
**✿❀🌷❀✿**
Begitu heran Safa akan kedatangan dokter Andre yang begitu tiba-tiba. Tak ada angin tak ada hujan dan dia langsung datang seperti kilat yang begitu cepat dan tanpa memberitahu lebih dulu.
Sebenarnya apa tujuan dokter Andre datang, apakah karena hanya untuk Safa? Atau mungkin untuk orang lain yang lebih membutuhkan?
"Dokter kenapa datang? Apakah ada pasien yang memanggil?"
"Tidak, saya datang ke sini untuk mewakili papa yang tak bisa datang. Katanya ada panggilan karena adik membuat masalah," Terangnya.
"Adik? Adik dokter sekolah di sini juga, siapa?" Safa begitu penasaran. Siapa adiknya dokter Andre. Siapa yang membuat kesalahan padahal sepertinya semuanya aman-aman saja.
"Itu adik saya," Tangan dokter Andre menunjuk ke arah lain dan Safa lihat Jordan yang tengah ada di sana.
"Kak, kak Jordan adik dokter?" Pekik Safa tak percaya.
Bagaimana bisa dua pria bersaudara ini karakternya begitu berlawanan. Dokter Andre begitu baik dan juga sangat menyenangkan, tapi Jordan? Dia sangatlah menyebalkan.
Kira-kira apa juga yang di lakukan oleh Jordan sampai-sampai orang tuanya di panggil dan dokter Andre yang mewakili.
"Iya, Jordan adik saya. Dari kecil dia memang begitu nakal selalu saja tak mau mendengar apa yang orang tua kami katakan. Dia selalu melakukan apapun yang dia kehendaki tapi sebenarnya dia sangat baik orangnya. Semoga dia tidak pernah mengganggu mu," Begitu panjang dokter Andre bicara.
Tidak mengganggu ku?
Bahkan tadi dia mengganggu Safa, membalas dendam karena tidak sengaja menabraknya dan dia membalas dengan mempermalukan juga memfitnah Safa selayaknya wanita rendahan yang tak punya malu.
"Ti_tidak," Jawab Safa gugup.
"Benarkah, sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, Fa. Katakan, apakah dia sering melakukan itu?" Tanyanya.
Safaak mengerti apa yang dokter Andre maksud. Sering melakukan apa?
"Semuanya jelas, Fa. Setelah kejadian kecelakaan yang menimpa mu CCTV di perbaiki dan saya juga bisa melihat semuanya. Saya hanya sangat menyesalkan, kenapa pas kamu kecelakaan itu tak ada satupun CCTV yang nyala."
__ADS_1
"Tidak usah seperti itu, Dok. Semuanya sudah di atur oleh Sang Pencipta. Suatu saat orangnya pasti akan ketemu," Jawab Safa dengan sangat yakin.
"Kamu beneran masih tidak mengingat apapun?"
Safa menggeleng, tak ada yang di ingat kecuali tadi yang mengingat ada perempuan yang terguling di tangga yang kemungkinan itu adalah dia sendiri. Safa masih tak jelas melihatnya.
**✿❀🌷❀✿**
Begitu baik dokter Andre, saat Safa pulang dan belum ada angkutan yang datang dia menawari tumpangan dia juga bersedia mengantar sampai rumah.
Semua teman-temannya tentu terlihat semakin tak suka apalagi yang sudah tau kalau dokter Andre adalah kakak dari Kak Jordan, mereka merasa iri pada Safa dan tentu pada ngedumel ketika Safa masuk mobil tadi.
Tapi semua itu tidak di pedulikan juga semua kata mereka, yang terpenting apa yang mereka katakan tidaklah benar. Safa tidak pernah menggoda dokter Andre ataupun kak Jordan.
Jika dokter Andre dekat dengan Safa itu bukan keinginannya tapi dia sendiri yang ingin dekat.
"Nina bobok oh Nina bobok, kalau tidak bobok di gigit nyamuk... "
Suaranya begitu menakutkan juga terasa begitu menyayat hati Safa yang mendengar. Tetapi juga membuat bulu kuduk Safa berdiri, dia merinding dan mulai ketakutan.
Safa terus menoleh ke semua tempat memeriksa belakang mobil jatuh atau ada sosok yang bernama nyanyikan lagu itu ada di sana juga, tetapi tidak Safa lihat.
Ketakutan di wajah Safa tentunya disadari oleh dokter Andre matanya memicing ke arah Safa yang wajahnya semakin pucat dengan tubuh yang bergetar.
"Kamu harus tolong saya, kamu harus tolong saya..."
Safa semakin ketakutan ketika mendengar kata permintaan tolong yang harus Safa lakukan. Jelas safa tidak akan mau membalaskan dendam darinya yang entah dendam itu diperuntukkan untuk siapa.
"Fa, Safa, kamu kenapa?" Tanya Dokter Andre merasa sangat curiga dengan perubahan Safa dari mulanya biasa-biasa saja dan kini terlihat begitu ketakutan.
Dokter Andre mengikuti arah mata Safa yang melihat ke semuanya jelas dia tidak melihat apapun.
"Dok, apakah dokter mendengar suara itu?" Ucap Safa dengan mata terpaku tak berkedip sama sekali.
__ADS_1
"Suara apa? Tidak ada suara apapun," dokter Andre benar-benar tidak mendengar suara apapun yang dimaksud oleh Safa.
Dokter Andre berusaha memasang telinga lebar-lebar dia terdiam dan fokus siapa tahu bisa mendengar apa yang dikatakan oleh siapa tapi pada kenyataannya dia sama sekali tidak mendengar apapun.
"Tidak ada?" Katanya lagi.
"Emang suara apa dan bagaimana bunyinya?" Dokter Andre begitu penasaran.
"Suara seorang perempuan yang tengah menyanyikan lagu Nina Bobo untuk anaknya, dan dia juga mengatakan meminta tolong kepadaku untuk membalaskan dendamnya."
"Aku tidak mau membalaskan dendam siapapun aku takut, Dok" Safa benar-benar sangat ketakutan.
"Dendam? Dendam apa maksudnya?" Dokter Andre menghentikan laju mobil dia ingin mengulik semua dengan pasti apa yang dimaksud oleh Safa. Dia menginginkan Safa membalaskan dendam untuknya dan itu juga dendam untuk apa? apa yang orang lain lakukan hingga dia begitu marah.
"Saya sendiri juga tidak tahu dok, tetapi yang jelas dia selalu menggangguku dan terus mengatakan minta tolong untuk aku membalas dendam untuknya. Semua ini diawali ketika ada di rumah sakit ketika malam dan aku menabrak dokter karena saat itu aku berusaha kabur darinya."
Dokter Andre terlihat sangat bingung mencerna semua kata-kata Safa yang tidak masuk akal untuk dirinya.
Bagaimana mungkin ada orang yang meminta bantuan dengan cara seperti itu bahkan Safa terus mendengar permintaan tolong nya saat ini Padahal dia sendiri tidak mendengar kata apapun.
"Hem, saya punya teman dia tahu akan hal itu bagaimana kalau kita ke sana dan meminta pendapat padanya untuk yang harus dilakukan."
"Dok, Aku tidak mau seperti ini lagi aku takut. Setiap hari aku harus melihat makhluk-makhluk yang begitu menyeramkan mereka selalu mengganggu, hingga membuatku disangka orang gila oleh semua teman-teman. Safa ingin hidup normal sama seperti dulu lagi, Dok."
Dokter Andre begitu tidak percaya dengan apa yang dialami oleh Safa saat ini ternyata dia mengalami hal yang tidak biasa dan tidak mungkin semua orang bisa mengalaminya termasuk dirinya sendiri.
Dokter Andre tidak tahu apa penyebabnya tetapi dia akan membantunya supaya Safa bisa hidup normal lagi seperti sedia kala.
"Oke, kita akan cari solusi untuk masalah mu." Ucapan dokter Andre membuat Safa bisa bernafas lega akhirnya dia bisa hidup normal seperti pada umumnya.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....
__ADS_1