
**✿❀🌷❀✿**
Safa terus mengikuti seseorang yang dia lihat berjalan ke arah suatu tempat. Entah siapa dia Safa sendiri tidak tau karena belum melihat seperti apa wajahnya tapi kalau di lihat-lihat sepertinya dia bukan orang sembarangan atau mungkin malah memang bukan orang?
Bajunya berwarna putih dengan rambut panjang si pinggul dan terlihat tidak rapi. Dia sama sekali tidak menoleh ke arah Safa dan terus berjalan entah akan pergi kemana.
Safa tidak memanggil atau berbicara apapun, dia hanya terus diam namun terus mengikuti. Dia merasa ada yang aneh karena terlihat begitu pilu daripada wanita yang terus berjalan itu.
Dengan tubuh gemetar juga dengan rasa takut Safa terus melangkah, rasanya sangat ragu tapi dia sangat penasaran. Tentu karena Safa ingin melihat siapa dia.
Semakin jauh Safa melangkah, sama sekali tidak menoleh ke belakang dan tidak menyadari kalau dia sudah begitu jauh dari tempat yang tadi.
Rasanya begitu mencekam, dingin tapi berkeringat cukup aneh dengan rasa itu.
"Sebenarnya dia siapa, dan mau apa?" gumam Safa dan terus melihat ke arah wanita yang terus berjalan itu.
Safa mengikuti wanita itu melangkah menaiki sari persatu anak tangga entah akan sampai mana dia akan mengajak Safa. Sepertinya dia memang sengaja supaya Safa terus mengikuti.
Tidak tau kemana wanita itu menghilang tapi yang jelas di hadapannya ada sebuah pintu terakhir.
Safa terlihat sangat bingung dia ragu dalam sesaat ketika pintu di hadapannya itu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya tentu Safa yakin kalau wanita itu masuk ke sana dan menginginkan Safa untuk ikut.
"Benarkah aku harus masuk?" Dengan menghilangkan rasa keraguan Safa masuk melewati pintu tersebut, hingga akhirnya Safa sampai ke rooftop yang begitu sangat luas.
Tentu Safa sangat bingung dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru namun tidak dia lihat ada siapapun di sana.
Terdapat tempat untuk duduk bersantai di sana, dan di sana pastilah aku bisa melihat keindahan malam yang di penuhi bintang-bintang seperti malam ini.
Brakkkk....
Tiba-tiba saja pintu itu tertutup dengan sendirinya dan membuat Safa sangat terkejut. Dia terperanjat dan seketika menoleh ke arah pintu.
Safa kembali menghampiri dan ingin membuka pintu tersebut tetapi tidak bisa karena seperti terkunci dari dalam.
Brak brak brak....
__ADS_1
"Tolong buka, siapapun di dalam. Tolong buka pintunya!" Kini Safa berteriak mengeluarkan suaranya untuk meminta siapapun akan membukakan pintu supaya dia bisa pergi dari sana.
Tapi yang Safa lakukan salah, karena tak ada siapapun yang ada di sana. Tak ada suara apapun, langkah kaki atau hanya sekedar hembusan nafas saja gak terlalu terdengar.
Angin perlahan berhembus membuat Safa mulai merinding. Itu bukan angin biasa yang membawa rasa dingin tetapi malah sebaliknya, ada energi lain yang datang bersamaan dengan angin itu.
"Nina bobo oh Nina bobo kalau tidak bobo di gigit nyamuk.. Bobok lah sayang oh anak ku sayang... Kalau tidak bobok di gigit nyamuk..."
Seketika Safa menoleh karena mendengar suara perempuan yang menyanyikan lagu Nina Bobo, entah untuk siapa tapi jelas untuk anaknya kan?
Semakin merinding Safa dia sudah tau siapa yang datang sekarang, wanita yang biasa bernyanyi itu ketika dia datang.
Suaranya mampu membuat bulu kuduk berdiri juga menghadirkan perasaan yang sangat aneh.
Apakah dia datang karena tugas yang belum juga Safa lakukan?
Dari kejauhan Safa melihat wanita tersebut duduk di ayunan tentu juga dengan menggerakan ayunan tersebut dan terus bernyanyi. Safa masih tidak bisa melihat wajahnya karena ayunan itu memunggungi tempat sampah sekarang.
Setelah beberapa kali lagu Nina Bobo tersebut dinyanyikan Kini tak lagi ada suara namun hanya terdengar decitan dari ayunan yang terus bergerak maju mundur.
"Aku rela memberikan mataku kepadamu tetapi semua itu harus ada imbalannya. Kamu harus melakukan apa yang aku mau dan kamu bisa memiliki mata itu seumur hidup. Tetapi jika kamu tidak mau maka aku akan mengambilnya darimu."
"A_aku..."
"Semua terserah padamu. Semua juga tergantung pada dirimu sendiri kalau kamu memang membutuhkan mata itu tentu kamu harus melakukan apa yang menjadi keinginanku."
Safa begitu bingung, apa yang harus dia lakukan yang jelas dia tidak mau melakukan apapun yang akan melukai orang lain.
Diamnya Safa membuat wanita tersebut murka dia begitu marah energi kuat keluar dalam dirinya hingga membuat Safa seolah tercekik dan tubuhnya mulai terangkat. Safa begitu kesakitan dan juga merasa sangat takut kalau dia akan disakiti oleh makhluk perempuan itu.
"Sa_sakit... lepaskan saya. Lepaskan," suara Safa seolah berhenti di tenggorokan saja dan tidak bisa keluar dengan sempurna. Begitu kuat energi itu hingga membuat Safa kesakitan bahkan tubuhnya kini benar-benar sudah mengambang atau udara.
Seandainya saja energi itu hilang maka sapa pasti akan terjatuh di sana.
"Apakah kamu tidak bersedia!" Ucapan wanita itu sudah begitu kasar meski dia tidak menulis sama sekali ke arah Safa dan membuatnya tidak bisa melihat seperti apa wujud sebenarnya.
__ADS_1
Semakin tinggi dan lebih tinggi lagi Safa terangkat ke udara membuatnya semakin bertambah takut namun dia tidak bisa melakukan apapun untuk mengendalikan perempuan itu.
Safa semakin takut lagi ketika energi itu seolah menerbangkan Safa hampir menjauhi rooftop. Bisa dipastikan kalau Safa terjatuh Mungkin dia tidak akan selamat karena ketinggian begitu tinggi.
Apakah Safa akan benar-benar dijatuhkan dari ketinggian hingga menuju pelataran rumah yang bertatanan paving.
"Ja_jangan bunuh saya. Saya mohon," Safa mulai memohon kepada perempuan itu berharap akan diberikan welas asih hingga saat selamat.
Tetapi apa yang Safa katakan seolah tidak didengar oleh perempuan tersebut dia terus dalam amarah dan mengeluarkan energi buruk kepada Safa.
Safa begitu bingung apa yang akan dilakukan. Hingga akhirnya Safa mengingat apa yang dikatakan oleh Pak Kyai kemarin.
'Jangan pernah memohon apapun kepada makhluk yang kamu lihat di saat dia mengganggumu tetapi mohonlah pertolongan kepada Sang Pencipta untuk melepaskan_mu dari semua gangguan ataupun kejahatan makhluk-makhluk itu.'
Untung saja kemarin Safa diberi penjelasan oleh Pak Kyai Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah seperti itu. Sebuah doa Safa lafalkan di dalam hatinya dengan keyakinan yang penuh bahwa Sang Pencipta akan menolongnya dan melepaskan dia dari gangguan makhluk tersebut.
Hingga perlahan energi itu mulai berkurang dan dan juga wanita itu mulai kesakitan hingga akhirnya terlepas rasa apa dari energi negatif yang menerbangkannya.
Namun masalah yang begitu menaklukan terjadi kepada Safa ini dia terjatuh ke bawah namun tangannya mampu memegang Pinggiran bangunan dan membuat Safa bergelantungan.
"Akk!!" teriak Safa dengan sangat keras. Untung saja tangannya bergerak cepat kalau tidak mungkin dia akan terjun bebas.
Safa melongok ke bawah dia begitu ketakutan, dia sangat takut kalau dia akan benar-benar terjatuh dari sana maka habislah riwayatnya.
"Tolong... Tolong...." teriak Safa begitu keras berharap akan ada orang yang mendengar.
"Bang, Safa takut..." Safa terus berusaha untuk naik tapi itu tidak mudah untuknya.
Begitu lama Safa di sana, terus bergelantungan dan juga terus berteriak meminta tolong hingga suaranya terasa hampir habis.
Safa menangis doa sangat takut dia belum siap untuk mati tentunya.
"Tolong... Tolong..." Suaranya sudah semakin lirih dan perlahan mulai menghilang.
"Astaga, Safa!"
__ADS_1
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....