
...----------------...
Setelah pertemuan Gralind dan Aksa tadi, tidak ada yang terjadi lagi diantara mereka dikarenakan Aksa sudah pergi dari sana meninggalkan Gralind yang sedang fokus pada laptopnya.
Sudah hampir satu jam, Gralind di kolam renang, dia merasa bosan, Gralind memilih berjalan-jalan disekitar kolam renang ini yang juga berseberangan dengan rumah pribadi Troy.
Sampai akhirnya Gralind tiba di dinding pembatas area rumah pribadi itu, Gralind tanpa sengaja melihat Albar dan Tania sedang berdebat perihal ini.
"Kenapa bisa hamil sih, kan kita tiap main selalu pakai pengaman, apa kata orang nanti, orang kan tahunya kita saudara kandung!" Albar tampak menatap Tania dengan wajah berang. "Ini kalau Bang Troy tahu, bisa mati kita."
Tania terdiam lemas sembari memegangi testpacknya, Gralind sebenarnya tahu bahwa Tania dan Albar bukanlah saudara kandung, mereka adalah anak bawaan dari masing-masing, Tania anak bawaan dari Aksa sedangkan Albar anak bawaan dari istri Aksa.
Yang pure anak kandung Aksa disini hanya Gralind dan Tania, Gralind tampak diam dia fokus mendengarkan perdebatan mereka.
"Jadi aku harus gimana Bar! Ini udah terlanjur, kita harus gimana, mau gak mau kita tidak bisa menyembunyikan ini terus, perutku akan membesar," Tania lemas sudah, dia tidak memiliki kemampuan untuk berdiri. "Pacar-pacar kakak yang lain jelas tidak mau tanggung jawab, apakah Mas Troy."
"Kita gugurin itu!" ujar Albar membuat Gralind yang menguping reflek menutup mulut.
Tenyata Albar dan Tania memiliki hubungan di belakang Troy, mereka menutupi hal ini dengan status adik kakak, sampai Tania hamil, anak Albar.
__ADS_1
Gralind berusaha mencerna semuanya, dia menatap sekeliling sembari fokus mendengarkan itu semua.
"Kamu gila yah! Kakak ga berani!" protes Tania tidak terima. "Kita harus jujurlah kepada Mas Troy!"
"Kakak lebih gila! Kalau kita jujur kepada Mas Troy, dia bakal ceraikan Kakak dan harta gak bakal jatuh ke kakak, kakak pikirin Kak Tania cuma harus nikah sama Bang Troy tiga tahun lagi, sesuai syarat Pap Aksa! Sia-sia dong aku berusaha misahin Gralind dan Bang Troy, kalau ternyata ujung-ujungnya cerai juga," jawab Albar mengusap kepalanya pelan, dia berjalan menuju kursi yang ada disana kemudian duduk lemas. "Gini aja deh! Aku punya rencana."
"Apa?" Tania berjalan ke arah Albar. "Kalau gugurin, Kakak gamau."
"Bulan itu, gimana kalau kita jebak Bang Troy, seolah-olah dia melakukan hubungan badan dengan Kakak dan hamil, biar dia mau menerima anak itu, kalau soal hitungan tanggal melahirkan, kita bisa atur nanti, kita bisa ngaku anaknya lahir Prematur kan?" jawab Albar menjelaskan rencananya.
Tania terdiam sejenak, dia berusaha mencerna saran dari Albar untuk dirinya sendiri, sebelum akhirnya menganggukkan kepala setuju. "Oke kakak setuju, kapan kita melakukan ini?"
"Secepatnya, biar Albar yang atur."
Gralind masih berada di posisinya sebelum akhirnya Tania dan Albar beranjak pergi dari tempat mereka mengobrol, mereka berdua memilih masuk ke dalam rumah, sedangkan Gralind kembali ke kolam renang.
Sesampainya di kolam renang, Gralind kembali duduk di tepi kolam dan memikirkan bagaimana dia bisa memanfaatkan hal ini.
"Oh jadi itu niat Albar ingin memisahkan aku dari Bapak Troy, supaya Tania dan Bapak Troy ga cerai, sudah kuduga dia ada agenda lain, gak mungkin kan karena dia menyukai sesama jenis, buktinya saja dia bisa menghamili Tania, dasar binatang," gumam Gralind merasa cukup mual kepada keduanya. "Mereka merencanakan menjebak Bapak Troy."
__ADS_1
"Hm, agenda yang menarik sih," lanjut Gralind mengutak-atik laptopnya. "Biar aku bantu kalian menjalankan rencana kalian, tapi untuk menjebak Bapak Troy, tidak semudah itu."
Gralind bisa memanfaatkan rencana keduanya sebagai salah satu bom waktu yang bisa dia gunakan saat mereka liburan nanti. "Aku harus dapatin Testpack, itu." Gralind meraih ponselnya kemudian menelepon Troy.
Cukup lama sampai sambungan telepon itu tersambung, sampai terdengar suara Troy di ujung telepon. "Ada apa, Gralind?"
"Perubahan rencana, Bapak, kita percepat keberangkatan kita bersama Albar dan Tania."
"Kapan?"
"Lusa! Tapi aku minta Bapak tidak pulang kesini sampai keberangkatan kita."
"Hm, alasannya apa?"
"Rahasia." Gralind tidak mau kan jikalau nanti Albar dan Tania curi start dengan rencana mereka. "Aku menyayangi Bapak Troy, see u."
Tut!
...----------------...
__ADS_1
Kaget? Sama!
Like! Like! Like!