Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 69 | Tidak Adil Rasanya


__ADS_3

Di ruangan remang sebuah rumah sakit, Tania tertidur diatas ranjang pas pengangkatan janin-nya yang gugur, dia harus menerima pahitnya karma karena semua harta-hartanya sudah lenyap semua.


"Ah! Aku benci sama kamu Gralind!" Tania memukul nakas di sampingnya dengan keras membuat nakas itu bergetar. "Aku benci sama kalian!"


DRT! Suara pintu di dorong membuat Tania menatap ke arah sumber suara itu, dan dia mendapati sosok pria yang dia cari selama ini.


"Abraham?" Tania menatap ke arah suara di pintu itu. "Kamu masih hidup?"


Abraham berjalan ke arah Tania, ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang Tania kemudian meraih tangan wanita itu. "Kamu kenapa bisa begini, apakah ini semua ulah Gralind?"


Tania mengangguk, dia memeluk Abraham dan menangis di pelukan. "Mereka semua bekerjasama menghancurkan aku."


"Kasian."


"Mas Troy menceraikan aku, Albar menipuku dan Papa sekarang di penjara, aku gak punya siapa-siapa lagi."


"Kamu mau balas mereka?"


Tania diam, dia melepaskan pelukannya kemudian menatap Abraham sejenak. "Bukannya kamu di pihak Gralind?"


"Tidak, aku kini di pihak kamu, percayalah," jawab Abraham menatap Tania. "Kita akan balas mereka bersama."


Tania mengangguk. "Aku mau."

__ADS_1


-


Sudah dua Minggu pasca puncak dari balas dendam Gralind, harusnya Gralind sudah pulang, tapi dia menunda kepulangannya untuk jujur kepada Troy bahwa dirinya sebenarnya disini hanya dosen bukan Mahasiswa.


"Kamu yakin pulang hari ini, kita gak bakal ketemu kamu dong?" Febby menatap sedih Gralind, disampingnya ada Jesicca, Astrid dan Rea.


"Walaupun aku udah gak disini, tapi aku berharap kalian semua bisa happy yah, aku janji bakal sering-sering ngasih kabar," jawab Gralind.


Mereka berlima saling melepas pelukan, setelah mendapatkan pengakuan dari Gralind kalau Gralind hanyalan dosen yang harus pindah tugas sekarang.


"Sudah! Kayak Teletubbies aja, gausah sedih, Kost Bulan depan Gratis!" Troy datang mengejutkan mereka semua.


"Satu, dua, tiga," Febby memberi aba-aba. "Terimakasih Mister!" ujar mereka semua kompak.


Troy tertawa, ia kemudian berjalan ke arah koper Gralind dan mengangkatnya ke mobil, setelah berpamitan, Gralind segera menyusul Troy ke mobil, anak kost lain melepas Gralind disana.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di bandara karena jarak yang lumayan dekat, Gralind dan Troy dari mobil menemui Vinoy yang sudah menunggunya, beberapa menit lagi Gralind dan Troy akan terbang ke semarang.


"Akhirnya perpisahan itu datang juga yah, tapi saya senang bisa mendampingi kamu membalaskan dendam kamu, saya harap setelah ini kamu bisa lebih bahagia."


Gralind tersenyum, dia meraih tangan Troy. "Jadi balik ke Denmark?"


"Gak deh, kamu kan Simpanan Bapak Kost kalau saya balik ke Denmark nanti saya gak jadi Bapak Kost lagi dong?"

__ADS_1


"Gak mau ah, jadi Simpanan."


"Maunya jadi apa?"


"Istrinya Bapak Kost!" Gralind tertawa kemudian memeluk Troy, Troy membalas tertawa sembari mengucap "Aamiin." dengan nada yang nyaris tidak terdengar.


"Kapan kita akan bertemu lagi?" tanya Troy.


"Tidak lama kok, dendamku kepada Ayah Abraham belum selesai," bisik Gralind, Troy melepas pelukan mereka.


"Maksud kamu?"


"Tidak adil bagi Tania dan Papa Aksa jika Abraham bisa bebas kesana kemari!"


"Lalu?"


"Tidak perlu bertindak, kita hanya perlu menjalani hidup kita masing-masing setelah ini, karena aku sudah menanam bom waktu baru pada tubuh Ayah Abraham."


Troy terdiam, Gralind beranjak mencium bibir Troy sekilas dan berbisik. "Jika dia orang ditakdirkan berjodoh, dari sudut bumi manapun mereka berasal, pasti bertemu."


Gralind menyeret kopernya ke arah pesawat bersama Vinoy sedang berjalan disamping Gralind.


Troy diam. "Bom waktu? T-Tapi siapa Bom waktu yang dimaksud Gralind?" Troy menyadari bahwa semuanya belum selesai.

__ADS_1


...----------------...


Kalian butuh kisah cinta mereka gak sih? Hahahahaha! Aku tuh cuma pesan jangan percaya apapun, alurnya tuh diluar Nayla~


__ADS_2