
**✿❀🌷❀✿**
Safa terus berlari setelah di kamar mandi melihat sosok yaitu menakutkan seorang nenek tua berambut putih dan memakai baju kebaya kuno. Wajahnya begitu pucat dan memiliki lingkar mata yang begitu hitam rambutnya tergerai seolah ingin menutupi semua wajahnya.
Langkah kaki begitu kencang menjauh dari toilet dengan sesekali menoleh ke belakang karena takut sosok itu akan mengejar dirinya.
Brukk...
Seketika Safa terjatuh karena tak sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan menuju ke arahnya sepertinya dia juga ingin ke toilet.
"Kamu lagi kamu lagi! Nggak bosan bosannya kamu mencari perhatian kepadaku. Tadi kamu mengatakan melihat anak kecil yang mengejar kupu-kupu sebagai alasan sekarang apalagi yang akan kamu jadikan alasan."
Safa terjatuh di lantai namun berbeda dengan orang yang ditabrak dia hanya mundur dua langkah saja, dia adalah Jordan.
Terlihat semakin kesal Jordan saat ini dia begitu risih ketika bertemu dengan Safa dan kali ini dia harus bertemu lagi. Mimpi apa dia semalam.
Safa menoleh ke belakang memastikan bahwa sosok yang dia lihat tidak mengejarnya, dan Safa bernafas lega karena sosok tua itu tidak ada di sekitarnya.
Jordan menatap jengah Safa yang kini sudah perlahan berdiri. Safa sedikit meringis karena memang merasa sakit akibat terbentur lantai.
"Saya minta maaf, saya tidak sengaja, sungguh," ucap Safa.
Namun kata maaf dari Safa sepertinya tidak berguna sama sekali karena Jordan tetap terlihat marah.
"Ingat ya, jauh-jauh dari saya karena saya tidak mau sampai ketularan sial seperti sepertimu. Setiap bertemu denganmu selalu saja terkena sial dasar pembawa sial!" seru Jordan semakin marah.
Safa mengernyit, sejak kapan dia membawa sial pada Jordan atau pada orang lain, karena menurut Safa dia yang selalu terkena sial ketika bertemu dengan mereka semua yang selalu menghinanya.
"Maaf, saya juga tidak ingin dekat-dekat dengan kamu dan kalian semua. Kalian yang selalu membuatku sial." jawab Safa begitu berani.
"Dan ya! Saya tadi tidak sengaja dan saya tidak ada niat untuk mencari perhatian padamu atau pada siapapun. Jadi jangan terlalu pede kalau aku memang berniat mendekati mu."
Safa menegaskan. Safa melenggang pergi dari hadapan Jordan yang kini dibuat terperangah oleh gadis itu.
"Dasar nggak waras, situ yang salah satu juga yang ngomel." Jordan begitu dongkol.
Jordan langsung bergegas ke toilet.
Meski toiletnya tidak sama tetapi ada di jalan yang sama dengan toilet perempuan karena hanya bersebelahan saja.
__ADS_1
Tak ada keraguan dari Jordan dan terus masuk begitu saja di toilet yang terlihat sangat sepi sepertinya memang tidak ada yang lain dan hanya dirinya saja.
Tetapi sepertinya tidak hanya sendiri Jordan mendengar langkah kami yang semakin dekat kemudian berjalan ke toilet tepat di sebelahnya.
Clikk...
Suara pintu terdengar jelas di telinganya Jordan pun nampak biasa karena berpikir itu adalah hal yang biasa. Pastilah ada orang yang lain yang datang.
Tak berapa lama terdengar suara air yang kadang terbuka dan kadang tertutup dia memainkan keran itu.
"Hey, jangan di buat main airnya!" Teriak Jordan yang merasa terganggu dengan suara itu. Suara yang sangat jelas karena itu tepat di sebelahnya.
"Hey, dengar kan. Jangan di buat mainan!" Meski sudah berteriak tapi tetap saja yang di sebelah itu memainkan keran.
"Hey!" Semakin kesal Jordan karena tidak di dengar peringatannya. Jordan langsung keluar dari toilet dan segera ke toilet di sebelahnya untuk menegurnya lagi.
Tangannya mendorong pintu dan ternyata tidak di kunci.
"Hey... Ja_ngan..." Ucapan Jordan terputus karena tak melihat ada siapapun di sana tapi keran itu masih menyalah.
"Siapa sih, dasar nggak tanggung jawab," Ucap Jordan yang sangat kesal. Dia masuk ke dalam untuk mematikan keran namun tiba-tiba pintu tertutup dengan sangat keras.
"Hey!" Teriak Jordan dia juga sangat terkejut karena begitu keras bahkan dia juga terperanjat.
Cepat Jordan menutup keran lalu keluar untuk memeriksa siapa yang telah mengerjainya.
"Hem.. Jangan-jangan bocah cupu itu yang mengerjai ku. Awas saja ya." Ucapnya dengan amarah besar.
Jordan keluar, memastikan sebentar dan ternyata semua pintu terbuka berarti tak ada yang menggunakan.
"Hem, dasar cupu kurang ajar. Awas ya." Jordan berjalan dengan cepat dan bergegas ke kelas Safa.
Begitu cepat Jordan berjalan. Langkah kakinya begitu lebar-lebar karena dia memang tinggi. Tatapan matanya sangat menyeramkan karena terdapat kekesalan pada Safa. Dia pikir
Sementara Safa dia terus berlari menuju kelas dia sama sekali tidak berhenti meski nafasnya gitu ngos-ngosan dan juga kakinya terasa pegal.
Keringat begitu memenuhi wajah Safa setelah sampai di kelas dia juga langsung membuka tas dan mengambil air mineral dan meneguknya.
Jelas saja apa yang terjadi kepada Safa membuat semua teman-teman merasa sangat heran apalagi Zian teman sebangkunya itu langsung menoleh dengan mata yang seolah meminta penjelasan dari Safa.
__ADS_1
"Safa, kamu kenapa? Kayak habis di kejar setan saja," Zian keheranan.
Padahal yang ditanyakan oleh Zian sangat tepat sasaran hanya saja bukan dikejar setan melainkan melihat setan yang ada di toilet.
"Kamu sangat benar Zian, aku benar-benar melihat setan di toilet," jawab Safa yang sangat jujur.
"Setan? Di siang begini? Hahaha! Jangan ngacok deh loh, Fa. Mana ada setan yang bangun di siang-siang begini. Dan ya! Sejak kapan sekolah ini ada setan," Begitu tak percaya si Zian pada Safa dia mengira yang di katakan oleh Safa adalah kebohongan semata.
"Saya tidak bohong, Zian. Aku melihat sendiri. Seorang nenek-nenek dengan rambut putihnya menutupi wajah dan baju kuno. Benar-benar sangat mengerikan, Zian."
Terus saja Safa berbicara tapi mana ada yang percaya. Bukan hanya Zian saja yang menertawakan Safa tapi juga yang lain. Mereka tidak akan percaya karena tidak melihatnya sendiri.
"Cupuuuu...!"
Semuanya terperanjat karena teriakan yang begitu menggema. Semua juga langsung menoleh kearah sumber suara.
Ada terkejut tapi juga ada rasa senang di beberapa teman Safa yang cewek, seperti sebuah penghormatan karena kelasnya di datangi Jordan si tampan, pria idaman di sekolah.
Langkahnya begitu cepat dengan langkah kaki yang lebar. Mengikis jarak antara dirinya dan Safa yang kini melotot namun dengan takut.
'Apa yang terjadi, kenapa Kak Jordan terlihat marah sekali? Apakah dia marah karena aku menabrak dia tadi?' batin Safa.
"Heh! Apa masalah loh sama gue. Apa karena loh berkali-kali gue tolak dan loh ngerjain gue. Loh ngikutin gue sampai masuk ke toilet pria. Loh nggak punya malu!"
"Haaa!! Gila loh, Fa. Jadi loh lari kayak di kejar setan karena loh ngintipin Kak Jordan!" Zian berseru tak percaya.
"Eh, tidak tidak! Aku tidak ngikutin kakak ya. Aku langsung ke sini setelah tadi berpapasan dengan kakak," Safa membela diri.
"Halah, jangan bohong deh loh. Gue tau cewek macam apa kau ini."
"Beneran, Kak. Saya tidak bohong. Atau jangan-jangan..."
"Apa lagi yang akan loh jadikan alasan. Lebih baik loh jujur saja deh loh, jangan muter-muter nggak jelas. Emang dasar loh ya nggak punya malu, ngikutin gue sampai toilet pria." Jordan tetap tak percaya.
"Apa! Cupu ngikutin ayank Jordan ke toilet!" Semua kembali menoleh melihat ada yang kembali datang dan ternyata dia adalah Angelina the geng.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....
__ADS_1