Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 71 | Must Be A Perfect Ending


__ADS_3

"Dia hujan-hujanan, serius, bukannya dihindari," Han, Dokter pribadi dari Gralind tampak menghampiri Vinoy setelah memeriksa Gralind. "Ini Trauma doang, nanti kalau dia amnesia jangka pendek, kamu siapin aja file biar dia ingat sesuatu."


"Iya, tapi mau sampai kapan juga gini, kasian tahu dia, apalagi dia lagi hamil," jawab Vinoy berbisik kepada Han.


Han mendelik, ia melepas kacamatanya kemudian menghela napas panjang. "Hamil sama Bapak Kost itu, yang katanya cuma dia yang bisa nyembuhin Trauma Gralind?"


Vinoy mengangguk. "Makanya gue juga bingung Han, gimana yah, biar si Bapak Kost itu tahu kalau Gralind hamil."


"Kabarin aja."


"Gapunya nomornya, gue juga takut kalau Gralind marah gue ngasih tahu Bapak Kostnya kalau dia hamil," jawab Vinoy.


Han terdiam sejenak. "Kayaknya dulu ada orang namanya Troy yah si Bapak Kost ini, pernah hubungi aku nanya-nanya soal Gralind." Han berdiri dan berjalan meraih ponsel yang ada di meja. "Nah ini, Namanya Danta bukan?"


"Nah iya, itu Danta-Danta itu, deh," jawab Vinoy. "Tapi gapapa nih?"


"Balas dendam Gralind udah kelar belum?" tanya Han membuat Vinoy menggeleng, Vinoy berjalan ke arah sofa dan duduk disana. "Masih panjang, masih ada satu plot twist yang belum di buka sama nih anak, cuma dia ninggalin Bapak Kostnya karena-"


"Karena apa?"


"Bapak Kostnya itu kan ada di Indonesia karena di ancam, dia mau Bapak Kostnya balik ke kampungnya gitu dan mereka gaada ikatan lagi, lagian Bapak Kostnya ada anak disono," jelas Vinoy. "Tapi, kalau Gralind gini terus dia ga bakal bisa sekuat dulu, pasti Ayahnya si Abraham itu bakalan datang lagi."


"Katanya udah ada Bom waktu yang dia pasang di Abraham, kenapa harus takut," potong Han.


"Yah tahu Dok, dengerin dulu Napa sih," jawab Vinoy. "Kalau cuma Bom tapi gaada yang eksekusi yah bisa apa, Gralind tuh pinter akting makanya semuanya lancar-lancar aja."


Han mengangguk-anggukkan kepalanya paham. "Berarti kita harus ngabarin Ayah dari Anak ini, kayaknya cuma Danta itu yang bisa jadi Partner Gralind, balas dendamnya belum selesai."

__ADS_1


"Yakin nih, Han?"


Han mengangguk, Vinoy melirik Gralind yang masih tidak sadarkan diri kemudian menghela napas panjang menatap deretan angka nomor telepon Troy.


-


Troy berjalan memakan es krim yang biasa dia beli berdua dengan Gralind tapi kali ini sendiri, ia menikmati udara pantai sampai ia merasakan sesosok anak kecil memeluk kakinya.


"Heh?"


"Daddy!"


Troy meraih anak kecil itu dan mengangkatnya, matanya, bibirnya, hidungnya dia mirip. "Mirip siapa yah? Kayak kenal."


"Daddy!"


Troy menilik ke arah yang dimaksud kemudian menatapnya dalam. "Hah? Gralind!?" Troy berjalan ke arah wanita. "Gak mungkin kan?"


Tapi seberapa jauh pun Troy menolak, sosok yang ada di hadapannya ini adalah Gralind. "Bukannya kamu udah di Semarang?"


"Bapak Troy!" Gralind meraih anak itu ke dalam gendongannya kemudian mendorong Troy menjauh. "Sorry."


"Hah!" Troy bangkit dari tidurnya dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. "Cuma mimpi."


Troy melirik ke arah jam dinding, sudah jam sembilan pagi, ia bangkit keluar dari kamarnya, dan mendapati Albar sedang berada di meja makan dengan laptopnya.


"Ga tidur Bar?"

__ADS_1


"Eh Bang Troy, iya ada tugas kuliah, Bang Troy baru bangun, sini deh Albar mau ngomong?"


Troy yang sedang mengambil air minum berjalan ke arah meja makan dan duduk di depan Albar. "Apa?" Troy tampak meminum air di gelasnya. "Kok kayak serius gitu?"


"Tania katanya kabur dari rumah sakit, sama seorang pria, kayaknya dia depresi setelah cerai resmi dari Abang, tapi masalahnya itu siapa pria itu!"


"Abraham, paling dia," jawab Troy seadanya.


Albar menjentikkan jari. "Nah itu! Tapi pertanyaan apa yang terjadi kalau Tania dan Abraham di satukan?"


Troy memangku dagunya dengan kedua tangan kemudian memikirkan hal ini baik-baik. "Kata Gralind, dia sudah punya Bom lain, kamu tahu gak siapa?"


Albar menggeleng. "Gralind gak ngomong sesuatu tentang ini."


"Gausah mikirin itu deh, Bar kayaknya Abang mimpiin Gralind deh, menurut kamu gimana?"


"Kangen kali!"


"Tapi Gralind bareng anak."


"Berarti Gralind hamil anak Abang Troy!"


"Heh!?"


----------------


Simple Banget Albar, cocok sama Vinoy๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


__ADS_2