Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 48 | Dalang Cerita


__ADS_3

...----------------...


Tania kini berjalan mondar-mandir di dalam kamar, sudah jam delapan malam, tapi Troy tak kunjung datang, membuat Tania menjadi resah karena dia harus segera menjalankan rencananya.


"Mas Troy belum datang, Bar, bisa gak sih kamu jangan maksa gini, pasti jadi kok rencananya, tapi aku mau kamu membereskan Gralind."


"Kenapa dengan Gralind?" tanya Albar di ujung telepon. "Ada masalah?"


"Dia kayaknya tahu kalau aku hamil," jawab Tania teringat kata-kata Gralind sewaktu akan berangkat. "Kalau beneran, ini ancaman banget."


"Masa sih?"


"Feeling aja, tapi semoga aja cuma perasaan aku aja."


"Gausah di pikirkan, lebih baik kamu fokus aja sama rencana kita."


Tania mengangguk walaupun tidak bisa dilihat oleh Albar, ada benarnya juga kenapa dia harus memikirkan hal itu, tak lama kemudian Tania melihat pintu di buka, Tania segera mematikan sambungan telepon dari Albar dan menyambut kedatangan Troy.


"Kamu darimana saja, Mas, aku udah lama nungguin kamu," Tania tampak berdiri saat melihat Troy masuk ke dalam kamar mereka.


Troy tidak terlalu menggubris Tania, dia melepas sepatu dan jaketnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih tanpa mempedulikan Tania.


Ting. "ROOM SERVICE!"


Tania mengangkat kepala, pesanannya sudah datang, dia tersenyum licik kemudian berjalan membuka pintu, dimana ada sosok petugas room service berdiri membawa minuman yang di pesan Tania.

__ADS_1


"Capuccino and expreso coffee?"


"Yah, Thanks," Tania menerima dua gelas kopi berbeda jenis yang dia pesan kemudian membawa masuk kopi tersebut ke dalam kamar setelah petugas pergi. "Sebentar lagi, kamu dan Gralind akan bener-bener berpisah Mas."


Tania menaruh gelas kopi di atas nakas samping ranjang, kemudian mengambil Pil yang diberikan Albar, dia membuka Pil tersebut dan menuangkan bubuknya ke dalam Expreso yang akan dia berikan kepada Troy.


"Siapa?" Troy keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang dia lilitkan di pinggangnya. "Housekeeping?"


"Bukan, tadi Room Service, bawain kopi, ini buat kamu Mas, aku udah pesan Expreso kesukaan kamu," jawab Tania memberikan cangkir kopi untuk Troy.


Troy menatap Tania dalam, seperti ada sesuatu yang Tania sembunyikan. "Tumben."


"Aku cuma berusaha jadi istri yang baik Mas, kamu kenapa sih gabisa ngertiin aku."


Troy malas berdebat, dia sudah lelah dengan urusan ini dan itu hari ini. "Oke, saya minum, Terimakasih."


Setelah meneguk kopi tersebut, Troy berjalan menuju tepi ranjang yang bersebalahan dengan Tania, dia menyandarkan dirinya di punggung ranjang, sementara Tania tersenyum licik menunggu reaksi obat itu.


"Huh, saya ngantuk, kayaknya saya harus tidur," ujar Troy merasakan dirinya mengantuk walaupun tiba-tiba badannya panas dingin.


"Ngantuk?" Tania menatap Troy bingung, harusnya Pil itu tidak memberikan efek mengantuk, tapi baru saja Tania mengucapkan itu, tiba-tiba dirinya juga terserang rasa kantuk yang luar biasa.


Tania masih berusaha mendudukkan diri menunggu reaksi lain dari Troy, tapi matanya yang berat memaksa Tania untuk tertidur secara cepat, sementara Troy yang bingung antara mengantuk dan panas dingin menjadi linglung sendiri.


"Ah! Saya gerah!" Troy berjalan menuju balkon kamar dengan langkah pelan walaupun Tania tidak bisa mendengar itu karena dia sudah tertidur.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Gralind kini berada di kamarnya dengan petugas room service yang tadi ke kamar Tania.


"I have done all the orders, you," ujar petugas tersebut kepada Gralind. "Ms. Tania's coffee I have given sleeping pills."


(Saya sudah melakukan tugas dari anda, Saya sudah memberikan obat tidur kedalam pesanan Bu Tania)


Gralind berdiri, dirinya hendak melihat langsung. Namun, dia tahan karena belum waktunya. "Good, thank you, I will pay you well, now we wait to clean up, and prepare another room for Tania in this hotel."


(Bagus, sekarang kita tinggal menunggu, dan segera siapkan ruangan lain untuk Tania)


Ruangan yang akan menjadi ruang penyiksaan mental untuk Tania.


"I will carry it out."


Petugas itu berdiri kemudian berjalan keluar dari kamar Gralind, untuk menyiapkan hal yang disuruh Gralind, sementara Gralind.


Dia memilih berjalan ke hadapan cermin besar yang ada di kamar itu, dan menatap dirinya didalam sana.


"Kalian pikir akan semudah itu, aku memberikan kalian jalan, tapi aku yang menentukan alurnya," gumam Gralind memakai parfum terbaiknya.


...----------------...


Guys


Cerita ini penuh plot twist loh, jadi apa yang kalian pikirkan bisa saja melenceng wkwk~

__ADS_1


Like! Like! Like!


__ADS_2