
**✿❀🌷❀✿**
Keringat mulai bercucuran di seluruh wajah Safa. Wajahnya terus menggeleng dengan kasar akibat mimpinya yang sangat buruk. Benarkah Safa bermimpi buruk?
'Kamu harus tolong aku, kalau tidak maka mataku akan aku minta kembali,'
'Tidak, saya tidak mau melakukan itu. Itu sangat gila!'
'Kamu harus melakukannya, harus!'
'Tidak, tidak...'
"Tidak!" Safa menjerit begitu lantang, juga terbangun dan langsung duduk dengan begitu cepat setelah dia berhasil bangun dari tidur dan pergi dari mimpi buruknya.
Keringat semakin deras memenuhi wajah Safa karena ketakutannya akibat teror dari pemilik mata yang entah siapa siapa belum jelas mengenalnya, tetapi mengingat teror yang selalu Safa dapatkan mungkin saja dia bukan orang yang baik.
"Astaghfirullah hal adzim... astaghfirullah hal adzim.." terus Safa beristighfar, berusaha memohon ampun kepada sang Tuhan dan juga berharap akan mendapat perlindungannya dari segala godaan dari makhluk gaib yang terus saja memberikan teror buruk kepadanya.
Dadanya begitu bergemuruh karena detak jantungnya yang tidak beraturan dan juga sangat cepat, juga nafasnya yang terus tersengal terasa begitu menyesakan.
"Kenapa harus seperti ini, sebenarnya siapa wanita itu?" Safa berusaha mengingat-ingat sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk dia mengenal siapa wanita itu, dia terus berpikir keras hingga pikiran itu terhenti karena terdengar seperti ada yang mengetuk jendela kamarnya.
"Siapa?!" teriak Safa, Safa terdiam menunggu jawaban dari luar dari siapa yang telah mengetuk kamarnya malam-malam seperti saat ini, bahkan di saat semua penghuni sudah tertidur.
__ADS_1
Safa terus menunggu, namun sama sekali tidak ada jawaban yang dia dengar dari luar hanya suara ketukan lagi yang dia dengar.
Tok tok tok...
Tok tok tok...
Suaranya semakin sering, seolah orang itu tengah mempermainkan dirinya. Apakah mungkin orang itu menginginkan Safa yang melihatnya?
"Siapa!?" teriak Safa lagi namun tetap tidak mendapatkan jawaban dari siapapun yang ada di luar.
Safa begitu penasaran siapa yang telah melakukan itu, ataukah hanya orang iseng saja yang ingin membuat dia takut? Ataukah benar ada sesuatu yang ada di balik jendela itu?
Perlahan Safa beranjak dari tempat tidur, perlahan langkahnya mulai mendekati jendela dengan rasa takut yang sangat luar biasa. Keringat juga semakin bertambah deras dengan tubuh yang bergetar semakin tidak bisa terkendali.
Tok tok tok....
Suara ketukan semakin sering bahkan semakin jelas terdengar di telinga Safa. Namun anehnya, kenapa hanya Safa yang terbangun, sementara seluruh anggota keluarganya tidak ada yang terbangun sama sekali.
Tangan Safa mulai menyentuh jendela dan ingin membukanya, Dia sangat pelan melakukannya karena dia juga sangat takut. Meski dia mulai terbiasa dengan gangguan-gangguan makhluk yang kasat mata namun tetap saja rasa takut itu tetap ada.
Apalagi ketika para makhluk itu datang dengan wujud yang sangat mengerikan, tentu saja Safa sangat takut juga terkejut saat tiba-tiba datang di hadapannya.
Dengan penuh keyakinan Safa membuka jendela itu, awalnya dengan pelan dan Safa mulai melihat suasana luar namun belum dia temukan dan juga belum dilihat sesuatu di sana, hanya pepohonan saja yang bergerak karena angin.
__ADS_1
Merasa aman karena tidak ada apapun Safa membukanya dengan gerakan cepat dan kedua jendela itu terbuka sangat lebar, tetap saja tidak Safa melihat ada apapun.
Wuss...
Tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kuat seolah ingin mendorong Safa untuk masuk ke dalam. Semakin kuat dan kuat hingga Safa tidak bisa menahan dan membuat kakinya melangkah mundur.
"Siapa kamu! tunjukkan wajahmu!" tantang Safa.
Tangannya terus menutup wajahnya juga matanya karena angin yang berhembus kuat.
Brak....
Tiba-tiba saja jendela itu tertutup dengan rapat dan angin seketika hilang.
Safa menoleh kesana-kemari dengan kasar, memastikan ada dan tidaknya makhluk di sekitarnya, tak ada apapun.
Lampu yang permainkan, menyala lalu mati dan menyala lagi. Jelas ini adalah perbuatan dari makhluk yang terus meneror nya.
Safa tau, pasti ini adalah perbuatan dari wanita yang masuk dalam mimpinya tadi.
"Aaa...."
"Akk!" teriak Safa saat makhluk itu tiba-tiba datang di hadapannya dengan wajah yang pucat menakutkan, bahkan di wajah pucat itu terdapat darah yang terus bercucuran keluar.
__ADS_1
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....