
Semua mata tertuju kepada Gralind, terutama Abraham yang masih mendelik bingung akan siapakah Bom waktunya, Gralind menghela napas panjang, ia berjalan ke belakang Abraham dan berbisik. "Semua surat keterangan itu palsu! Semua voting pemecatan diriku itu palsu! Semuanya palsu!" Abraham membuka mata lebar.
__ADS_1
"Jadi selama ini kecurigaan ku benar! Lidya adalah Bom waktunya? Dan keberangkatan kamu ke Denmark itu adalah pengalihan isu?" tanya Abraham merasa dirinya telah dibodohi. "Bukan, bukan Tante Lidya Bom waktunya," jawab Gralind tersenyum licik, Gralind menarik napas panjang sejenak. "Sebenarny...
__ADS_1
***Karya ini telah kontrak dengan NovelToon, dilarang membajak karya seperti mencetak ulang tanpa izin.***
__ADS_1
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
__ADS_1