Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Jordan yang menyebalkan


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**1


Jordan benar-benar tidak memperhatikan orang-orang yang terus melihat kearah dia dan terus mengabaikan semua orang. Tak peduli tentang semua yang di katakan dia tetap percaya diri meski tangan dia terus menyatu dengan tangan Safa yang masih saja dia ikat.


Tetapi tidak seperti Jordan yang terus percaya diri berbeda dengan Safa yang tampak tidak senang bahkan merasa minder karena terus mendapatkan tatapan tidak mengenakan dari semua murid-murid yang lain.


Bahkan tak sedikit yang mengucapkan kata nyinyiran untuk Safa. Meskipun jelas-jelas Jordan sendiri yang terus percaya diri dalam hal itu tapi mereka tetap mengatakan kalau Safa lah yang menjadi cewek gatel karena telah menggoda Jordan.


"Kak, Safa mohon lepaskan ikatannya. Kalau tidak pasti Safa yang akan di gunjing oleh mereka semua. Fans fanatik kak Jordan," kata Safa yang begitu meminta pada Jordan.


"Hem, jangan jual mahal deh ya kamu. Bukankah kamu sama saja seperti mereka? bukankah kamu juga sangat nge_fans sama aku?"


Begitu percaya diri Jordan berbicara, dia bahkan tersenyum sok cakep setelah mengatakan itu. Dia begitu percaya kalau dia memang paling tampan jadi jadi ya begitu deh pedenya nggak ketulungan.


''Kak, apa kakak tidak takut kalau hal yang seperti kemarin terjadi lagi ya?''


Segala cara akan Safa lakukan supaya dia bisa terlepas dari Jordan, lagian kurang kerjaan banget sih dia. Kalau terus seperti itu bagaimana Safa akan mengikuti pelajaran nantinya?


Bukannya mereka berada di kelas yang berbeda juga dan tingkatan mereka juga berbeda. Safa masih kelas sebelas sementara Jordan kelas dua belas, jadi bagaimana mungkin bisa nyambung?


''Kenapa harus takut kalau ada pawangnya. Hehehe,'' Jordan menoleh sebentar pada Safa namun tetap berjalan menuju kelas Safa.

__ADS_1


Bisa-bisa kelasnya akan gempar kalau sampai Jordan ikut juga masuk ke dalam kelas Safa mana dengan cara yang seperti itu lagi.


Bukan gempar karena senang tapi pasti Safa yang akan di keroyok oleh fans berat dari Jordan bahkan teman sebangkunya juga sangat mengidolakan Jordan.


''Kak, kenapa malah kesini?'' Safa terperangah melihat Jordan malah mengajaknya masuk ke dalam kelas Safa.


Namun teriakan dari Safa sama sekali tidak di gubris bahkan di jawab oleh Jordan. Dia tetap menyeret Safa dan masuk ke dalam kelas.


Safa hanya diam ketika semua teman sekelas melihat ke arahnya, sejenak Jordan berhenti jadi Safa pun juga sama. Tapi berhentinya Jordan hanya untuk melihat bangku saja yang kosong dan setelah melihat bangku itu Jordan kembali menarik lagi.


''Ehh!!'' pekik Safa karena tarikan dari Jordan yang sangat kuat membuat Safa tertarik.


Semua pasang mata terus melihat pergerakan mereka berdua dengan tatapan tak suka sementara yang laki-laki juga menatap sinis ke arah Jordan dan membuat mereka terasa tersaingi karena kehadirannya.


Plok plok plok...


''Di sini juga boleh,'' Jordan menepuk pahanya sendiri dan meminta Safa untuk duduk di pangkuannya.


Mata Safa langsung membulat karena perkataan Jordan barusan. Bagaimana mungkin dia akan duduk di pangkuannya.


''Jangan seperti itu kamu terlihat sangat jelek kalau begitu.'' ledek Jordan dan berhasil membuat Safa semakin kesal karenanya.

__ADS_1


''Kamu minggir,'' titahnya pada temanku yang duduk di sebelahnya. Dengan wajah kesal dan sangat tak rela dia tetap saja berdiri dan berpindah di bangku yang sebenarnya adalah bangkuku.


''Sini, Cupuku,'' Jordan menarik tangan Safa dengan sangat pelan dia juga bergeser ke bangku satunya.


Dengan patuh Safa duduk namun tetap dalam kekesalan. Mimpi apa dia semalam sampai-sampai harinya menjadi kacau seperti sekarang ini.


Baru saja mereka duduk seorang guru juga masuk, Safa langsung diam dan duduk di sebelah Jordan yang terus saja terlihat santai.


'Benarkah Kak Jordan akan terus berada di sini seperti ini? bagaimana dengan sekolahnya dia?' batin Safa.


''Tidak usah memikirkan sekolahku aku saja tidak peduli,'' katanya.


'Dari mana dia tau?' batin Safa bingung.


''Kamu, kenapa kau di sini?'' tanya bu guru yang akhirnya sadar akan keberadaan Jordan di sana.


''Ini, Bu! saya harus menjaga dia. Katanya tadi dia tidak mau sekolah dan akan bolos. Jadi sebagai kakak yang baik dan juga teladan aku tak akan biarkan Safa bolos dan akan mencoreng nama baik sekolah,'' katanya dengan santai.


Mata Safa kembali terbelalak dengan melihat ke arah Jordan yang sok benar sendiri, benar-benar menyebalkan. Rasanya ingin sekali menggetok kepalanya pakai sepatu. Melihat Jordan yang meringis itu terlihat sangat menyebalkan.


Bersambung.......

__ADS_1


**✿❀🌷❀✿**


__ADS_2