Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Salah Paham


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Tak ada rasa takut sama sekali dalam diri Safa ternyata dia benar-benar telah terbiasa dalam dunianya yang baru sekarang ini.


Meski banyak sekali hal baru yang dia lihat dan kadang tak masuk di akal tapi dia tetap percaya karena nyatanya dia benar-benar telah melihatnya.


Seperti apa yang telah dia lihat saat ini di salah satu ruangan yang ada di sekolah. Seorang perempuan yang terlihat sangat menyedihkan dengan wajah yang begitu pucat dan juga terdapat sebuah luka di bagian setengah wajahnya.


"Ka_kamu kenapa?" tanya Safa dengan tergagap.


Tentu pertanyaan Safa kali ini memantik rasa penasaran dari Jordan yang kini sudah melepaskan ikatannya dan berdiri di sebelah Safa.


Tidak mungkin dia akan terus mengikat seperti tadi dan dia juga tidak mungkin keluar karena pintu yang terkunci.


"Fa, kamu bicara dengan siapa?" tanya Jordan. Bulu kuduknya sudah mulai berjajar begitu rapi sekarang. Benarkah dia takut, mungkin?


Safa tidak menjawab, dia terus diam dengan menatap satu tempat saja yang Jordan juga lihat namun tidak ada siapapun.


Jordan mengamati ruangan itu, sepertinya ruangan itu sudah sangat lama tidak pernah tersentuh oleh tangan manusia buktinya begitu berdebu dan juga barang-barang berserakan.


Apakah petugas kebersihan juga tidak pernah datang sekedar untuk membersihkan?


"Kamu kenapa?" kembali Safa bertanya tapi perempuan itu tentu tidak menjawab dan hanya diam dengan wajah yang sedih.


Safa begitu bingung, bagaimana dia bisa membantu kalau dia tidak mengatakan apapun dan hanya diam di tempat juga.


"Katakan sesuatu, mungkin aku bisa membantumu," kekeuh Safa untuk bisa membantu.


Tapi nyatanya perempuan itu tetap saja diam dan tak bergerak juga mengatakan apapun. Sebenarnya kenapa, kenapa dia terus berada di sana dan tidak berpindah sama sekali. Apakah mungkin dia ingin menunjukkan sesuatu barang apa yang ada di sana?


Safa semakin bingung karena perempuan yang terlihat menyeramkan itu. Buat apa menampakkan diri padanya jika tidak ada maksud apapun. Bahkan tidak ada yang ingin di tunjukkan.

__ADS_1


"Kalau memang tidak ada apapun biarkan kami keluar." kata Safa lagi, tapi tetap saja dia tidak mengatakan apapun.


Sebenarnya apa maksudnya?


Brak brak brak...


"Buka pintunya, woy! Kalian lagi ngapain, mau berbuat mesum di dalam!"


Safa juga Jordan terperanjat karena mendengar gedoran pintu dari luar. Kenapa tiba-tiba ada yang datang dan tau akan keberadaan mereka yang ada di dalam sana berdua.


"Sial," umpat Jordan.


Sementara Safa, dia kembali melihat ke arah perempuan tadi setelah sempat menoleh ke arah pintu.


Sekarang Safa tau setelah terjadi gedoran pintu dan perempuan itu terlihat tersenyum begitu puas. Ada juga ya hantu yang ingin membuat orang di fitnah.


"Kamu, keterlaluan ya!" Safa terlihat marah gara-gara hantu tersebut. Ada-ada saja tuh hantu berbuat seperti itu, ternyata bukan hanya manusia saja yang menginginkan keburukan dari orang bahkan hantu pun juga iya.


Meski Safa terlihat marah tapi dia terlihat tidak peduli dan malah terus tersenyum sebelum dia menghilang.


"Mana Safa tau kalau akhirnya akan seperti ini?" Safa juga tidak percaya akan seperti sekarang ini. Bisa-bisanya dia percaya begitu saja.


Brak brak brak....


"Buka woyyy! Bukaaa!" suara itu semakin keras di dengar dan gedoran pintu juga semakin sering.


entah siapa saja yang ada di depan pintu, pasti para guru juga yang ingin membuka pintu di tempat itu.


"Ini bagaimana, Kak?" tentu Safa yang takut kalau sampai di kira melakukan hal yang tidak-tidak oleh semua teman-teman yang ada di depan.


"Kenapa harus aku, kamu yang membuat masalah kenapa sekarang aku yang harus berpikir. Pikir aja sendiri," bukannya membantu berpikir tapi Jordan malah ingin duduk dengan manis di salah satu bangku, tapi belum juga sampai duduk bangku itu bergerak sendiri hingga akhirnya membuat Jordan terjengkang.

__ADS_1


Brukkk...


"Aww!!" sontak Jordan memegangi tulang belakangnya sendiri yang terasa sakit karena terbentur lantai.


"Hahaha..." Safa tak mampu menahan tawa hingga akhirnya dia tertawa terbahak-bahak melihat Jordan yang sudah terjengkang.


Kesal. Jelas Jordan rasakan sekarang. Bisa-bisanya Safa menertawakannya di saat dia benar-benar merasa sakit.


"Seneng kamu ya! Bukannya membantu malah ngetawain," kesal Jordan.


"Bantuin sini!" sentak Jordan dengan tangan yang menjulur ke arah Safa.


Tak tega juga lama-lama Safa melihat Jordan yang terus kesakitan hingga dia mendekat dan berniat membantu Jordan.


Tangannya menerima uluran tangan Jordan dan bergegas menariknya.


"Astaghfirullah, ini karung beras atau apa sih berat banget," gerutu Safa.


"Hey, kalau menolong itu yang ikhlas bisa kan!"


Mendengar seruan dari Jordan membuat Safa tak berani bicara lagi dan menarik Jordan untuk membantunya.


"Akk."


Bruk...


Safa terjatuh karena tidak kuat menarik Jordan hingga akhirnya dia jatuh di atas tubuh Jordan.


Tepat jatuhnya Safa di atas tubuh Jordan pintu terbuka dengan paksa dan apa yang terjadi terlihat oleh semuanya termasuk beberapa guru..


"Astaghfirullah... Safa! Jordan!"

__ADS_1


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung....


__ADS_2