
**✿❀🌷❀✿**
Tak di sadari oleh Safa, dia benar-benar tidak ingat apapun sebelum dia akhirnya bangun di rumah mewah yang sangat besar di kediaman Jordan juga dokter Andre.
Kepalanya begitu pusing, dia tidak ingat apapun lagi setelah tadi dia sempat berusaha memberikan perlawanan pada hantu perempuan yang terus saja menerornya.
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa sampai di sini?" gumamnya. Tangannya terus memegangi kepalanya yang terasa sangat berat dan pusing.
Perlahan dia duduk karena sebelumnya dia hanya di biarkan tergeletak begitu saja di depan pintu. Sungguh keterlaluan itu hantu perempuan itu, tapi juga tidak begitu sih, setidaknya dia tidak menyakiti Safa.
"Safa! apa yang kamu lakukan di sini!" pekik Andre. Dia yang belum tidur mendengar suara yang begitu gaduh dari arah pintu utama. Dia lantas buru-buru membuka pintu dan ternyata inilah yang dia lihat, Safa sedang duduk di depan pintu dengan bingung.
"Dokter Andre, Dokter di sini juga?" tanya Safa. Rupanya dia sama sekali belum sadar kalau sebenarnya dia ada di rumah Andre.
"Justru saya yang harusnya bertanya, Safa. Kamu ngapain malam-malam datang kesini?"
Safa buru-buru berdiri, mengamati sekitar dan barulah dia sadar kalau dia ada di rumah Andre.
"Hehe, Safa juga tidak tau kenapa Safa datang kesini," hanya deretan gigi yang Safa perlihatkan, tangannya sudah turun dari kepalanya yang sangat pusing.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pulang dulu, Dok," Safa bergegas untuk pulang. Namun baru saja dia akan membalikkan badan tiba-tiba pusingnya tak bisa di anggap sepele, dia terhuyung dan akan jatuh.
"Awas!" Andre jelas langsung menangkapnya, tidak mungkin dia akan biarkan begitu saja, iya kan?
Dalam sesaat mata mereka saling bertemu, ada sesuatu yang hadir di tengah-tengah mereka. Safa ataupun Andre tidak mengerti itu apa, tapi semakin jelas dengan irama-irama yang indah di dalam dada masing-masing.
"Kak Andre, Safa! apa yang kalian lakukan?" ucapan Jordan membuat mereka berdua langsung sadar.
Safa menjauh dengan cepat, dan Andre juga dengan terpaksa melepaskan Safa dari pelukannya.
"I_ini, kakak hanya membantu Safa saja, dia mau jatuh jadi kakak menahannya."
Beralih Jordan melihat ke arah Safa, dan perempuan itu masih saja diam namun dengan rasa canggung yang sangat besar. Mungkin itu karena dia ketahuan tengah berasa di pelukan Andre tadi, jadi dia hanya bisa diam sekarang.
"Safa, kamu ngapain kesini? jamu mau bertemu denganku atau dengan kak Andre?" tanya Jordan. Wajahnya langsung menoleh ke arah Andre yang juga langsung menoleh ke arahnya.
"Hem?" Safa terkesiap, dia baru saja melamun jadi bingung untuk menjawab sekarang.
"Kamu mau bertemu dengan siapa? aku?" tanya Jordan mengulang.
__ADS_1
Safa menggeleng, "tidak. Saya tidak ingin bertemu dengan salah satu diantara kalian. Safa..., Safa...,"
"Eh, kamu!" pekik Safa. Belum juga menyelesaikan pembicaraannya dia melihat hantu wanita yang membuatnya sampai di sana melintas di belakang Jordan dan Andre, tepatnya di dalam rumah.
Tanpa meminta persetujuan Safa langsung menyerobot masuk melalui tengah-tengah dua laki-laki itu, untuk apalagi kalau bukan untuk mengejar hantu wanita itu.
"Heh, apa yang dia lihat?" gumam Jordan.
"Apalagi kalau bukan makhluk halus," jawab Andre.
"Kakak tau kalau Safa bisa lihat hal-hal seperti itu?"
"Tau," jawab Andre. Andre langsung berjalan setelah menjawab pertanyaan Jordan, tak peduli yang adiknya pikir tapi dia ingin mengejar Safa. Entah akan kemana dia karena masih terus berjalan.
"Kak! Kakak hutang penjelasan pada Jordan," Jordan mengejar Andre namun tetap dia abaikan.
**✿❀🌷❀✿**
Bersambung....
__ADS_1