
Di Hari Ke-18 SIMPANAN BAPAK KOST berhasil Menembus klasemen Top 3 untuk Karya Baru! Alhamdulillah!
Terimakasih kepada semua pembaca, kalian luar biasa, author cuma pesan satu aja, jangan kendor likenya, setelah baca jangan lupa like karena itu sangat berharga :)
Selamat membaca.
-
"S-Saya."
Ucapan dari Troy terpotong saat Gralind berjalan ke arah Troy dan meraih ponsel Troy, Gralind membuka ponsel itu dan mengecek nama si penelepon barusan.
"Allan? Anak Bapak?" tanya Gralind membuat Troy menelan ludah harus menjelaskan semuanya darimana. "Kok diam?"
"Saya bisa jelaskan Gralind, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan," jawab Troy.
Gralind mengangguk dia menyerahkan ponsel Troy kembali dan hendak berjalan pergi. "Harusnya gausah dijelaskan sih, kalaupun udah punya anak kan gak masalah emang aku siapa."
Gralind yang hendak meninggalkan Troy tidak jadi saat Troy menarik tangan Gralind dan memaksa Gralind jatuh ke pelukan Troy.
"Saya berhutang penjelasan kepada kamu, Gralind, tapi saya akan menjelaskan semuanya ketika kita sudah sampai nanti, tidak ada waktu."
"Gapapa, kok."
Troy mengusap wajah Gralind, seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua, mereka berjalan kembali ke area tunggu dimana disana ada Tania dan Albar.
"Kalian darimana sih, tahu aturan dong, walaupun kalian memiliki hubungan terlarang, tapi kan aku istri sahnya, hubungan gelap kok bangga," cibir Tania melirik Troy dan Gralind.
__ADS_1
Gralind menghela napas panjang, tidak peduli, mau dia berpendapat apa, Gralind tidak peduli.
"Aku mau duduknya disamping Mas Troy nanti," Tania kembali bersuara membuat Troy mengangkat alis. "Gak peduli kalau seednya gak sama."
"Gabisa, seed Mursi saya dan Gralind sudah sama, kalau kamu gamau yasudah jangan ikut," jelas Troy membuat Gralind tersenyum penuh kemenangan. "Satu hari gak bikin masalah bisa kan Tan, lupakan konflik diantara kita."
Tania hendak bersuara lagi, tapi Albar langsung menahan tangan Tania membuat Tania mengurungkan celotehan yang ingin dia tujukan kepada Gralind dan Troy.
Setelah menunggu cukup lama, Attention call untuk penerbangan mulai memberikan informasi, Troy dan Albar segera mengurusi barang mereka yang di cek petugas sedang Gralind dan Tania naik duluan.
"Eh denger yah! Jangan pikir kamu bisa manfaatin liburan ini buat deket-deket Mas Troy, aku bakal pastiin setelah ini kalian benar-benar bakal berpisah! Catat itu! Pelakor!" bisik Tania membuat Gralind memutar bola mata malas.
Gralind meraih pundak Tania kemudian tersenyum licik. "Whatever, hati-hati yah nanti jatuh, kasian dedek bayinya, ups keceplosan!"
Tania membulatkan mata sempurna, sementara Gralind dia memilih mengedipkan mata tajam kepada Tania yang terkejut, Gralind berjalan menuju seednya meninggalkan Tania yang mencerna apa yang barusan terjadi.
Setelah semua selesai, Troy dan Albar menyusul mereka berdua, Troy duduk disamping Gralind sedang Tania bersama Troy, pramugari tampak memberikan arahan sebelum pesawat itu benar-benar lepas landas dari bandara.
"Marah? Emang aku siapa, istri bukan, pacar bukan, mau marah gimana."
"Kok kamu ngomong begitu sih, kamu itu someone spesial dalam hidup saya, jadi saya merasa berhutang penjelasan kepada kamu," jawab Troy mengusap kepala Gralind pelan.
Gralind memasang headsetnya kembali kemudian memejamkan mata. "Terserah Bapak, deh."
Cemburu, apa itu cemburu, lagipula Gralind masih berpegang teguh pada kalimat, MEREKA TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN YANG JELAS jadi mau cemburu pun tak beralasan.
-
Kurang lebih empat belas perjalanan sudah mereka lewati, pastinya setelah melakukan beberapa kali transit karena jarak antara Makassar ke Brisbane lumayan jauh, setelah selesai dengan urusan di bandara kini Gralind, Troy, Albar dan Tania sudah berada di hotel tempat mereka akan menginap.
__ADS_1
"Saya memesan tiga kamar, satu untuk Gralind, satu untuk Albar dan satu untuk saya berdua dengan Tania, mau bagaimanapun saya dan Tania masih sah suami istri dan di negara bagian ini tidak melegalkan pasangan tidak sah untuk menginap dalam satu kamar," jelas Troy memberikan kunci kepada Albar dan Gralind.
Tania tampak tersenyum puas, dia merasa menang 'setidaknya' untuk saat ini, sedangkan Gralind, dia tidak peduli, tertawalah sepuasnya, karena Gralind sudah menyimpan tawa jahatnya di akhir cerita.
"Gralind, mau saya antar?" tawar Troy membuat Gralind menggelengkan kepalanya.
"Bapak balik aja sama Bu Tania ke kamar sana, aku bisa sendiri," Walaupun Gralind bersikeras bersikap biasa saja atas percakapan Troy dengan anak bernama Allan sewaktu di bandara kemarin, tapi sikapnya seolah-olah dia merasa cemburu dan dingin. "Aku ke kamar dulu yah."
Troy bisa merasakan sikap dingin Gralind kepadanya. "Saya harus segera menjelaskan hal ini kepada Gralind." batin Troy.
Troy meraih kopernya dan menatap Tania. "Saya mau ke kamar dulu, kalau kamu mau nyusul yasudah, saya tinggal."
Tania mengangguk, menyisakan Tania dan Albar di koridor itu, mereka berdua tampak berbincang sejenak.
"Kamu ada bawa?" tanya Tania pada Albar.
Albar meraih tasnya dan mengeluarkan sebuah pil yang ia berikan kepada Tania. "Pastikan Bang Troy minum ini dan kamu ada di samping dia, hubungan ranjang itu harus terjadi malam ini, kita tidak punya banyak waktu."
Tania mengangguk, dia mengambil Pil tersebut dan berjalan menyusul Troy ke kamar mereka.
...----------------...
Kalian kepo sama alasan Troy?
Setiap orang kan punya masa lalu tapi Troy masih perjaka kok :)
Pict!
Waktu dibandara!
__ADS_1