," Jawab Pak Muji yang sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan Safa juga.


"Seharusnya dia sudah pulang loh, Yah. Tapi kenapa belum juga terlihat? Kalau ada les pasti dia kasih kabar. Atau ayah hubungi Agung saja untuk jemput dia sekalian dia sebentar lagi juga pulang kan?" Saran bu Yati.


"Boleh juga," dengan cepat Pak Muji langsung mengambil ponsel jadul yang ada di atas meja dan segera menghubungi Agung untuk sekalian menjemput Safa saat pulang.


Sudah dua jam Safa molor dari waktu pulang sekolah yang seharusnya tentulah kedua orang tua sangat khawatir kepadanya.8


Bu Yati begitu tidak sabar menunggu sesekali dia duduk sembari melipat pakaian dan sesekali juga berdiri dan berjalan menuju pintu untuk melihat, siapa tahu anaknya sudah terlihat dan malah duduk di luar tetapi ternyata memang tidak, Safa a pulang sama sekali.


"Sabar lah, Bu. Sebentar lagi pasti pulang," Kata pak Muji.


Baru juga Pak Muji terdiam ada pesan masuk dan ternyata pesan tersebut dikirim dari Agung yang menanyakan apakah Safa sudah pulang atau belum karena aku sudah pergi ke sekolah dan ternyata semua murid sudah pulang.


Tentu saja itu membuat semua menjadi semakin cemas memikirkan keberadaan yang tidak mereka tahu dimana sekarang. Bagaimana kalau sampai siapa mengalami masalah lagi.


"Coba hubungi Safa lagi, Yah." ucap Bu Yati.


Sebenarnya sudah dari tadi Pak Muji terus berusaha untuk menghubungi ponsel Safa namun tidak pernah tersambung.


"Iya, Bu." Pak Muji benar melakukan apa yang diminta oleh bu Yati tetapi hasil yang dia dapat tetap sama saja nomornya tidak tersambung.


"Tidak bisa, Bu," ucapan dari Pak Muji membuat kecemasan semakin membesar.


Pak Muji kembali menghubungi Agung dan mengatakan kalau Safa belum pulang dan semua orang kini terlihat bingung.


"Sebenarnya kamu di mana, Dek?" Gumam Agung yang begitu bingung dan dia masih berada di depan gerbang sekolah.


**✿❀🌷❀✿**

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2