
Hari ini Udah 4 Bab nih
Jangan malas like yah!
Harus rajin like biar aku juga rajin hihiwuw~
...----------------...
"Jadi sudah clear yah, Bapak-bapak semuanya, Albar, Bu Tania kalau semua ini sudah selesai ternyata ini cuma kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, untuk sekarang semuanya bisa bubar! Pak Troy, Dek Gralind maaf sudah membuat keributan."
"Iya gapapa, Pak."
Pak Johan beserta beberapa warga lain langsung berjalan meninggalkan area Kost-an kamar Gralind, menyisakan anak kost lain beserta Albar dan Tania.
"Sini, ikut!" Troy langsung membawa pergi Tania meninggalkan kamar Gralind untuk pulang ke rumah pribadi mereka sedangkan Albar memilih pergi entah kemana.
Kini hanya ada Gralind, Febby, Jesicca, Rea dan Astrid disana, kelimanya langsung saling berpelukan karena sudah saling membantu.
"Makasih banyak yah, kalau gak ada kalian aku udah gatau deh, maaf kalian jadi ikutan bohong," Gralind mengajak mereka semua duduk di ranjang Gralind.
Febby mendudukkan dirinya kemudian menatap Gralind sejenak. "Gapapa Lind, kita dukung kok kamu sama Mister Danta, soalnya Bu Tania itu jahat kayaknya Mister Danta juga nyaman sama kamu."
"Bener banget, btw kalian ngapain aja semalaman, aku sempet lihat kalian pelukan di dapur loh," Rea angkat suara, seketika pipi dari Gralind memerah semu.
__ADS_1
Gralind menundukkan kepala, dia lupa kalau yang ada di bangunan ini tidak hanya dirinya.
"Aku salah ngomong yah?" tanya Rea.
"Eh enggak kok, gapapa cuma malu aja, tapi makasih loh udah bantuin aku, kayaknya kalau gaada kalian, aku udah di usir paksa, apalagi Albar tadi ngebet banget nyuruh aku pergi," jawab Gralind.
"Ah, Albar mah dah biasa!" ujar Febby tiba-tiba. "Dia kan suka sama Mister Danta, Mister Danta nya aja yang gak sadar."
"HAH!?" Gralind, Rea, Astrid dan Jesicca terbelalak mendengar pengakuan dari Febby akan hal ini.
"Kok kaget sih, biasa aja keles, kan emang iya si Albar tuh doyan sama kakak iparnya sendiri," jelas Febby mengambil ponselnya dari celana. "Bulan lalu, aku telat bayar kost, dikasih keringanan asal aku bisa fotoin Mister Danta lagi berenang, karena kepepet aku lakuin lah."
Febby memperlihatkan foto yang dia ambil beserta percakapannya dengan Albar. "Dia ini suka sesama jenis, kayaknya yah."
"Masa sih, Mas Albar, bukannya dia suka sama Gralind yah makanya dia perang dingin sama Mister Danta," ujar Jesicca.
"Perang dingin, tunggu aku gatau, jelasin," Gralind sekarang angkat suara, berapa banyak hal yang dia tidak ketahui.
"Itu loh, Mister Danta sama Mas Albar tuh gak akur, semenjak kamu datang, mereka berantem kemarin malam, aku lihat kan jendela kamar kost-ku ngarah ke ruang tamu rumah pribadi mereka, nah mungkin karena berantem itu kaki Mister Danta luka, katanya sih rebutin kamu, lagian Mas Albar juga suka kepoin kamu di BEM," jelas Jesicca.
"Itu alibi gak sih?" Rea bersuara. "Maksudku gini, dia cemburu karena Gralind dekat dengan Mister Danta, makanya dia pura-pura suka Gralind biar Mister Danta bisa jauh dari Gralind, tapi-"
"Objek utamanya tetap Mister Danta, orang dia doyan terong kok," Febby memotong.
__ADS_1
Gralind menelan ludah, ternyata ini alasannya, pantas saja, Albar bersikeras, tidak disangka, tidak diduga, Albar benar-benar plot twist dalam hal ini.
Sementara itu di rumah pribadi milik Troy, Troy kini tengah menyeret tangan Tania ke ruang tamu, sesampainya di ruang tamu dia segera menghempaskan tubuh Tania ke sofa.
"Kamu tuh apa-apaan sih, kamu kenapa, kamu tuh malu-maluin tahu gak, PUAS KAMU?" Troy menatap Tania malas, sangat-sangat tidak bisa mentoleransi kelakuan Tania.
Tania berdiri dan menunjuk Troy. "Harusnya kamu nanya sama diri kamu Mas, aku cemburu kamu Deket sama Gralind!"
"Hah! Cemburu?" Troy membuang muka. "Kebohongan apalagi ini Tania, kamu tuh cuma takut saya ceraikan kan?"
Glek! Tania terdiam, on point' dan menusuk sekali kalimat Troy. "Saya gak akan pernah mengusik kamu Tan, selagi kamu gak ngusik saya, cuma kelakuan kamu hari ini itu udah keterlaluan."
"Aku lakuin ini buat pertahankan rumah tangga kita, harusnya kamu bisa hargai!"
"PERTAHANKAN APA!" Troy membentak Tania. "Rumah Tangga kita sudah hancur dua tahun lalu, dan kamu yang buat semuanya hancur! Jika kamu lupa."
"Tapi, Mas."
"Dibayangkan kamu, aku tuh apasih, Figuran kan, yah memang begitu kan, kita cuma boneka sedangkan Papa kamu dalangnya, memaksa kita untuk tetap terus menikah, benar kan? Demi apa? Demi HARTA!"
Tania terdiam, semua kalimat Troy benar-benar menjatuhkannya mentalnya, hening diantara mereka sampai Troy menyadari bahwa ada sosok Pria yang kini berdiri di ambang pintu rumah mereka.
"Om Aksa?"
__ADS_1
...----------------...