
**✿❀🌷❀✿**
Safa terus gemetar ketika sampai di ruang di mana dia ditemukan bersama Jordan dalam keadaan yang bisa dikatakan sangat tidak baik.
Bukan hanya dirinya saja yang di sana saat ini tetapi juga Jordan, kepala sekolah dan juga beberapa guru yang ingin membuktikan kebenaran yang dikatakan oleh Jordan tadi.
Bagaimana mungkin sosok yang telah membuat kekacauan itu akan muncul begitu saja ketika dia mengharapkan, tentu dia dia tidak akan datang untuk menolongnya.
Kedua tangan terus bertautan dengan rasa gelisah yang begitu besar karena Safa yakin tidak akan terjadi apa-apa di sana.
"Mana, tidak ada apa-apa di sini, juga tidak ada kejadian aneh-aneh persis yang kalian katakan. Kalian hanya ingin bebas dari hukuman saja kan?" seru kepala sekolah dengan suara yang sangat lantang hingga begitu menggema keras di ruangan itu.
Safa menggeleng kasar karena memang yang dikatakan oleh Jordan adalah benar tapi masalahnya mereka tidak melihat jadi nggak mungkin mereka akan percaya.
Safa sangat yakin sekarang bahwa dia akan benar-benar kehilangan beasiswa bahkan dia bisa saja dikeluarkan dari sekolah karena dianggap sebagai pembohong.
Safa sangat takut karena mimpinya untuk bisa lulus dari sekolah ternama dengan nilai yang sangat memuaskan sepertinya akan musnah dan tidak akan dia dapatkan. Iya benar-benar pasrah sekarang, menyerahkan semua kepada takdir tentang semua yang akan dia dapatkan setelah ini.
Safa sudah putus asa karena begitu banyak tatapan mata yang begitu bengis melihatnya, tentu mereka sangat tidak percaya dengan semuanya dia katakan meskipun itu adalah hal yang jujur.
"Bukan hanya telah berbuat sesuatu yang mencoreng nama baik sekolah tetapi kalian juga berani berbohong kepada kami semua, jadi hukuman kalian adalah dikeluarkan dari sekolah ini."
__ADS_1
Luruh sudah air mata Safa dengan rasa putus asa yang sangat besar. Ketakutannya menjadi nyata dan dia benar-benar dikeluarkan dari sekolah itu.
Tetapi bukan hanya itu saja yang membuat dia sedih, tapi tuduhan yang di layangkan yang tidak benar itulah yang membuat dia sangat sedih.
"Jangan, Pak. Jangan keluarkan Safa. Bapak boleh keluarkan saya tapi jangan Safa. Dia tidak bersalah dan akulah yang bersalah, aku yang mengajak dia ke sini!"
Jordan sangat tidak terima dengan keputusan yang diberikan kepada Safa dan juga dirinya, kali ini dia benar-benar tidak ingin Safa dikeluarkan karena benar semua adalah kesalahannya bukan salah Safa.
Jika saja Jordan tidak mengikat tangan mereka berdua dan dia tidak mengikuti Safa yang pergi ke sana maka semua tidak akan terjadi, Jordan sangat menyesal sekarang.
"Saya Mohon pak, jangan keluarkan Safa dia benar-benar tidak bersalah dan aku yang salah jadi keluarkan saja saya.''
Sementara Safa begitu lemas bahkan rasanya sangat susah sekedar untuk berdiri, Safa tidak mampu hingga akhirnya membuat dia terduduk lemas di bangku yang sangat kotor dan begitu banyak debu. Tidak mungkin Safa menghiraukan debu yang akan mengotori seragamnya.
Jika saja dia benar-benar dikeluarkan dari sekolah itu maka seragam pun tidak akan ada gunanya lagi, buat apa diperhatikan kebersihannya?
Safa terus terdiam. Kenapa setelah kejadian kecelakaan yang telah menimpanya ada-ada saja masalah yang membuat dia merasa begitu kacau, dan inilah contoh masalah terbesar yang benar-benar sangat mengacaukan segalanya.
"Safa, ayo buktikan kepada mereka semua kalau yang kita katakan adalah benar. Kita benar-benar telah di jebak!"
Jordan sangat bingung bagaimana dia akan menjelaskan semuanya, kalau Safa sendiri saja sudah diam dan seolah menyerah begitu saja. Tidak mungkin dia akan berusaha sendiri untuk meyakinkan semuanya. iya kan?
__ADS_1
"Safa, ayolah," Jordan berlari ke arah Safa dan terus meminta Safa untuk menjelaskan semuanya bukan malah hanya diam seperti ini yang tentu tidak akan membuahkan hasil apapun.
Tetapi buat apa Safa menjelaskan kalau ujung-ujungnya tidak akan ada yang percaya kepadanya. Benar begitu kan? semua pasti akan sangat percuma.
Bahkan Safa sendiri juga tidak bisa meminta bantuan kepada makhluk yang menjadi temannya dalam beberapa hari ini. Dia sama sekali tidak datang untuk membantunya.
Mata Safa yang menangis kembali melihat sosok yang terus tersenyum karena merasa begitu bahagia telah berhasil membuat dirinya seperti ini. Dia benar-benar keterlaluan, sebenarnya apa yang dia inginkan padahal Safa sendiri tidak pernah membuat masalah kepadanya.
'Apa yang kamu inginkan, Hah! apa aku punya salah kepadamu, apakah aku telah menyakiti mu!?' tanya Safa yang hanya di dalam hati saja.
Matanya begitu melotot ke arah sosok itu, tentu Safa sangat marah. Bukannya meminta maaf dan memperbaiki segalanya tetapi sosok itu malah terus tersenyum, sungguh keterlaluan.
Kenapa dia mengganggunya?
'Perbaiki semuanya atau aku akan membakar mu!' ancam Safa.
Tatapan mata dari Safa yang terlihat begitu tajam disadari oleh Jordan dan kali ini dia tahu kalau Safa tengah melihat sesuatu dan kemungkinan tengah melakukan telepati kepada makhluk yang telah mengerjainya bersama Jordan.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung,....
__ADS_1