
**✿❀🌷❀✿**
Meski merasa terganggu melihat Safa juga Jordan yang berpelukan juga bersikap begitu manis tapi Andre tetap tidak egois dan memilih melihat apa yang telah terjadi.
Memang, sebenarnya ada rasa panas dalam hati Andre ketika Safa di peluk oleh Jordan adiknya sendiri karena Andre masih merasa kalau Safa tidak akan di perbolehkan bersama laki-laki lain.
Safa yang memiliki mata mendiang istrinya harus tetap bersamanya. Dan itu yang dia pikirkan.
Mungkin memang terdapat rasa egois di dalam hatinya karena ingin membatasi kebebasan Safa dengan siapa dia akan berteman dan akan dekat.
"Dek, ada apa ini?" Andre masuk ke dalam kamar dan melihat bagaimana keadaan kamar Jordan yang begitu berantakan.
Apakah Jordan marah dengan Safa hingga semua ini terjadi? Atau mungkin karena Jordan ingin melakukan sesuatu pada Safa dan Safa menghancurkan semua ini?
Tak jelas siapa yang melakukan, Safa atau Jordan entah Jordan yang marah dan melakukan semua ini atau mungkin Safa yang melakukan karena ingin melindungi diri dari perbuatan Jordan yang ingin menyakitinya.
Safa masih terdiam di tempatnya dia terlihat menjadi canggung karena kedatangan Andre yang tiba-tiba. Semennya Jordan, dia sudah menarik tangannya dari pipi Safa yang tadi menghapus air matanya.
"Dek, ini kenapa? Kenapa bisa seperti ini?" Andre kembali bertanya. Ini sungguh aneh kan?
Memang, biasanya kamar Jordan berantakan tapi tidak sampai semua barang-barang hancur seperti ini. Ini sudah sangat luar biasa sudah seperti kapal pecah yang begitu berserakan.
"I_ini...?" Jordan sangat ragu untuk menjawab. Apakah dia akan mengatakan semuanya dengan jujur pada Andre? Apakah dia akan percaya?
Apa yang terjadi pada dirinya sendiri saja sebenarnya Jordan antara percaya dan juga tidak. Bagaimana mungkin di bisa tercekik dan kesakitan, terangkat lalu terlempar begitu saja tanpa melihat siapa atau apa yang melakukannya.
Lalu? Apakah Andre akan percaya begitu saja dengan cerita itu.
"Dokter, sebenarnya ini bukan kak Jordan atau Safa yang melakukannya. Tapi... Tapi mereka..."
Akhirnya Safa bersuara dan juga berdiri dengan membantu Jordan yang terasa masih sangat lemah. Mungkin dia masih merasa sangat sakit.
"Mereka?!" Andre begitu terkejut, dia seketika membalikkan tubuhnya setelah mendengar kata dari Safa barusan.
Andre langsung berjalan cepat ke arah Jordan dan Safa dengan panik juga khawatir apalagi melihat keadaan Jordan yang terlihat begitu kusut.
"Dek, kamu tidak apa-apa kan?" Andre langsung bertanya akan bagaimana keadaan Jordan.
Andre sangat menyayangi Jordan jadi mana mungkin dia akan diam saja ketika adiknya itu kenapa-napa.
Semua tak lepas dari pemeriksaan Andre, semua di periksa hingga di temukan beberapa luka lebam dan juga luka akibat tergores pecahan-pecahan apapun yang ada di lantai.
"Astaga, kenapa bisa sampai seperti ini?" Jelas Andre sangat bingung.
"Aku tidak apa-apa kok, Kak. Sungguh," Meski di sekolah Jordan begitu keras kepala dan juga sok jago dalam hal apapun ternyata kalau di rumah dia begitu manja dengan kakaknya.
__ADS_1
Dan inilah hal baru yang Safa lihat dari Jordan.
"Kenapa kamu senyum-senyum!?" Ketahuan Safa tersenyum melihat Jordan yang begitu di perhatikan oleh Andre.
Tak ada yang salah sih. Lumrah dan memang seharusnya seperti itu tapi Safa merasa aneh saja, lucu gitu kan?
"Tidak, Safa tidak senyum," Kilah Safa mengelak apa yang sudah di pergoki oleh Jordan.
"Ngeles saja bisanya," Jordan terlihat kesal lagi. Wajahnya di perlihatkan pada Safa seolah ingin melakukan sesuatu lagi tapi langsung di hentikan oleh Andre.
"Sudah lah, Dek. Kamu jangan mengganggunya. Apa kamu tidak lihat apa yang sedang terjadi pada kamu sekarang?"
Ucapan Andre membuat Jordan tersadar, dia mengingat lagi bahwa apa yang terjadi padanya ini kan akibat dia yang ingin jahatin Safa, kalau dia melakukan lagi pastilah kejadian serupa akan terjadi lagi kan?
"Kamu bagaimana Fa, kamu baik-baik saja kan?" Kini Andre beralih ke arah Safa.
Andre juga ingin memeriksa keadaan Safa karena dia juga sangat khawatir tapi belum juga terjadi Jordan sudah menghentikannya.
"Dia baik-baik saja, Kak. Tadi Jordan sudah cek keadaannya."
Jordan seolah tidak rela kalau Sampai Andre menyentuh Safa. Benarkah ada rasa dalam diri Jordan tapi dia gengsi mengakuinya?
"I_iya. Safa baik-baik saja," Safa tergagap untuk menjawab. Bagaimana mungkin dia akan mengatakan hal lain sementara Jordan sudah mengatakan hal itu, juga jangan lupakan mata Jordan yang sudah melotot ke arahnya.
"Beneran, Kak. Safa tidak apa-apa saya sudah memeriksanya," Kembali Jordan menghalangi dan juga menegaskan kalau Safa memang dalam keadaan yang baik-baik saja.
Ragu-ragu tapi Andre berusaha percaya lagian Safa memang terlihat baik-baik saja. Dia lebih baik daripada Jordan.
**✿❀🌷❀✿**
Tidak hanya Andre saja yang akhirnya mengantarkan Safa pulang tapi Jordan juga ikut berpartisipasi menjadi pengantar Safa dan memastikan selamat sampai tujuan.
Bahkan Jordan saja tidak percaya dengan kakaknya sendiri dan memiliki ikut untuk memastikan.
Sempat Safa begitu pusing mendengar perdebatan mereka berdua yang hanya ingin mengantarkannya. Mereka saling berebut seperti anak kecil yang memperebutkan mainan.
Sangat lucu tapi juga terlihat sangat mengesalkan ketika melihatnya.
"Fa, sebaiknya kamu jangan dekat-dekat sama kakakku ya. Dia itu mantan Playboy loh," ucap Jordan memulai pembicaraan memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.
Safa mengernyit mendengar apa yang dikatakan oleh Jordan barusan. Playboy? Apapun masa lalu Andre bukankah tidak ada urusannya pada Safa terus kenapa Jordan melarang Safa untuk dekat dengan Andre?
Sementara Andre sendiri seketika dia menoleh ke arah adiknya itu yang menoleh ke arah dirinya juga ke arah Safa dengan pergantian tentu dengan wajah yang sangat sok imut tapi menyebalkan.
"Apa maksudmu bicara seperti itu? Sepertinya kamu mulai lagi dari gara-gara. Apa tadi belum puas?"
__ADS_1
Jelas Andre akan sangat kesal dengan perlakuan adiknya yang selalu saja memancing amarahnya entah itu hanya dengan hal-hal kecil atau besar sekaligus.
"Aku hanya bicara fakta kan Kak. Dulu kan Kakak memang Playboy dan setelah itu kakak baru tobat setelah bertemu dengan Kak Sarah," ucap Jordan.
'Sarah?' Pekik Safa dalam hati.
Safa tidak mengetahui dan juga mengenal siapa yang bernama Sarah tetapi kenapa rasanya orangnya sangat tidak asing. Safa baru mendengar namanya saja saat ini tetapi rasanya Dia selalu bertemu dengan orangnya setiap hari.
"Siapa Sarah?" Safa memberanikan diri bertanya kepada keduanya Dia sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Sarah yang dimaksud oleh Jordan.
"Dia adalah kakak ipar, istrinya kak Andre," Celetuk Jordan sekenanya.
Andre berusaha menutupinya dari Safa tetapi malah adiknya sendiri yang membuka lebar-lebar dan juga sangat terang-terangan siapa Sarah sebenarnya dan apa hubungan mereka.
Safa terdiam setelah mendapatkan kenyataan perubahan Andre sudah meninggal. Tetapi kenapa Safa tidak melihat istrinya? dan kenapa juga Andre selalu mendekati Safa Apa tujuannya?.
Apakah benar bahwa Andre sangat Playboy bahkan sampai sekarang dia berusaha mendekati perempuan lain di belakang istrinya sendiri?
"Apa sih dek. Sudah deh lupakan semuanya karena kakak tidak mau mengingat semua itu lagi."
Jelas Andre tidak ingin mengingat semua masa-masa yang paling menyesatkan bagi dirinya. Dan dia juga ingin sejenak melupakan kenangan tentang Sarah meski dia tidak bisa tapi setidaknya dia bisa sedikit istirahat untuk melupakannya.
Andre hanya tidak mau selalu merasa kesedihan yang begitu dalam, Dia sangat lelah dengan keadaan itu memikirkan seorang yang sudah tidak bisa dilihat apalagi dimiliki itu sangat menyakitkan.
"Siapa Sarah?" Kembali Safa bertanya dia masih sangat penasaran dia ingin mengetahui semua tentang Sarah kenapa rasanya ada yang mendorongnya untuk dia tahu segalanya tentang Sarah.
"Sarah itu kakak ipar istrinya kak Andre kan aku sudah jelaskan tadi nggak ngerti sekali sih kamu? Katanya cerdas." Sinis Jordan.
Memang Safa sudah mendapatkan jawaban itu tetapi bukan itu yang dia maksud dia ingin semuanya tentang Sarah.
"Apakah aku bisa bertemu dengan Sarah?" tanya Safa. Safa benar-benar dibuat penasaran siapa sebenarnya Sarah itu.
"Hahaha!" Bukannya menjelaskan tetapi Jordan malah tertawa terbahak-bahak seolah meledek pertanyaan Safa barusan.
"Tidak bisa, Kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan Sarah." Kini Andre yang menjawab membuat Jordan langsung terdiam karena dia pikir Andre tidak akan berbicara.
"Kenapa? Apakah dia di luar kota?" Safa hanya bisa berpikir seperti itu kalau tidak berada di luar kota pasti Sarah ada di luar negara Indonesia sampai-sampai dia tidak bisa bertemu karena jarak yang jauh.
"Bukan, tetapi Sarah sudah kembali kepada sang penciptanya."
'Kembali kepada sang pencipta?' Kini Safa terdiam rasa penasarannya mulai menipis tetapi masih tetap ada.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung.....
__ADS_1