Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Dua Dunia Berbeda


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Semua orang memfitnah Safa mereka menganggap Safa bersalah dan juga tak tau malu. Bukan itu saja tapi mereka mengatakan kalau yang di katakan oleh Safa adalah sebuah kebohongan itu hanya akal-akalannya saja untuk lebih di kenal banyak orang.


Setelah semua penghinaan Safa hanya bisa berdiam diri di bawah pohon yang ada di pinggir lapangan. Duduk termenung memikirkan kenapa semua bisa terjadi kepadanya.


Hal-hal aneh yang tidak pernah dia lihat dan dia alami sebelumnya kini selalu hadir. Bahkan bukan hanya di malam hari, di siang bolong saja hal-hal gaib itu selalu mengganggunya.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" gumamnya yang sangat tak mengerti dengan semua yang telah terjadi.


Sementara di kejauhan, Pretty yang merasa sangat bersalah ingin mendekati. Langkahnya sangat ragu dengan kedua tangan yang saling menyatu dengan bibir yang terus berkecamuk.


"Apakah aku benar-benar harus mengakui semuanya? tapi kalau Safa marah bagaimana, kalau dia tidak mau memaafkan ku bagaimana?" ucapnya.


Semakin pelan kakinya melangkah dia seolah tak punya keberanian.


"Tapi aku harus minta maaf, ayah pasti akan sangat kecewa kalau tau anaknya menjadi seorang pengecut. Seorang yang tak mau meminta maaf karena berbuat salah. Aku harus jadi anak kebanggaan ayah," ucapnya lagi.


Pretty sudah sangat yakin ingin melangkah tapi dia kembali berhenti karena lengannya di pegang oleh seseorang dari arah belakang.


"Hey, mau kemana kamu? kamu mau mengatakan semuanya pada Safa, iya? kalau begitu katakan saja sekarang tapi nanti saat kamu pulang sekolah kamu tak akan lagi bisa melihat rumah murah itu berdiri. Kamu dan semua keluarga mu akan menjadi gelandangan."


Begitu sadis ancaman dari Angelina. Ternyata dia begitu kejam bahkan bukan hanya pada Safa tapi juga padanya yang mantan anggotanya.


"Cepat sana katakan, tapi kamu akan menderita setelah itu. Kamu tinggal pilih saja, kamu akan memilih keluargamu atau kamu memilih mengatakan semuanya pada Safa." ucapnya semakin rak enak di dengar.


"Maaf, sa_saya tidak akan mengatakannya. Saya janji akan tutup mulut. Saya hanya ingin jadi temannya saja kok, sungguh," penuh keyakinan Pretty mengatakan.


Jelas dia tak akan berani melawan Angelina yang sangat kaya dan juga terlihat begitu berkuasa.


Pretty memang bukan anak orang kaya tapi ekonominya cukup dan sedikit lebih daripada keluarga Safa. Keluarga Pretty juga memiliki pekerjaan yang mapan ayahnya bekerja di perusahaan ayahnya Angelina sementara ibunya memiliki warung makan yang juga sangat ramai.


"Hem, berteman. Sekarang kamu berteman tapi besok kamu akan mengatakan semuanya pada Safa. Ingat ini baik-baik, jauhi Safa dan jangan pernah jamu mendekatinya meski hanya sedetik saja. Sampai aku melihat itu maka aku pastikan ayahmu akan kehilangan pekerjaannya. Dia akan menjadi pengangguran."


Semakin takut Pretty mendengar semua ancaman Angelina yang dia katakan dengan suara yang begitu menegaskan.

__ADS_1


"I_iya, saya tidak akan berteman dengan Safa. Saya akan jauh-jauh darinya," Akhirnya Pretty memutuskan untuk menjauh dari Safa, jelas dia akan memilih keluarganya daripada Safa.


"Hahaha!" Angelina, Renata juga Bianca tertawa terbahak-bahak, dia sangat bahagia karena bisa mengendalikan Pretty.


Mereka kembali terdiam, berfikir kenapa Safa seolah tidak mengingat semua kejadian saat itu, apakah dia lupa ingatan?


"Sepertinya kita akan tenang. Kita tidak perlu takut karena Safa terkena amnesia. Hahaha," kembali Angelina tertawa.


'Ya Allah, maafkan aku. Dan maafkan mereka bertiga. Jangan biarkan kejahatan kejahatan yang mereka lakukan berhasil. Lindungi aku juga Safa ya Allah.' batin Pretty yang ternyata belum benar-benar pergi dari sana. Dia masih bersembunyi di balik tembok dan melihat ketiga mantan temannya itu.


Pretty melihat mereka bertiga kembali berjalan dan sepertinya akan mendatangi Safa yang masih ada di bawah pohon.


"Aku harus memberitahu pak guru." Pretty langsung berlari menuju ruang guru.


Begitu terkejut Safa akan kedatangan Angelina dan kedua temannya yang tiba-tiba.


Mereka sudah berdiri di hadapannya dengan begitu sombong dengan menyilangkan kedua tangan mereka di depan dada.


"Lagi apa loh, Cupu. Lagi berkhayal ya, lagi mencari cara untuk mendekati Ayank Jordan lagi?" ucapan Angelina tentu langsung membuat Safa menggeleng karena dia memang tidak sedang melakukan hal itu.


"Halah, bohong. Cewek model kayak loh pasti akan selalu mencari cara untuk bisa mendekati laki-laki tampan," sinis Renata.


"Itu tidak benar. Aku tidak ada niat untuk mendekati siapapun, aku hanya ingin fokus belajar aku tidak butuh di perhatikan oleh siapapun," jelas Safa akan mengelak.


"Alasan kuno, mana mungkin kami akan percaya," kini Bianca yang bicara.


Begitu bencinya mereka bertiga kepada Safa hanya masalah iri karena Safa lebih baik dari mereka sehingga dia melanjutkan itu.


Bukan hanya itu saja, Safa yang berpenampilan berbeda dari yang lain seolah menjadi masalah untuk mereka, mereka takut semua akan lebih memperhatikan Safa daripada mereka.


Mereka memang cantik tapi hatinya tak ada sedikitpun rasa empati pada siapapun. Mereka juga sangat kaya tapi tak ada sedikitpun rasa dermawan dari mereka.


Kecantikan dan juga kekayaan mereka salah gunakan dan mereka gunakan untuk menindas yang lebih jauh di bawahnya, entah soal rupa ataupun harta.


"Ups, maaf," sengaja Renata menyenggol Safa dan membuat kaca matanya jatuh.

__ADS_1


Tapi, ada hal yang tak terduga yang terjadi saat kaca mata itu terlepas.


Safa malah seakan berasa di dunia yang berbeda. Dunianya berubah. Dia tidak melihat ketiga perempuan yang ada di hadapannya itu lagi melainkan melihat begitu banyak sosok yang asing dan begitu menyeramkan.


"Akk..." Safa memejamkan mata, dia langsung berjongkok di depan mereka dengan menutup rapat mata dan telinga.


Hal itu membuat mereka bertiga bingung apa yang sebenarnya terjadi dan itu juga membuat semua murid yang lain menoleh ke arahnya.


Mereka bertiga yang takut ketahuan langsung berlari pergi.


"Safa, kamu kenapa?" seorang datang dan langsung jongkok di hadapan Safa.


Suara itu Safa kenal tapi Safa tak mau membuka mata karena takut apa yang dia lihat akan berbeda dari kenyataan.


"Ini kaca matamu," katanya dan langsung memakaikan pada Safa.


"Buka matamu, sudah tidak apa-apa," ucapnya.


Perlahan Safa membuka mata, memberanikan diri dan meyakinkan kalau dia gak akan melihat lagi hal yang tadi.


"Dokter, dokter kenapa di sini?" dan akhirnya yang di lihat Safa adalah alam nyata. Dokter Andre yang dia lihat.


"Apa matamu sakit?" dia malah bertanya.


"Ti_tidak," jawab Safa.


Safa begitu penasaran dengan apa yang dia lihat. Dia kembali duduk di tempat tadi, perlahan dia melepaskan kaca matanya dan perlahan dunia seolah berubah. Apakah itu artinya Safa akan melihat semua itu dengan sangat jelas ketika dia tidak memakai kacamata?


Tubuh Safa bergetar dia ketakutan kala melihat begitu banyak sosok yang berbeda. Ada yang tersenyum kepadanya tapi ada juga yang melotot.


"Safa, Fa," panggil dokter Andre dan cepat Safa kembali memakai kacamata itu lagi dan kini semua itu telah hilang dan terganti dengan dokter Andre yang ada di hadapannya.


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2