
**✿❀🌷❀✿**
Safa terus saja melangkah lebih masuk di rumah dokter Andre juga Jordan. Bukan tanpa sebab, tapi Safa mengikuti wanita yang terus berjalan di depannya.
Kedua adik kakak itu juga terus mengikuti, mereka juga sangat penasaran sebenarnya siapa yang Safa kejar. Mereka memang tidak bisa melihat, tapi mereka tau kalau ada makhluk yang di lihat dan di ikuti oleh Safa.
"Kak, kira-kira apa ya yang di kejar Safa?" bisik Jordan. Wajahnya menoleh kearah kakaknya dengan kaki yang terus melangkah menyamakan.
"Mana kakak tau, yang tau kan hanya Safa. Nanti kita tanya saja padanya," jawab Andre dengan sedikit acuh.
Jordan tak lagi menjawab dan mengatakan apapun, dia diam sama seperti Andre.
'Kenapa bisa Safa memiliki penglihatan ini ya, padahal dulu Sarah tidak punya penglihatan seperti ini?' batin Andre yang merasa bingung sendiri.
Istrinya sama sekali tidak memiliki penglihatan ini, padahal mata Safa kan mata Sarah, kok bisa?
'Loh, kenapa menuju ke kamarku?' batin Andre lagi.
Safa terus saja berjalan dan kini menuju ke arah kamar Andre. Semakin dekat dan semakin jelas membuat Andre semakin membulatkan mata.
'Gawat, di kamar ada foto-foto Sarah,' lagi Andre hanya bisa membatin.
__ADS_1
Andre begitu panik saat Safa sudah sampai di depan pintu, dia berdiri di sana dan tangannya juga sudah langsung bergegas untuk membuka. Tak perlu izin, karena Safa lebih mengikuti keinginannya sendiri untuk mengikuti perempuan yang juga masuk ke sana dengan menembus pintu tersebut.
"Kak, jangan-jangan kamar kakak berhantu lagi," celetuk Jordan.
"Jangan!" teriak Andre ingin mencegah Safa untuk masuk ke sana, namun itu tidak bisa lagi karena Safa sudah kadung membukanya dan masuk.
Masuk di sana tentu akan membuat Safa mengetahui foto-foto Sarah. Andre belum siap untuk menjelaskan bahwa mata Safa adalah mata Sarah, karena jika Safa melihat foto tersebut tentu akan mengenali mata itu, matanya benar-benar terlihat sama.
Jordan menoleh bingung, dia berhenti karena teriakan kakaknya tadi namun Andre sudah berjalan setengah berlari untuk mengejar Safa yang sudah masuk.
Andre hanya bisa pasrah ketika Safa sudah melihat semua foto-foto yang tertempel dia dinding-dinding dan juga ada di atas nakas dan atas meja rias, bahkan Safa sudah berhenti dan mulai mengenali.
"Ini siapa?" gumamnya. Matanya terus memandangi.
Berkali-kali Safa menoleh, semua foto dia lihat. Foto Andre yang sedang sendiri, sedang berdua bahkan foto seorang wanita.
Tangannya mengambil satu yang ada di atas meja rias, melihat dengan pasti. Safa berdiri dengan tegak, sesekali melihat foto tersebut dan sesekali melihat pantulan dirinya dari kaca, lebih tepatnya melihat matanya. Sama.
"Dokter, i_ini istri pak dokter?" tanya Safa tanpa menoleh. Dia sudah tau kalau Andre juga sudah ada di sana.
"Hem..., iya." Andre tak bisa mengelak lagi, semuanya sudah jelas. Jika dia mengelak juga akan percuma.
__ADS_1
Safa tidak bertanya lagi, dia tau kalau istri Andre sudah tiada. Kembali Safa melihat dengan pasti foto tersebut, sangat mirip dengan wanita yang dia ikuti tadi. Itu artinya dia memang sengaja menunjukkan semua ini pada Safa karena Andre tak kunjung bercerita.
Prakk...
Safa juga Andre terperanjat, ada satu foto yang jatuh dari tempatnya. Padahal tak ada angin tak ada gempa, tapi tiba-tiba saja pigura yang yang melekat sangat kuat tiba-tiba saja jatuh, bukankah itu aneh?
Safa sangat penasaran, dia langsung berjalan untuk mengambil foto yang jatuh dan tidak memperlihatkan foto siapa di dalamnya.
Safa berjongkok, mengambil foto tersebut dan membaliknya dengan pelan.
"Ini?" Safa mengangkat wajah, memandangi Andre yang diam terpaku di tempat.
"Itu..., itu istri ku dan juga sahabatnya," jawab Andre.
"Sahabat?" Safa mengernyit.
"Iya, sahabat. Mereka sangat dekat dan Sarah sendiri yang memintanya untuk di pasang di kamar ini." Andre baru melangkah mendekat.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung...
__ADS_1