
**✿❀🌷❀✿**
Malam semakin larut dan sesuatu yang aneh lagi-lagi Safa rasakan. Kali ini dia di dalam rumah dan hal apa yang membuat bulu kuduknya kembali berdiri dan yang jelas kembali membuat dia merasa begitu merinding dan takut?
aberkali-kali dia menghirup aroma wangi bunga melati padahal dengan sangat jelas tidak ada yang memakai parfum aroma itu di rumah, lalu siapa?
Bukan hanya itu saja tetapi juga suara-suara aneh dan juga benda-benda yang bergerak ke sana kemari seolah ada yang memainkannya. Jelas saja hal itu tidak akan bisa membuat Safa bisa tidur dengan nyenyak.
Jeritan juga bisikan terus saja terdengar di telinga Safa membuat dia semakin ketakutan. Bulu kuduk semakin berdiri dengan tubuhnya yang merinding bukan karena kedinginan. Safa juga sudah melindungi dirinya sendiri dengan selimut tebal, dia tidur dengan meringkuk dan seluruh tubuh ditutup dengan selimut.
Sesekali Safa berguman dan juga mengucapkan doa apapun yang dia bisa mungkin dengan itu suara-suara itu tidak akan dia dengar. Namun bukannya semakin tenang Safa dibuat semakin menggigil karena perlahan selimut yang dia pakai sekarang ini bergerak turun seolah ada yang menariknya dari bawah. Dengan kuat Safa menahannya dia tidak mau sampai selimut itu terbuka di bagian wajahnya, Safa tidak mau melihat hal-hal yang sangat menakutkan yang mungkin akan sama ketika di rumah sakit atau malah lebih parah lagi dari itu.
"Jangan, aku mohon jangan. Siapapun kalian jangan ganggu aku," gumam Safa begitu lirih. Suaranya parau bergetar keringat dingin sudah terus bercucuran di seluruh wajah dan tubuhnya.
Meski sudah seperti itu tapi tetap saja tak dapat di hentikan hingga akhirnya terjadi tarik menarik dengan sesuatu yang tidak di ketahui.
Tetapi jika Safa membuka selimut pasti akan tau apa yang telah mengganggunya itu. Yang jelas makhluk-makhluk yang begitu banyak penghuni rumahnya.
"Kakak, ayo kita main," bisikan itu terdengar sangat jelas di telinga Safa.
Suara seperti anak kecil laki-laki tapi belum jelas itu umur berapa. Semakin kuat selimut itu di tarik dengan suara yang terus mengajak Safa bermain.
"Kak, ayo bermain," ucapnya lagi.
__ADS_1
Sepertinya mulai sekarang Safa tak akan bisa tidur dengan nyenyak lagi kalau duduk seperti ini. Setiap malam pasti akan ada-ada saja makhluk-makhluk yang mengganggunya dan apa yang terjadi itu Safa tidak tau karena apa.
"Jangan, jangan ganggu saya. Jangan ganggu!" teriak Safa begitu histeris dia benar-benar sangat ketakutan. Entah seperti apa wujud dari anak yang ingin mengajak dia bermain itu.
Kalau begini Safa pasti akan ngantuk besok saat dia sekolah. Besok adalah hari pertama bagi Safa masuk sekolah setelah dia mengalami kecelakaan yang menimpanya. Entah kedatangannya akan disambut baik atau malah sebaliknya oleh semua teman-temannya entah itu teman sekelas atau yang lainnya.
Safa terus saja berdoa berharap dia bisa tidur dengan nyenyak supaya besok bisa sekolah dengan baik, tetapi itu tidak mudah karena apa yang mengganggunya tidak mau pergi.
**✿❀🌷❀✿**
Pagi menjelang namun Safa belum juga keluar dari dalam kamarnya sepertinya dia kesiangan.
Tidak seperti biasanya dia akan bangun siang seperti sekarang ini dan itu membuat kedua orang tua bahkan adik dan abangnya merasa sangat heran.
"Baik Pak," Agung bergegas pergi ke kamar Safa, dan ternyata adiknya itu masih saja ada di atas kasur dengan tertutup rapat oleh selimut.
Bukan hal itu saja yang membuat Agung terkejut dan sangat keheranan semua barang-barang milik Safa berantakan di lantai bahkan kursi belajar pun sudah jungkir balik tidak jelas.
"Ini kenapa, kamar cewek tapi gini banget kayak kapal pecah," gumam Agung dengan melangkah perlahan berusaha untuk tidak menginjak barang-barang yang ada di lantai bahkan Agung juga memunguti satu persatu hingga dia berhenti ketika sampai di samping ranjang Safa dan bergegas untuk membangunkannya.
"Dek, bangun bangun. Dek!" Agung terus berusaha tangannya bergerak menggoyangkan tubuh Safa yang masih terlelap bahkan terdengar suara dengkuran tipis dari nafasnya.
"Ealah nih anak, malah ngorok. Dek, bangun!" ucap Agung lebih keras dari sebelumnya.
__ADS_1
Biasanya Safa yang lebih rajin bangun lebih dulu dia juga selalu membangunkan Agung jika Abangnya itu terlambat bangun tapi sekarang malah dia sendiri yang kesiangan sungguh aneh bukan?
"Apa sih Bang, sebentar lagi. Safa masih ngantuk," semakin Safa merapatkan selimutnya dan menariknya hingga kembali menutupi tubuhnya.
Agung menggeleng kasar, dia benar-benar tidak percaya kalau adik gadisnya ini menjadi seperti ini. Gadis yang biasanya rajin dan selalu tepat waktu kini malah ngelantur sendiri.
"Dek ini sudah jam setengah tujuh! Kamu bisa terlambat sekolah. Cepat bangun bangun!" Agung nggak mau kalah, tak mau menyerah dan harus berhasil membangunkan Safa kalau tidak pasti dia yang akan mendapatkan omelan dari ayah atau ibunya.
"Safa! Bangun, Nak, ini sudah siang!" teriakan itu terdengar dari luar dan pelakunya adalah bu Yati yang sudah tidak sabar karena Agung juga begitu lama membangunkannya. Bu Yati rasa Agung tidak berhasil membangunkan Safa.
"Tuh kan kamu denger sendiri, ini sudah siang Dek. cepat bangun atau kamu akan terlambat. kalau sampai Ibu sendiri yang masuk bukan hanya di toel saja Abang yakin air satu gayung akan membasahi mu," ucap Agung yang terus membujuk Safa supaya terbangun.
Semua ini terjadi karena Safa tidak bisa tidur semalam makhluk-makhluk itu terus saja mengganggunya dan terus mengajak dia bermain meskipun Safa tidak mau. Safa juga belum melihat seperti apa wujud dari makhluk itu sebenarnya karena mendengar saja sudah merasa ngeri sendiri bagaimana jika sampai melihatnya pastilah Safa akan sangat ketakutan dan mungkin akan lari terbirit-birit.
"Iya iya aku bangun, puaskan Abang," dengan bibir mengerucut Safa beralih duduk dan bergegas untuk turun dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi.
"Nah begitu dong. Dan ya! ini kenapa kamarmu jadi berantakan seperti ini, apa yang kamu lakukan Dek?" sembari mendengar perkataan dari Agung Safa sudah melotot_kan matanya lebih dulu melihat kekacauan yang terjadi di dalam kamarnya entah perbuatan siapa tapi Safa yakin ini perbuatan dari semua makhluk yang mengganggunya semalam.
"Astagfirullah, kenapa bisa jadi kacau begini?" Safa sendiri juga keheranan melihat semua kejadian itu ini adalah hal pertama kali dalam hidupnya melihat kamarnya berantakan seperti ini.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung...
__ADS_1