
**✿❀🌷❀✿**
Safa terus melihat ke area sekeliling setelah mau sampai di rumah Jordan. Gemerlap lampu warna-warni menyinari pelataran yang dipajang di setiap titik bahkan di setiap pohon yang hidup pun tidak terlepas dari lampu yang terus bergemerlap begitu indah.
Terlihat semuanya sangat indah tetapi nyatanya tidak begitu indah di mata Safa ada sesuatu yang seolah mengganggu pemandangan yang begitu indah di sekitar sehingga membuat Safa berjalan dengan begitu pelan.
Ada aura yang tidak biasa dan begitu mengganggu Safa yang baru datang rasanya sangat tidak enak. Apa yang terjadi kepada Safa tentu tidak terlepas dari penglihatan dokter Andre, Dia berjalan di sebelah Safa dan terus memperhatikan gerak-gerik Safa yang dokter Andre tahu pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Fa, ada apa? Apakah ada sesuatu yang kamu lihat?" Dokter Andre ikut berhenti ketika Safa menghentikan langkah entah apa yang dia lihat tetapi sangat membuat dokter Andre penasaran.
"Rumah ini begitu indah dan juga sangat besar tetapi kenapa terlihat begitu gelap meski sebenarnya begitu terang karena begitu banyak lampu yang sudah dinyalakan."
"Apa maksudmu gelap, rumah seterang ini kamu bilang gelap sepertinya matamu benar-benar tidak berguna sama sekali, Fa."
Kedatangan Jordan membuat Safa ataupun dokter Andre langsung menoleh ke arahnya jelas mereka berdua sangat terkejut dengan suara Jordan yang begitu datang tiba-tiba dan terdengar sangat angkuh.
"Kamu memang bener, mataku memang tengah bermasalah tetapi karena bermasalah inilah aku bisa melihat segalanya bahkan bisa melihat apa yang sama sekali tidak bisa kamu lihat, heh!"
Safa pun tak mau kalah dia mengatakan jawabannya kepada Jordan begitu angkuh melebihi Jordan sendiri.
"Dasar pembohong!" seru Jordan tidak terima apa yang dikatakan oleh Safa, mana mungkin dia akan percaya karena dia memang tidak melihat apa yang saya katakan.
"Yuk masuk!" ajakan Jordan terdengar begitu tidak suka kepada Safa sepertinya dia juga begitu terpaksa mengajak Safa masuk ke dalam acaranya.
"Yuk kita masuk, Fa," Dokter Andre juga mengajak Safa masuk ke dalam rumah yang sudah sangat ramai akan semua tamu undangan. Berbeda dengan Jordan yang mengajak siapa dengan begitu songong dan angkuh tetapi dokter Andre dia begitu lembut. Sungguh dua karakter yang sangat berbeda meski mereka adalah saudara kandung.
Jordan melangkah lebih dulu diikuti dokter Andre juga Safa yang ada di sebelahnya, namun ketika tiba di suatu ruangan apa berjalan berbelok sendiri dan semakin jauh dengan kedua laki-laki yang tidak sadar akan kepergiannya.
__ADS_1
Begitu bahagia Jordan karena akhirnya Safa benar-benar datang ke acara ulang tahunnya. Dia begitu bahagia sehingga dia berjalan lambat menunggu dokter Andre lalu merangkulnya.
"Terima kasih, Kak. Akhirnya Kakak menepati janji dan berhasil mengajak Safa ke acara ulang tahunku. Kakak benar-benar luar biasa," puji Jordan.
Keduanya terus melangkah tanpa menoleh ke belakang, tanpa melihat apakah ada Safa atau tidak di belakang mereka berdua mereka terlalu sibuk dengan kebahagiaan Jordan.
"Kamu tidak memiliki maksud tertentu kan kepada Safa. Awas aja kalau kamu sampai memiliki niat buruk kepadanya maka kamu akan berhadapan dengan kakak."
Dokter Andre menghentikan langkah sejenak dan menoleh ke arah Jordan yang terlihat tertawa untuk menyembunyikan maksud dari apa yang ada di hatinya yang sudah dia rencanakan dengan baik-baik.
"Apa sih Kak, memangnya apa yang bisa Jordan lakukan kepada Safa jika ada kakak di sini. Hem... sepertinya sekarang kakak begitu perhatian kepada Safa, kepada perempuan cupu itu. Apakah mungkin di dalam hati kakak perempuan cupu itu sudah menggantikan keberadaan kakak ipar."
"Jangan sembarang bicara kamu ya. Sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menggantikan Sarah di hati kakak, hanya ada dia seorang selamanya."
Terdengar suara dokter Andre begitu menegaskan Dia sangat tidak suka ada orang yang membicarakan perihal hatinya. Karena sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menggantikan Sarah di hatinya. Tetapi sekarang entah suatu saat nanti?
"Sudahlah ayo kita nikmati acara ini ke sana, kita rayakan kebahagiaanku bersama-sama. Aku berharap Kakak akan sangat bahagia dengan acara ini," Jordan semakin erat merangkul dokter Andre dan mengajaknya lebih cepat berjalan supaya cepat sampai ke tempat yang menjadi acara di titik fokus acara dilangsungkan.
Keduanya benar-benar tidak menoleh ke belakang dan terus melangkah. Setiap dokter Andre akan menoleh ke belakang pasti saja selalu dihalangi oleh Jordan hingga membuatnya tidak bisa melihat dan memastikan keberadaan Safa di sana.
Hingga akhirnya keduanya sampai di tempat acara barulah mereka berdua menoleh secara bersamaan untuk menyambut Safa.
"Selamat datang di acara pestaku ini cupu," sepertinya panggilan itu begitu melekat di bibir Jordan hingga dia tidak bisa mengubah panggilannya untuk Safa.
"Loh, Safa kemana?" Ini dokter Andre baru menyadari kalau Safa tidak ada bersama mereka berdua.
Bukan hanya dokter Andre saja yang terlihat sangat bingung karena tidak melihat keberadaan Safa tetapi Jordan juga sama halnya, mata mereka berdua menerawang jauh untuk mencari keberadaan Safa.
__ADS_1
"Safa di mana, Kak?" Ternyata Jordan juga terlihat bingung keningnya berkali-kali mengkerut karena dia memang benar-benar tidak tahu.
Tetapi dokter Andre dia langsung menoleh ke arah Jordan dengan mata yang tajam.
"Ini bukan akal-akalan_mu saja kan? Kamu begitu antusias mengundang Safa dan kamu begitu bahagia ketika dia datang padahal sebenarnya kamu sangat membencinya. Apa yang sebenarnya kamu rencanakan Jordan?"
Mata dokter Andre semakin nyalang penuh dengan amarah dia sudah curiga kepada Jordan sejak kemarin, Apakah semua kecurigaan itu karena ini?
"Katakan, Jordan. Di mana Safa sekarang. Aku yakin semua ini karena ulah kamu kamu berniat untuk menyingkirkan Safa bukan? Katakan Jordan, katakan!"
Jordan begitu bingung karena dia sendiri juga tidak tahu di mana keberadaan Safa sekarang, dia memang memiliki rencana untuk mengerjai siapa tetapi ini bukan rencananya karena rencana Jordan akan berlangsung setelah acara dimulai.
"Saya tidak tau, Kak. Saya tidak memiliki maksud apapun kepada Safa, sungguh!"
Dicengkram dengan kuat baju yang Jordan kenakan saat ini, dokter Andri benar-benar marah dia langsung menyimpulkan seperti itu karena di semua kecurigaan yang sudah ada sejak kemarin.
"Jangan berbohong kepada kakak kamu Jordan, kakak tahu bagaimana kamu. Sekarang katakan di mana Safa, di mana?!" Dokter Andre semakin marah besar kepada Jordan.
"Beneran, Kak. Jordan tidak tahu kemana Safa berada."
Dilepas cengkraman baju Jordan dengan kasar oleh dokter Andre dia benar-benar terbawa dalam memerah hingga kini dia melenggang pergi untuk mencari keberadaan Safa yang tadi mana dia berada.
"Safa kemana? Rumah ini begitu besar kalau dia berjalan sendiri aku yakin dia akan sangat bingung dan bisa jadi dia akan sangat susah menemukan jalan keluar. Aku harus mencarinya."
Jordan juga berlari untuk mencari keberadaan Safa, menghiraukan semua tamu undangan yang sudah ada di sana dan tadi sempat menjadi penonton saat dokter Andre dan Jordan saling adu mulut.
**✿❀🌷❀✿**
__ADS_1
Bersambung....