Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Jangan Lakukan di Rumahku


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Jordan seketika mendorong Safa ketika mendengar suara kakaknya datang dan langsung berteriak dan memanggil keduanya. Tentu Jordan tidak mau sampai kakaknya berpikiran macam-macam tentang dirinya juga Safa yang berada di satu tempat yang sama dan hanya berdua saja.


Bagaimana kalau sampai kakaknya itu berpikir kalau dirinya juga Safa telah melakukan sesuatu yang tidak baik.


"Jordan, Safa, apa yang kalian perlu lakukan di sini dan apa-apaan tadi?"


Ternyata benar bahwa dokter Andre langsung berpikir yang tidak tidak akan Adiknya juga Safa. Tentu siapapun akan berpikiran hal yang seperti itu ketika melihat dua orang lawan jenis berada di satu tempat dan saling tumpang tindih. Bukankah itu sangat mencurigakan.


"Se_semua tidak seperti yang Pak dokter katakan kami benar-benar tidak melakukan apapun. Tadi Safa hampir jatuh dan Pak Jordan membantu dan saya bisa berhasil selamat."


Safa begitu guguk juga sedikit takut kalau sampai dokter Andre tidak percaya kepada dirinya yang telah mengatakan hal yang jujur. Semua terjadi begitu cepat dan itu semua karena ulah dari makhluk yang tidak rela kalau sampai Safa berhasil naik ke atas dan selamat.


"Lagian siapa juga yang mau dengan cewek cupu seperti dia, kayak tidak ada cewek lain saja," ucap Jordan begitu malas.


"Sekarang kamu tidak kenapa-napa kan? Kamu tidak terluka, dan Jordan tidak melakukan sesuatu kepada dirimu kan?"


Dokter Andre terlihat begitu panik dan juga begitu sangat khawatir kalau sampai terjadi sesuatu kepada Safa namun ternyata pria yang telah dituduh olehnya kini hanya berdiri diam dengan angkuh.


"Astaga, Kak. Kakak begitu sekali curiga kepada adik sendiri. Biarpun begini Jordan masih punya rasa manusiawi jadi tidak akan mungkin akan melenyapkan Safa dan membuat dia terjatuh hingga sampai ke bawah sana."


Begitu jengah rasanya Jordan karena mendapatkan curiga dari kakaknya saat ini. Tidak seperti biasanya yang begitu percaya kepada Jordan dalam berbagai apapun urusan tetapi sekarang Dokter Andre pencurigai_nya.


"Lah kan siapa tau kamu melakukan sesuatu pasangan Safa."


"Dengar baik-baik ya Kak, Jordan tidak melakukan apapun pada Safa. Saya hanya menolongnya," Kali ini Jordan begitu menekankan dia juga terlihat tidak rela dan tidak suka.


"Alhamdulillah kalau begitu," Dokter Andre mendekat dan langsung menepuk pundak Jordan dengan rasa bangga. Meskipun asiknya terlihat sangat marah tapi dokter Andre begitu suka dengan kejujurannya.


"Kalau begitu kita kembali, semua tamu pastilah sudah menunggu di bawah untuk acara mu, Jordan."


"Hem," Hanya berdehem saja Jordan menjawab dia kehilangan mood karena kakaknya barusan.

__ADS_1


Kaki ketiganya melangkah untuk turun kembali ke tempat acara. Di saat pintu akan di tutup Safa kembali menoleh dan ayunan tadi kembali bergerak.


"Nina Bobo oh Nina Bobo.. Kalau tidak bobo di gigit nyamuk.... Nina bobo oh Nina bobo.. Kalau tidak bobo di gigit nyamuk..."


Suara nyanyiin itu kembali terdengar. Begitu bertalu-talu bercampur dengan angin yang terus berdesis. Safa juga melihat perempuan tadi, dia duduk di sana dengan terus menggerakkan ayunan sembari dia menggendong bayinya.


'Sebenarnya dia siapa? Dan dia mati karena apa. Sebenarnya aku tidak mau menerima apa yang menjadi keinginannya tapi aku merasa sangat kasihan. Mungkin dia tidak tenang karena pelaku yang telah membunuhnya belum tertangkap.' batin Safa.


Baru saja keluar dari laptop dan melihat lantai paling dasar seketika Safa terdiam dia juga berhenti melangkah melihat gambaran-gambaran yang sangat jelas bagaimana ada seorang perempuan hamil yang terus berlari ke_sana kemari karena ketakutan.


Sesekali dia menoleh ke arah belakang dengan tangan terus memegang perutnya yang membesar. Entah siapa yang dia takutkan ataukah entah siapa yang telah mengejarnya dan membuat dia terus berlari untuk menghindar.


Tidak jelas siapa orang itu tetapi sangat jelas Siapa perempuan yang terus berlari, dia adalah perempuan yang sama yang selalu datang dan meminta Safa untuk membalaskan dendamnya.


Tubuh Safa menggigil dengan wajah yang sudah pucat seolah dia ikut merasakan ketakutan dari apa yang telah wanita itu rasakan.


Matanya terus membulat dengan tubuh yang mulai melemah.


"Semoga acara kamu meriah dan juga sangat lancar Dek. Dan semoga kita tidak akan bingung lagi seperti tadi, iya kan?" ucap dokter Andre.


"Iya Kak, ini semua juga gara-gara Safa. Seandainya dia tidak pergi mungkin acara sudah berlanjut Dan mungkin hampir selesai. Semoga saja para tamu masih setia menunggu, kalau mereka pada pulang maka kamu harus bertanggung jawab ya, Fa."


Di saat Jordan mengatakan itu dokter Andre dan juga Jordan baru menoleh ke arah Safa secara bersamaan. Keduanya kembali saling tatap setelah melihat apa yang terjadi kepada Safa. Dia masih berada di lantai atas dengan wajah pucat dan juga jelas dengan ketakutan. Terlihat seluruh tubuhnya juga menggigil dengan mata yang melihat sesuatu yang mereka berdua tidak tahu.


"Safa kenapa lagi?" Seketika Jordan mengerutkan kening yang penuh tanda tanya memikirkan apa yang terjadi kepada gadis cupu yang sangat aneh itu. Safa terus melangkah mundur dengan sangat pelan juga tangan terus memegang pagar.


Dia tidak sadar apapun bahkan ketika dia sampai dipijakan anak tangga yang pertama paling atas dia sama sekali tidak sadar membuat kedua laki-laki itu langsung berteriak dan juga berlari untuk menolong Safa.


"Safa awas!!"


Teriak keduanya bersamaan bahkan mereka berlari juga persamaan untuk menyelamatkan Safa yang masih tidak sadar dengan apa yang dia lakukan dan dia pastilah akan celaka jika sampai dia mundur selangkah lagi. Kemungkinan dia akan jatuh ke tangga.


Sementara Safa sendiri sangat tidak sadar dengan kaki yang sudah melangkah mundur. Dia menangis seolah ikut merasakan ketakutan dari wanita yang berlari hingga akhirnya dia jatuh ke bawah ketika mundur dan tubuhnya tidak bisa menahan diri pada pagar.

__ADS_1


"Akkk!!" Teriak Safa seiring mata melihat wanita yang hamil itu terjun bebas ke bawah dan menimpa meja kaca juga seketika darah bercucuran bersamaan dengan kaca yang pecah berserakan.


Wanita itu jatuh terlentang dengan satu tangan di atas lantai dan satunya memegang perutnya yang membesar.


Namun persamaan teriakan Safa barusan dia juga sudah melangkah mundur di tangga dan akan jatuh. Tangan Safa berangkat ke atas melambai-lambai di atas kepala seolah Ingin menggapai sesuatu sebagai pegangan tetapi naas ya tidak mendapatkannya


Kedua laki-laki beda usia namun saudara itu berlomba-lomba berlari untuk bisa menyelamatkan Safa. Mereka berdua sangat panik hingga akhirnya mereka berdua sampai di atas dan bisa di kanan dan kirinya.


Satu tangan mereka menyatu menahan tubuh Safa sementara yang satunya lagi menangkap tangan Safa dan secara bersamaan mata mereka langsung memandang wajah siapa yang begitu syok.


Lima detik keduanya terus melihat wajah Safa Safa dan setelah itu barulah keduanya tersadar.


"Safa, kamu tidak apa-apa kan?" Dokter Andre begitu khawatir dan perlahan mendorong tubuh Safa untuk berdiri Begitu juga dengan Jordan, dia melakukan hal yang sama.


"Apa-apaan sih kamu! Tadi mau lompat dari rooftop, dan sekarang kamu mau menjatuhkan diri di tangga setinggi ini. Apakah kamu memang benar-benar sudah bosan hidup!?"


Sementara Jordan malam terbawa amarah yang memuncak. Dalam sekali waktu saja Safa seolah ingin melakukan percobaan bunuh diri dua kali. Dan kenapa harus di rumahnya dan seluruh keluarganya.


Safa masih terdiam dia tak menggubris apa yang telah Jordan katakan, Safa masih begitu syok dengan apa yang dia lihat.


Tadi dia melihat bagaimana keadaan wanita itu yang bersimbah darah di antara pecahan meja kaca. Sementara sekarang bersih tak ada apapun tapi bayangan itu masih saja memenuhi mata dan kepala Safa.


Sementara dokter Andre, dia terpaku diam mendengar penuturan Jordan yang mengatakan bahwa Safa ingin bunuh diri dengan kelompati rooftop.


Itu bukan Safa, dokter Andre curiga ada sesuatu yang membuat Safa melakukan itu.


"Kalau kamu memang mau bunuh diri jangan di rumah ku! Kami tidak mau bermasalah karena kamu." hardik Jordan begitu kasar.


Safa masih bergeming seolah tak mendengar apa yang Jordan utarakan.


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2