
**✿❀🌷❀✿**
Acara berjalan dengan sangat lancar meski sedikit terlambat. Di dampingi kedua orang tua juga dokter Andre selaku kakak kandungnya Jordan nampak begitu senang.
Melupakan bagaimana keadaan Safa sekarang yang entah sudah sadar atau belum. Tapi, Jordan benar-benar keterlaluan Safa pingsan dan malah di kunci dalam kamarnya tanpa menyuruh orang untuk memeriksanya. Mungkinkah itu wujud dari kebenciannya?
Semua teman-teman tak ada yang izin semua datang karena setiap tahun acara ulang tahunnya selalu saja meriah. Apalagi Angelina, dia paling semangat dan berdandan begitu cantik supaya dapat di lirik oleh Jordan.
Gaun merah selutut dengan mengembang di bagian bawah sementara atasnya pas di tubuhnya juga tanpa lengan. Di tambah tatanan rambut yang begitu mewah di tambah dengan kalung berlian yang memiliki permata berwarna merah.
Sementara Bianca dan juga Renata juga tak kalah mewah pakaian yang mereka kenakan di tambah semua aksesoris lainnya, karena mereka bertiga kan memang lahir dari keluarga yang kaya raya.
Kedatangan mereka juga pasti membawa hadiah yang sangat mewah dengan harga yang fantastik, semua itu juga untuk mendapatkan perhatian dari Jordan.
"Selamat ulang tahun, Kak Jordan," Begitu antusias Angelina menghampiri Jordan yang tengah berdiri dengan teman-teman laki-lakinya.
Angelina terus tersenyum dengan begitu sumringah dengan wajah yang begitu bungah, tentu Angelina sangat bahagia dan semakin terpana melihat ketampanan Jordan yang semakin sempurna.
"Hem, terima kasih," Jawab Jordan.
Siapa yang tidak akan tertarik dengan idola sekolah seperti Angelina Jordan pun sama. Tapi, sayangnya Jordan hanya mengagumi kecantikannya saja namun tidak dengan sifatnya yang begitu manja dan juga posesif. Bahkan Angelina juga begitu resek selalu mengganggu Jordan dan membatasi semua pergerakannya.
Belum apa-apa saja Jordan sudah tidak bisa bernafas lega bagaimana kalau sampai mereka beneran resmi jadian?
"Kak, kita dansa yuk," ajak Angelina. Belum juga Jordan menjawab dia sudah langsung menggenggam tangan Jordan dan terus menariknya hingga berhenti de tempat acara dansa yang memang menjadi salah satu kegiatan dari acara itu.
Begitu kesal Jordan sekarang dia hanya menurut tapi dengan sangat malas. Meski tangannya mengikuti apa yang Angelina inginkan tapi tidak dengan matanya yang sama sekali tak melihat ke arah Angelina.
'Hem, ternyata benar. Kak Jordan tidak mengundang si culun itu. Untung lah, aku juga tidak mau dia datang karena akan ngerusak pemandangan saja kalau sampai dia ada,' batin Angelina.
Tak tau saja kalau ternyata orang yang benar-benar tidak dia harapkan kedatangannya kini tengah berada di kamar pria yang ada di hadapannya yang tengah berdansa pada dirinya.
"Kaka Jordan lihat apa sih, lihat aku dong!" katanya dengan manja. Tangannya juga langsung bertindak dengan tangan meraih wajah Jordan untuk melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Heemm," Jordan mengerang, dia sangat jengah dengan perlakuan Angelina ini. Kalau saja bukan karena pamornya di sekolah maka Jordan akan menjauh dari Angelina.
Jordan yang tak mengindahkan akhirnya di biarkan oleh Angelina, akhirnya Angelina tidak mempermasalahkan lagi yang terpenting dia mau berdansa dengannya.
'Bagaimana keadaan si culun ya, apakah dia sudah sadar?. Kalau dia kenapa-napa, kalau dia mati bagaimana?' pikiran Jordan malah tertuju kepada Safa yang entah berantah sekarang.
'Ish, apa sih! Kenapa malah memikirkannya? Dia mau kenapa-napa atau mau mati ya biarin saja. Apa peduli ku?' imbuhnya membatin.
Sementara dokter Andre, dia hanya duduk sendiri dengan minum dan melihat-lihat semua yang tengah terjadi. Rasanya begitu sepi, satu tahun yang lalu dia masih bisa berdansa dan menikmati segalanya bersama istrinya tapi sekarang?
Semua hanya tinggal kenangan, mengingatnya hanya akan membuat dia semakin sakit saja.
"Safa bagaimana keadaannya? Dia di kamar mana ya?" gumam dokter Andre yang tiba-tiba malah mengingat gadis SMA itu.
"Aku cari dia saja, dia kan masih pingsan. Semoga saja Jordan meminta salah satu mbak untuk merawatnya."
Dokter Andre beranjak dia ingin melakukan apa yang menjadi keinginannya. Berjalan untuk segera menaiki anak tangga lagi, tapi belum juga kaki menginjak anak tangga ada orang yang menyapanya.
Dokter Andre seketika menoleh dan melihat seorang wanita cantik dengan gaun biru dengan tangan yang masih memegangi gelas yang langsing di bagian tengah.
"Karin."
Yah! Karina Atmaja. Sahabat dari mendiang Sarah istrinya. Sahabat yang selalu menemani Sarah dan juga selalu ada ketika ada masalah.
"Hem, saya juga sendiri bagaimana kalau temani saya berdansa?" Karin memberikan penawaran itu kepada dokter Andre, dia pastilah akan sangat senang jika tawarannya di sambut baik.
"Maaf, saya..."
"Ayo, Mas. Jangan terus mengurung diri terus Sarah tidak akan tenang kalau mas Andre sedih terus," belum juga dokter Andre menerimanya bahkan dia ingin menolak kini tangannya di tarik oleh Karin ke tengah-tengah tempat dansa, sementara gelas yang dia bawa tadi dia letakan pada pelayan yang kebetulan lewat.
Dokter Andre ingin sekali menolak, dia ingin mencari Safa tapi karena Karin dia menjadi berubah haluan. Dokter Andre yang ingin melepaskan diri juga tidak bisa karena Karin sudah langsung merangkul leher dokter Andre sementara tangan sang dokter tampan itu sudah di tarik untuk berada di kedua sisi pinggangnya.
"Rileks, Mas. Jangan kaku dan lihat Karin," ucap Karin. Senyum itu keluar dari mulut Karin karena dokter Andre terasa kaku saat berdansa dan juga wajah yang terus menoleh ke kanan dan ke kiri bergantian.
__ADS_1
Ketika Andre melihatnya Karin langsung tersenyum dia sangat bahagia akhirnya bisa berdansa dengan mantan suami sahabatnya itu.
Karin terus bergerak, menuntun Andre untuk bergerak mengikuti irama yang begitu menghadirkan keromantisan pada acara dansa itu.
Pikiran Andre selalu tertuju kepada Safa yang sekarang tidak tau di kamar mana. Dia sangat khawatir, dia sangat menyesal seharusnya dia tidak mengizinkan Jordan membawanya tadi atau seharusnya dia mengikutinya dan menjaga Safa. Tapi kini hanya tinggal penyesalan karena tak bisa datang menemui Safa.
'Bagaimana keadaan kamu sekarang, Fa. Maaf, aku tidak enak menolak Karin karena biar bagaimana pun dia sangat baik kepada Sarah dulu dan selalu ada. Dia adalah teman terbaik untuk istriku,' batin Andre.
Andre tersenyum kikuk saat melihat Karin juga tersenyum untuknya. Meski awalnya terasa kaku dan juga sangat enggan tapi setelah beberapa saat Andre bisa lebih rileks dan bisa menikmati dansa pada Karin.
Entah, padahal dulu Andre paling anti menyentuh Karin atau semua sahabat-sahabat Sarah tapi sekarang? Dia merasa tidak enak jika menolak.
Balik lagi ke Jordan.
Pria tampan itu semakin tidak tenang karena terus memikirkan Safa. Dia membencinya tapi dia sangat ingin melihat keadaannya sekarang.
Ada rasa kesal tapi juga ada rasa khawatir hingga akhirnya dia tiba-tiba melepaskan diri dari Angelina dan pergi meninggalkan gadis yang begitu tergila-gila dan juga begitu terobsesi padanya itu.
"Kak, kak Jordan mau kemana!?" teriak Angelina.
Angelina berniat mengejar Jordan namun ketika sampai di anak tangga pertama Jordan langsung melarangnya.
"Jangan berani-beraninya naik, kalau aku mengetahui kamu naik maka aku tak akan segan-segan melemparkan kamu dari atas hingga bawah. Kamu ngerti!" ucapannya terdengar sangat sadis membuat Angelina takut tapi juga merasa sangat curiga. Sebenarnya apa yang Jordan sembunyikan di atas sana dan tidak mau di ketahui oleh siapapun termasuk dirinya.
"I_iya, Kak. Cepat kembali ya, Kak," katanya.
"Hem..." Jordan hanya menjawab dengan singkat tanpa mengangguk sama sekali. Jordan juga begitu bergegas untuk naik.
"Mungkin kak Jordan ingin ganti baju. Kan biasanya seperti itu," gumam Angelina yang akhirnya tak mempermasalahkan hal itu lagi. Angelina kembali ke tempat acara dan bergabung dengan kedua temannya.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....
__ADS_1