
"Dari semua laporan yang kami terima dan pengakuan Bapak Aksa, kami akan melakukan penahanan kepada Bapak Aksa atas kasus pembunuhan berencana yang di lakukan kepada Ibunda dari Saudari Gralind, terimakasih atas laporannya."
"Sama-sama, Pak."
Gralind berdiri dari duduknya, dia tersenyum kepada pihak kepolisian itu dan berjalan ke arah sebuah sel dimana Aksa kini berada.
"Maafkan aku Pa, tapi niatku disini adalah mendapatkan keadilan atas kematian Ibuku, aku sudah berhasil membalaskan dendam ku kepada Tania, dan juga kepada Papa, aku harap setelah ini, Papa bisa berubah," ujar Gralind kepada Aksa.
Aksa bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah Gralind walaupun mereka kini terpisah sel. "Papa yang salah Gralind, Papa baru menyadari kesalahan Papa sekarang, Papa pantas mendapatkan ini."
"Mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya Papa bertemu denganku, aku akan pindah besok, semoga suatu saat nanti kita bertemu dengan versi yang lebih baik."
Aksa tersenyum, Gralind membalas senyum Aksa, ia kemudian berjalan pergi meninggalkan Aksa, langkah tegas itu sudah melepaskan semua bebannya.
Tania, kini dia tinggal tak berdaya kehilangan anak dalam kandungannya, Aksa kini mendekam di dalam penjara atas perbuatannya.
Kecelakaan kemarin memang hanyalah sebuah skenario puncak dari Gralind, karena Gralind sudah mengetahui bahwa dibalik bantuan Abraham kepadanya, ada niat dari Abraham sendiri, jadi Gralind memalsukan kecelakaan itu agar Abraham bisa membongkar kedoknya sendiri.
Abraham tidak pernah memperjuangkan hak Gralind, dia hanya pria gila harta yang memanfaatkan nama Gralind untuk membuat perjanjian dengan Aksa.
Gralind sudah tahu bahwa Abraham tidak pernah disekap oleh Aksa, tapi dia berpura-pura tidak tahu karena dia menyisakan bom terakhir untuk Abraham.
__ADS_1
Dua Pria yang disebut Ayah mematahkan hatinya, Abraham kini sudah kabur entah kemana, Gralind tidak peduli, sebab semua dendamnya sudah tertunaikan.
Tidak ada lagi balas dendam, tidak ada lagi rencana, dan tidak ada lagi-
"Gralind, kamu sudah selesai nemuin Om Aksa?" tanya Troy saat Gralind keluar dari kantor polisi.
Gralind mengangguk, ia menghela napas sejenak. "Aku mau makan es krim, sekalian bahas sesuatu."
"Boleh," Troy mengajak Gralind menuju motornya yang terparkir di halaman kantor polisi, setelah mereka berdua naik ke atas motor, Troy langsung menjalankan motornya menuju tempat dia dan Gralind biasa memakan Es Krim.
-
"Saya masih bingung apa yang terjadi, Gralind."
Troy tertawa, dia mengusap kepala Gadis itu kemudian menarik kepala Gralind agar bersandar di bahunya.
"Biar saya urutkan, jadi dulu Abraham menjual Mama kamu ke Aksa untuk hubungan satu malam demi uang, lalu lahirlah kamu, Aksa gak mau mengakui kamu, dan akhirnya Tania anak Aksa yang lain ketemu Abraham, Tania suka dengan Abraham dan akhirnya mereka menikah, mengkhianati Mama kamu, karena permintaan Tania, akhirnya Aksa berniat mencelakakan kamu, malah Mama kamu aja yang ketabrak, sampai sini saya paham, selebihnya mungkin kamu lebih tahu," jelas Troy.
Gralind memakan es krimnya kemudian tersenyum. "Yah! Setelah menikah dengan Tania, Ayah Abraham menyewa Lawyer palsu untuk membuat perjanjian dengan Papa Aksa, isi perjanjiannya kalau Ayah Abraham dan Tania bisa nikah sepuluh tahun, maka sebagian harta Papa Aksa tidak akan jauh ke aku sebagai bagian dari hak aku, tapi kalau gagal hartanya jatuh ke aku, itulah kesalahannya Papa Aksa, dia terlalu sayang dengan Tania, dia membayar Ayah Abraham untuk pergi dari hidup Tania, dengan harapan bisa membatalkan perjanjian, tapi Ayah Abraham licik, Lawyer palsu itu menekan Papa Aksa sehingga Papa Aksa takut Perjanjian itu dilanggar, makanya dia menikahkan Bapak Troy dengan Tania sebagai ganti posisi Abraham."
"Oke saya paham, lanjut!"
__ADS_1
"Yah begitulah, saat Ayah Abraham tahu aku mau balas dendam, dia datang dan berpura-pura ada di pihakku, dia mengarang cerita kalau dia disekap, kalau dia menikah dengan Tania karena memperjuangkan hak-ku dan terpaksa, agar aku percaya dengan dia, Karena aku tahu dia mau manfaatkan aku, yasudah ku manfaatkan balik, dengan cara menguji Bapak Troy apakah Bapak Troy benar berada di pihakku atau tidak, dan benar Bapak Troy bisa merangkai alur cerita balas dendam ini sendiri setelah bertemu Ayah Abraham, ide untuk membalik nama rumah Tania dan rumah Papa Aksa itu dari Ayah Abraham kok, dan aku setuju, karena aku tahu niatnya adalah memiliki harta-harta itu, sedari awal dia memang merencanakan pembunuhan terhadapku juga, agar semua harta yang sudah ku rebut, bisa jatuh ke tangannya, tidak mudah membuatnya mengakui kebohongannya, makanya aku membuat drama kecelakaan palsu ini, agar dia mengira dia bisa menang dan mengakui kejahatannya sendiri."
Troy manggut-manggut. "Paham, tentang Albar?"
"Albar sedari awal memang dipihakku Bapak, tapi kamu berpura-pura tidak sependapat agar rencana kami bisa berjalan, dan menghamili Tania adalah bagian dari rencana."
"Lanjut!"
"Lanjut apanya, kayaknya udah selesai."
"Maksudnya kita, kita masih lanjut gak?"
Deg!
Gralind terdiam, benar juga, semuanya sudah selesai, mereka tidak punya alasan lagi untuk bersama.
"Setelah ini Bapak bakal ngapain?"
Troy diam, dia memakan es krimnya dan menatap langit malam. "Menceraikan Tania kemudian kembali ke Denmark mungkin? Kalau kamu?"
Gralind menatap Troy dan menatapnya dalam. "Main hujan-hujanan dengan harapan traumaku bisa membuatku melupakan Bapak Troy."
__ADS_1
...----------------...
Oh begituuuuuuu