Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Terus berusaha


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Baru saja semua guru-guru akan keluar dari ruangan yang menjadi tempat paling menyialkan bagi Safa sesuatu terjadi dan membuat semua orang-orang terkejut.


Prank.. prank..


Berbagai barang yang ada di tatanan paling atas pada berjatuhan dengan begitu tiba-tiba. Bahkan ada yang tepat di belakang dari kepala sekolah dan hampir saja mengenainya.


Seandainya pak kepala sekolah tidak segera maju beberapa langkah pasti benda itu bisa saja akan mengenai kepalanya yang sudah botak.


''Ak! Apa-apaan kalian?!'' mata pak kepala sekolah begitu tajam pada Saf dan juga Jordan dengan bergantian mengira mereka berdua yang telah melakukannya dan akan balas dendam dengan mencelakai mereka semua.


Tetapi hal itu langsung terbantahkan setelah kepala sekolah itu melihat sendiri dan dengan sangat jelas bagaimana barang-barang itu terbang kesana-kemari seolah ada yang telah melempar-lemparkannya.


''Ada apa ini,'' pak kepala sekolah sangat bingung karena melihat kejadian yang sangat aneh seperti ini.


Bertahun-tahun dia menjadi guru dia sekolah itu sama sekali belum pernah mengalami hal yang sangat di luar nalar seperti sekarang ini. Ini sangat membingungkan.


''Ak!'' teriak mereka semua setelah melihat semua semakin berterbangan dan juga di tamah dengan angin yang memutar-mutarnya.


Safa tercengang. Dia memang ingin hantu itu membuktikan apa yang dia katakan itu adalah kebenaran tapi bukan seperti caranya.


''Hentikan!!'' teriak Safa yang sangat marah dengan apa yang telah dia lakukan.

__ADS_1


Dan benar saja, setelah Safa berteriak semua barang-barang itu langsung berjatuhan begitu juga dengan angin yang tadi begitu e-besar sekarang hilang begitu saja. Sepertinya hantu itu memang sangat takut dengan Safa, jelas dia sangat takut dengan ancaman Safa yang akan membakarnya.


''Sekali lagi kamu lakukan itu maka akan aku bakar kamu!'' suara Safa yang begitu melengking tinggi jelas sangat di dengar oleh semua yang ada termasuk Jordan.


Sekarang baru yakin kalau semua adalah benar. Meski mereka tidak melihat tapi melihat semua yang telah terjadi ini sudah sangat menjelaskan.


Tapi, mereka semua tidak mengatakan apapun mereka langsung berlari dan bergegas kabur dari sana karena sangat takut. Bagaimana jika petaka terjadi pada mereka semua?


''Fa, sebenarnya hantunya dengan wujud apa sih?'' Jordan merinding meski dia sangat penasaran dengan wujud dari hantu penunggu tempat itu.


Safa tidak menjawab dan lebih memilih pergi dari sana meninggalkan Jordan yang sangat penasaran dengan wujud sebenarnya hantu itu.


''Fa! tunggu!'' Jordan juga langsung lari mengejar Safa yang terus mengabaikannya. Jelas dia sangat takut kan.


Tawa dari makhluk yang hampir membuat Safa di keluarkan dari sana dan yang jelas dia akan kehilangan untuk sekolah gratis dengan beasiswa penuh.


*✿❀ 🌷 ❀✿**


Alhamdulillah, akhirnya Safa tidak jadi kehilangan beasiswa dan juga sekolahnya.


Dia bisa bernafas lega ketika di perjalanan pulang. Tak akan ada yang akan kecewa dan mungkin akan marah jika semuanya benar-benar terjadi.


Safa terus berjalan, dia masih sangat kesal dengan Jordan yang saat ini terus menuntun motornya karena ingin mengejar Safa.

__ADS_1


Jordan terus menawarkan untuk mengantarkan Safa tapi gadis itu tida mengindahkan dan memilih berjalan, tak peduli Jordan akan kelelahan atau bagaimana yang jelas Safa akan menjauh.


''Ya Tuhan. Safa. Ayolah, kita naik motor saja supaya cepat sampai. Dengan jalan kaki seperti ini akan memperlambat kita sampai rumah, Fa."


Jordan terus berusaha membujuk Safa yang terus mengabaikan Jordan dan semua kata-katanya.


"Fa, apakah kamu tidak kasihan dengan ku? Lihatlah tanganku udah sakit karena terus mendorong motor. Dan lihatlah kakiku, kakiku rasanya mau patah," keluh Jordan.


Dulu Jordan yang ingin menjauh dari gadis berkaca mata itu, tapi sekarang? Bahkan dia ingin bisa terus bersamanya dan melakukan sesuatu yang akan membuat Safa terkesan.


"Safa, aku mohon," katanya dengan nada yang sudah sangat lemah.


Safa menoleh, menatap jengah Jordan yang take mau berhenti mengikutinya.


"Kalau kak Jordan lelah maka berhentilah dan pulang. Jangan ganggu Safa."


Sepertinya Safa benar-benar sangat kesal pads Jordan. Pria itu take henti-hentinya mengganggu nya.


Safa kembali berjalan dan seketika Jordan kembali mengikutinya meski dengan rasa lelahnya. Sungguh, Jordan sangat penasaran dengan gadis itu. Kenapa dia sangat susah membuatnya terkagum-kagum padanya seperti gadis pada umumnya.


"Apakah Safa sudah tidak normal, masak melihat pria tampan seperti ini dia tidak tertarik sih. Apakah mungkin jeruk makan jeruk?" gumamnya.


**✿❀ 🌷 ❀✿**

__ADS_1


__ADS_2