Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 17 | Dasar, Oportunis!


__ADS_3

Halo Guys!


Author mau ucapkan terimakasih atas supportnya, Novel ini sekarang berada di Ranking 11 Karya Baru - Genre Wanita Kuat.



Kalian best! Eh tapi jangan lupa likenya yah, biar updatenya bisa teratur! Selamat membaca.


...----------------...


Gralind dan Vinoy berjalan keluar dari cafe tempat mereka tadi berbicara sembari mendengarkan percakapan dari Tania dan Pria tadi, dari sini Gralind berhasil mendapatkan bom waktu lain untuk dia gunakan di kemudian hari.


"Gralind!" Gralind membalikkan badannya kemudian melihat Tania sudah berdiri bersama Pria yang bersamanya menatap Gralind tajam. "Sedang apa kamu disini?"


"Aku gak ngapa-ngapain, aku cuma numpang WiFi buat ngerjain tugas, sekalian makan siang sama temen kuliahku," jawab Gralind menyenggol pundak Vinoy.


Tania menatap tajam Gralind, ia kemudian berjalan ke arah Gralind sehingga jarak mereka sangat dekat. "Apa maksud kamu memeluk Mas Troy di depan saya?"


Gralind mengangkat alisnya. "Gak ada apa-apa, aku cuma mau perbaiki apa yang Bu Tania udah rusak."


"Maksud kamu apa?"


"Kan Bu Tania sendiri yang selingkuh dari Pak Troy, kalau dia emosi itu bukan salah Pak Troy, jadi aku menenangkan Pak Troy, harus salahku dimana?" Gralind masih menahan diri untuk tidak mengultimatum wanita binal di hadapannya.


Tania melipat kedua tangannya dan mencibir. "Dasar oportunis, kamu mau ngambil kesempatan dalam kesempitan, kamu sengaja yah deketin suami saya?"

__ADS_1


"Menurut Bu Tania?"


Deg! Tania seketika melotot tajam kepada Gralind, tidak ada dalam ekspektasi Tania bahwa Gralind akan menjawab demikian. "Jangan memanfaatkan kerenggangan rumah tangga saya untuk menjadi orang ketiga."


"Dasar bic*tch!" lanjut Tania.


Vinoy hendak angkat suara tapi Gralind menahan tangannya. "Biasanya kalau orang bodoh kehabisan argumen, dia akan menyerang personal, harusnya Bu Tania introspeksi sih."


"Kamu tahu apa bocah!"


"Hanya menerangkan, letak salah saya dimana?"


"Awas kalau kamu berani, saya akan bikin kamu keluar dari Kost!"


Gralind menghela napas panjang. "Saya sudah membayarnya setahun full, lagipula saya ragu Bu Tania bisa melakukannya."


Lagi-lagi Gralind hanya menyulam senyum manis, seolah tidak ada dendam, ambisi dan kendati dalam setiap tindakannya. Namun, siapa sangka dalam senyum itu terdapat senyum pembunuh yang siap menerkam objeknya.


"Maaf yah, Bu Tania, kayaknya saya bakalan ada kelas lagi, permisi!" Gralind berjalan meninggalkan Tania bersama Vinoy.


Gralind dan Vinoy berjalan menuju mobil milik Gralind yang digunakan oleh Vinoy selama di kota ini, sesampainya di dalam mobil, Gralind segera melepas ikatan rambut dan kacamatanya.


"Ke Kampus?"


"Of Course!" jawab Gralind. "Tania sial*n itu ternyata terpaksa menikahi Pak Troy, dasarnya aja matre, dulu kehidupan Papa dan Mamaku bahagia, berkecukupan, semenjak kedatangan perempuan itu semuanya berubah."

__ADS_1


"Jadi sekarang bagaimana?" tanya Vinoy mengendarai mobil menuju kampus tempat Gralind mengajar.


"Kita tunggu sinyal dari Pak Troy, jika dia setuju dengan rencanaku, kita bisa lanjutkan rencana yang sekarang, kalau tidak-"


"Rencana baru?" tanya Vinoy memotong ucapan Gralind.


"Aku akan memaksa dia setuju," jawab Gralind dingin.


Vinoy hanya menghela napas panjang. "Sudah kuduga, kau tidak akan menyerah dengan begitu mudah."


Tak lama kemudian mobil berhenti di depan sebuah universitas, Gralind melirik jam tangannya sudah jam dua siang, ada kelas siang terakhir yang akan dia ajar sebelum pulang.


"Mau di jemput?"


"Gausah, naik ojek aja," jawab Gralind mengikat rambut dan memakai kacamatanya kembali.


"Sebelum jam enam sore sudah harus ada di kost-an yah, perkiraan cuaca lagi ga bagus malam ini bakal ada hujan deras."


"Yah!" Gralind turun dari mobil sementara Vinoy langsung menjalankan mobil yang dia kendarai meninggalkan area kampus itu


Gralind melangkahkan kakinya ke area gedung kelas untuk DKV tempat dia mengajar kelas terakhir, tapi sebelum dia sampai disana, sebuah tangan tiba-tiba menahannya.


"Albar?"


"Aku mau ngomong sesuatu."

__ADS_1



...----------------...


__ADS_2