Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Kebencian Jordan


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Setelah sedikit mengetahui apa yang selalu di alami oleh Safa dokter Andre jadi lebih sering menemuinya. Bahkan dia juga tidak peduli jika sang adik Jordan mengomel karena itu.


Bukan hanya karena itu saja, tapi Jordan merasa itu tak pantas karena baru beberapa hari saja istrinya meninggal masak sudah dekat lagi dengan perempuan bahkan dia umurnya masih di bawah umur Jordan.


Bukan itu saja, tapi karena Safa adalah perempuan yang paling Jordan ingin jauhi sejauh-jauhnya. Jordan merasa sangat tidak suka saja dengan Safa yang sok ingin mencari perhatian padanya.


Padahal yang sebenarnya bukan Safa ingin mencari perhatian tapi karena apa yang telah di alami Safa akhir-akhir ini yang membuat dia menjadi seperti itu.


Di saat Jordan melihat Safa dan dokter Andre dekat saat inilah yang membuat Jordan semakin membenci Safa. Dan ingin membuat dia menjauh dari dokter Andre.


Matanya melotot tak suka melihat pemandangan itu. Padahal tak ada hal yang tak wajar yang mereka berdua perlihatkan, semuanya wajar-wajar saha bahkan mereka duduk juga dengan berjarak.


"Tidak, kamu tidak boleh dekat dengan kak Andre. Aku tau kamu itu perempuan seperti apa, kamu hanya ingin memanfaatkan kak Andre saja karena dia kaya," gumam Jordan yang kini berdiri di balik pohon.


Tangannya sudah mengepal sempurna dengan mata tajam yang seakan ingin menusuk Safa dari jauh.


"Aku tidak akan biarin kamu berhasil, Cupu. Kamu harus bisa menjauh dari kak Andre."


Entah rencana yang seperti apa yang akan di lakukan oleh Jordan untuk membuat mereka berdua jauh. Mereka tak akan mungkin bisa mudah di jauhkan karena mata yang ada pada Safa sekarang adalah mata dari orang yang begitu dia cintai.


Dengan melihat matanya seolah dokter Andre kembali bersama dengan mendiang istrinya bahkan kadang-kadang wajah Safa seolah berubah menjadi Sarah istrinya.

__ADS_1


Sementara di hadapan Jordan saat ini dokter Andre dan juga Safa tengah membicarakan tentang hal yang seperti biasanya.


Hal-hal yang selalu Safa lihat. Bagaimana bentuknya, bagaimana sifatnya, apakah jail atau tidak, bahaya atau tidak atau masih banyak lagi. Semuanya Andre tanyakan pada Safa. Dia ingin memastikan kalau semuanya akan baik dan tidak akan membuat Safa terluka.


"Apakah ada yang baru lagi?" tanya dokter Andre?


"Tidak, hanya itu-itu saja sih. Tapi... perempuan itu? dia masih saja meminta aku untuk bisa secepatnya melakukan apa yang dia minta."


"Emangnya dia siapa sih?" tanya dokter Andre. Dia memang tidak tau karena saat Safa bicara dengan pak Kyai dokter Andre tidak boleh ikut. Safa hanya bicara empat mata saja pada pak Kyai.


Lagian Safa juga tidak tau perempuan itu siapa karena pak Kyai tidak mengatakan dengan jelas. Dan Safa yang harus mencari tau sendiri.


"Nggak tau, kalau saya tau pasti akan saya katakan." jawab Safa malas.


"Tapi sekarang kamu bagaimana? kamu sudah bisa terbiasa dengan makhluk-makhluk seperti itu? apa kamu tidak takut?"


"Gila! maksudnya?"


"Iya, gila! kalau tidak bisa terbiasa dan terus ketakutan dan depresi apa lama-lama tidak akan membuat orang gila. Iya kan?"


"Iya juga sih. Ya semoga kamu bisa kuat. Terus kalau kamu takut?"


"Sayangnya aku tak bisa selalu menemani mu. Kalau aku bisa pasti aku akan selalu menemani mu dan tidak akan membiarkan kamu selalu sendiri dalam menjalani semua ini."

__ADS_1


"Sudah kah, Dok. Jangan terlalu di pikir. Aku memang sendiri tapi ada kok yang menemani ku. Dia juga sangat baik, dia bahkan cantik," Safa tersenyum.


"Siapa?"


"Kinanti. Dia begitu cantik. Dia akan selalu menemani ku dan akan selalu membantuku jika ada makhluk-makhluk yang tidak baik yang ingin mencelakai ku."


"Hem, syukurlah kakak memang seperti itu."


"Oh iya. Lima hari lagi Jordan ulang tahun, kamu udah dapat undangan?"


"Undangan? tidak ada. Sepertinya akan selalu seperti biasa, aku tidak akan pernah mendapatkan undangan darinya. Aku juga tidak mood datang ke tempat acara-acara seperti itu. Ayah juga tidak akan mengizinkan."


"Benarkah kamu belum pernah dapat undangan dari Jordan?" sepertinya dokter Andre begitu terkejut karena itu. Biasanya setiap acara ulang tahun pasti semua akan di undang tapi kenapa Safa belum pernah? segitu bencinya kah Jordan pada Safa.


"Bagaimana kalau aku yang undang kamu?"


"Tidak usah, Dok. Nanti kalau aku datang hubungan dokter dan kak Jordan pasti akan memburuk Safa tidak mau seperti itu. Jadi lebih baik tidak usah."


"Aku juga tidak ingin datang datang."


"Hay, Fa. Maaf ya, aku lupa memberikan undang, untukmu. Nih!" tiba-tiba saja Jordan datang dan memberikan undangan pada Safa, tentunya itu akan membuat Safa tak percaya.


"Kak Jordan sehat?"

__ADS_1


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung...


__ADS_2