
**✿❀🌷❀✿**
Setelah mendapat penjelasan yang tidak lengkap dari Jordan juga Andre mengenai Sarah sampai hari ini dia masih saja terus terpikirkan.
Kenapa tidak di katakan semua dengan jujur juga lengkap, kenapa hanya setengah-setengah itupun juga dengan sangat tidak jelas. Kenapa? apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dari Safa.
Apakah itu benar-benar rahasia besar yang tidak boleh orang luar tau? apakah itu rahasia keluarga?
Safa melangkah di lorong sekolah dengan diam, dia terus memikirkan semua yang dikatakan oleh Jordan. Kenapa setiap kali dia bertanya tentang Sarah selalu saja perkataannya beralih ke topik lain yang membuat Safa semakin pusing.
Tetapi semakin disembunyikan maka Safa semacam penasaran dan ingin menemukan jawabannya dengan cara yang akan dia lakukan sendiri tanpa bantuan dari Jordan atau dari Andre sekaligus.
Brukkk...
Safa terjatuh ketika tiba-tiba ada kaki yang menghadang langkahnya dan membuat kaki Safa tersandung dan membuat dia benar-benar terjatuh.
Lutut Safa merasa sangat sakit karena ulah dari orang yang masih belum Safa lihat. Tetapi setelah dia menoleh dan terlihatlah siapa yang telah melakukan itu kepadanya dia adalah Angelina dan kedua temannya.
mereka bertiga terlihat sangat senang ketika melihat Safa yang terjatuh. Bukannya menolong tetapi mereka malah tertawa.
__ADS_1
Mereka benar-benar keterlaluan dan selalu saja melakukan ini kepada Safa meski Safa selalu saja meminta maaf saat menyadari tidak ada kesalahan yang dia lakukan dan itu seolah menjadi kesempatan untuk mereka untuk terus menghina dan membully Safa.
"Hahaha, ad katak yang mau lompat!"
Tawa Angelina begitu menggelegar memenuhi lorong sekolah dan membuat para murid lain menoleh ke arah mereka. Ada yang menertawakan tetapi juga ada yang merasa iba karena lagi-lagi Safa menjadi korban mereka.
Angelina juga kedua sahabatnya selalu saja tak ada habisnya melakukan penindasan kepada Safa. Safa yang tidak membalas membuat mereka seakan selalu menang dan merasa Safa tidak berani kepada mereka bertiga.
"Itu mah emaknya katak!" Renata menjawab juga sama sinisnya seperti Angelina mereka benar-benar sangat keterlaluan tetapi Safa tak pernah membalas karena di mempunyai prinsip api tidak harus dibalas dengan api nanti akan membakar semuanya jika Safa membalas hal yang sama seperti yang mereka lakukan.
"Eh, ka_kalian jangan keterlaluan dong!" Safa diam saja tetapi yang mengatakan itu adalah Pretty yang tiba-tiba datang dan membantu Safa untuk berdiri.
Mereka bertiga terlihat sangat marah karena Pretty berani menolong Safa, tetapi mereka juga sedikit was-was kalau sampai Pretty keceplosan dan mengatakan semua yang mereka lakukan kepada Safa, bisa-bisa hari ini adalah hari terakhir untuk mereka berada di sekolah itu.
"Berani sekali kamu menolongnya? Sepertinya kamu benar-benar sudah bosan melihat keluargamu?" dan ancaman itulah yang selalu membuat Pretty ketakutan. Tentu dia tidak mau sampai terjadi apa-apa kepada semua keluarganya.
"Ma_maaf," Pretty yang sangat menyayangi keluarganya tentu tidak akan berani melawan Angelina dan kedua temannya. Jika dia berani pastilah apa yang dia takutkan akan terjadi dan Pretty tidak mau hal itu terjadi kepada semua anggota keluarganya.
"Maaf ya Fa. Aku tidak bisa menolong kamu, kamu yang sabar ya Tuhan selalu bersama orang-orang yang sabarkan?" suara Pretty terdengar begitu menyesal karena dia tidak bisa membantu Safa. Sebenarnya dia ingin menjadi teman Safa tetapi rasa takutnya lebih besar dari kemauannya.
__ADS_1
"Hem, aku tidak apa-apa kok tidak usah khawatir semua pasti akan baik-baik saja. Dan ya! Terima kasih sudah membantuku," Safa tersenyum begitu sangat manis kepada Pretty dengan tangan terangkat dan menyentuh pundak Pretty.
Safa benar-benar merasa beruntung jika saja bisa memiliki teman seperti Pretty. Dia terlihat sangat baik juga sangat tulus, tetapi sepertinya itu akan sangat sulit mengingat Pretty yang begitu takut kepada Angelina dan teman-temannya.
"Maaf ya," sekali lagi Pretty meminta maaf sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan Safa di sana sendiri di hadapan ketiga gadis yang begitu buruk perilakunya.
"Iya, tidak apa-apa." kembali Safa memberikan senyum kepada Pretty sebagai pengantar kepergiannya dan membuat dia percaya kalau Safa akan baik-baik saja.
Sesekali Pretty menoleh ke arah Safa yang sama sekali tidak ada rasa takut menghadapi para gadis yang sangat ditakuti di sekolah. Selama tidak ada kesalahan kenapa harus takut?
"Sekarang tak akan lagi ada yang bisa menolong mu, Culun!" seruan Angelina begitu sinis dengan langkah kaki yang perlahan mendekati Safa. Langkahnya terlihat begitu angkuh namun tetap tidak membuat Safa gentar dan lari begitu saja, Safa sangat yakin kalau kejahatan pasti akan selalu kalah.
Tetapi ternyata Tuhan mengirimkan seseorang yang bisa menghentikan perilaku kejam Angelina kepada Safa, dia adalah Jordan.
"Bukan Safa yang membutuhkan pertolongan, tetapi kamulah yang membutuhkan."
Jordan berdiri tepat di samping Safa dengan begitu santai namun matanya terus melihat ke arah Angelina dan teman-teman yang terlihat sangat terkejut dan tak percaya apa yang telah dilakukan oleh Jordan saat ini.
Bukankah Jordan dan Angelina memiliki hubungan? Kenapa Jordan malah membela Safa?
__ADS_1
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung