Si Culun Dengan Mata Ke-2

Si Culun Dengan Mata Ke-2
Kecurigaan


__ADS_3

**✿❀🌷❀✿**


Angelina, Renata, Bianca juga Pretty melihat dengan tak percaya ketika Safa sudah masuk sekolah lagi dengan keadaan baik-baik saja.


Mereka pikir Safa akan mengalami cedera parah bahkan mungkin mengalami lupa ingatan atau trauma yang begitu besar tapi, kenyataannya mereka melihat Safa dalam keadaan baik-baik saja bahkan luka di wajahnya juga tidak terlihat lagi.


Kini mereka terlihat sangat takut saat perlahan jarak mereka semakin dekat, jelas mereka akan takut kalau sampai Safa mengingat kejadian saat itu dan akan menjebloskan mereka ke dalam penjara.


Wajah Mereka terlihat pucat juga tubuh yang bergetar dan langkah yang ragu, rasanya ingin balik badan supaya tidak berpapasan dengan Safa atau mungkin belok ke arah lain yang terpenting mereka tidak akan bertemu dengan Safa.


Tapi kenyataannya langkah kaki mereka seolah tidak bisa mereka kendalikan sendiri dan seolah memiliki kendali sendiri dan berjalan ke arah Safa.


"Bagaimana ini, kalau sampai Safa mengingat kejadian waktu itu maka habislah kita," ucap Renata yang begitu gelisah.


"Iya, yang jelas aku tidak mau sampai masuk ke penjara karena kejadian itu. Kita kan tidak sengaja," Sahut Bianca.


"Kalian sih kan sudah aku bilang kita harus nolongin dia tapi kita malah lari, kalau Safa marah dan melaporkan kita ke polisi itu sangat wajar," ucap Pretty meski Dia paling bodoh tetapi ucapannya selalu saja benar.


"Kamu tuh ya, kamu nggak takut masuk penjara!?" Nada bicara dari Renata begitu kesal dan ngegas kepada Pretty yang terlihat biasa-biasa saja.


"Iya, kamu mau kita masuk penjara dalam waktu yang lama!?" Bianca menimpali perkataan dari Renata, dia juga sangat kesal dengan teman satunya ini selalu saja asal bicara menurut mereka.


"Sudah sudah yang terpenting kita harus bisa melakukan sesuatu supaya kita tidak masuk ke penjara. Jika kita harus minta maaf maka kita harus minta maaf pokoknya yang terpenting Jangan sampai kita dilaporkan ke polisi. Dan yang penting jangan sampai semua murid tahu apalagi guru, kalau perlu kita bayar berapapun dia yang penting dia mau tutup mulut."


Bagi Angelina semua bisa tunduk kepadanya dan semua apapun yang dia inginkan harus berjalan sesuai kehendaknya. Kalau perlu biarkan uang yang berbicara.

__ADS_1


"Boleh tuh, pokoknya kota harus melakukan apapun yang terpenting bocah cupu itu selalu tutup mulut, atau kalau perlu kita ancam dia dan kita bikin dia tak bisa berbicara supaya semuanya tidak terbongkar." Ucap Renata begitu sadis.


"Ih kalian ya, satu kesalahan saja sudah membuat kalian takut begini bukannya minta maaf dan memperbaiki kalian malah mau melakukan kesalahan lagi apa kalian benar-benar tidak takut?" Ucap Pretty.


"Heh, sebenarnya kamu itu berada di pihak kami atau di pihak Safa sih! Kalau kamu memang tidak mau bergabung dengan kami lagi maka keluar saja dari geng ini, masih banyak kok yang pengen ikut. Kami tidak butuh personil bodoh seperti kamu," sinis Bianca.


Sebenarnya Pretty juga sudah bosan berteman dengan mereka, bukannya semakin baik tetapi Pretty merasa dia semakin menjadi orang jahat yang selalu menindas murid-murid yang lemah seperti Safa contohnya.


"Okeh, kalau memang kalian tidak butuh aku lagi aku bisa pergi dari geng ini. Dan ya! Aku yakin suatu saat kalian pasti akan mendapatkan balasan dari apa yang kalian perbuat."


Dengan percaya diri pretty melanggar pergi meninggalkan mereka bertiga, tadi rasanya sangat susah untuk berjalan ke arah lain ketika dia belum memutuskan untuk keluar dari gang tersebut tetapi sekarang kakinya seolah begitu ringan dan dia begitu gampang melenggang pergi.


"Hey, Pretty! Berhenti, Pretty!" Teriak Angelina tetapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Pretty yang sudah kadung kesal dengan mereka bertiga yang selalu saja menghina dia yang bodoh dan selalu mendesaknya dalam hal apapun.


"Bagaimana ini, bagaimana kalau sampai Pretty angkat bicara dan menceritakan semua kejadian itu kepada semua orang. Diakan memiliki mulut bocor," ucap Renata yang begitu was-was dengan Pretty yang keluar dari gang mereka dengan keadaan yang kesal.


Tak ada rasa takut pun di hati mereka bertiga kini bukan hanya Safa yang menjadi incaran kejahatan mereka bertiga tetapi juga Pretty yang sekarang menjadi mantan anggota geng mereka.


Kaki mereka ingin berbalik arah tetapi tidak bisa seolah ada yang menggerakkan untuk terus melangkah maju menuju ke arah Safa yang berjalan dan kini hanya tinggal beberapa jarak saja.


Mereka semakin was-was Semakin takut menghadapi Safa yang kemungkinan besar mengingat segalanya, mengingat kejadian itu dan semua yang mereka lakukan hingga membuat Safa terjatuh dan masuk rumah sakit.


Mereka sudah ketakutan, langkah mereka begitu ragu saat hanya tinggal beberapa senti saja jaraknya dengan Safa padahal Safa sendiri dia begitu santai karena dia memang tidak mengingat apapun ketika kejadian itu.


"Ha_hay Safa," pura-pura meringis dan sok akrab Renata menyapa sembari melambaikan tangan kepada Safa hal itu juga yang dilakukan oleh Bianca juga Angelina.

__ADS_1


"Ha_hay..." Safa membalas dengan melakukan hal yang sama namun dia begitu heran.


Dia memang tidak mengingat kejadian gimana pembullyan itu terjadi tetapi Saka mengingat semua perilaku Mereka bertiga yang selalu dilakukan kepadanya. Bukankah ini sangat berbeda dari kebiasaan itu?


Mereka bertiga tiba-tiba berhenti begitu saja ketika berada di hadapan Safa kakinya seolah menempel dengan lantai dan tidak bisa digerakkan, sungguh aneh kan?


Mereka tidak tahu apa yang terjadi mereka bertiga tetapi yang jelas hal ini benar-benar di luar kendali mereka.


Perilaku mereka yang begitu aneh tentu membuat sapa sangat penasaran bahkan dia juga menghentikan langkah dihadapan mereka bertiga dengan sangat bingung.


"Kalian kenapa?" Tanya Safa tak mengerti dengan perubahan mereka yang begitu tiba-tiba seperti ini.


Padahal sudah sebulan Safa tidak berangkat sekolah dia pikir dia akan mendapatkan Bullyan sama seperti sebelumnya tetapi ternyata semua itu tidaklah terjadi.


'Mereka kenapa, kok aneh banget sih?' batin Safa.


"Bagaimana Safa, udah sembuh ya sekarang?" Tanya Angelina basa-basi.


Ini sangat aneh karena mereka begitu susah untuk bergerak sekarang. Bukan hanya kaki saja tetapi kedua tangan mereka juga Sama halnya bahkan sekedar leher pun tidak bisa untuk menoleh.


Apa mungkin ada sesuatu yang membuat mereka menjadi seperti itu?


"Alhamdulillah, aku sudah sembuh kok," Jawab Safa yang masih saja bingung.


Siapa melihat mereka bertiga yang sama sekali tidak bergerak tentu Safa juga merasa ada hal yang aneh pada mereka bertiga. Berapa memang tidak melihat ada apapun di sana tetapi dia merasakan ada energi lain yang begitu kuat. Energi itu tidak mengganggu dirinya tetapi dia juga merasakan akan kehadirannya.

__ADS_1


**✿❀🌷❀✿**


Bersambung....


__ADS_2