
...----------------...
"See?" Gralind menatap Troy serius, sedangkan Troy, ia kini tengah mengepalkan tangannya emosi. "Sebenarnya semalam, mereka ingin menjebak Bapak, supaya Bapak nanti dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan, Tania."
"Lalu rencana kamu?" tanya Troy mengangkat alis dan berusaha menahan emosinya.
Gralind berdiri, dia berjalan ke belakang Troy dan memeluknya dari belakang kemudian menaruh kepalanya di pundak Troy. "Sudah kulakukan tadi malam."
"Jadi benar kita melakukan hubungan itu semalam?"
"Benar, harusnya Bapak ngelakuin itu sama Bu Tania, tapi mereka gatau dengan siapa mereka berurusan, rencana mereka gak mengacaukan rencanaku kok, aku mengajak Bapak dan mereka berdua liburan bersama untuk ini, aku ingin memberikan Bu Tania, syok terapi atas adegan intens kita, tapi tampaknya mereka ingin memilih jalan yang sulit, aku ladeni saja sekalian," jelas Gralind.
Troy berdiri, dia mengusap wajahnya kemudian menyugar rambutnya, ia melepas kacamata hitam miliknya kemudian menatap Gralind serius.
"Kita ngelakuin itu semalam aman kan?"
Gralind menggeleng, reaksi Troy sama dengan Vinoy, tampak tidak percaya. "Kalau kamu hamil gimana?"
"Emang kenapa."
Sebuah jawaban yang membuat Troy merasa kebingungan dengan Gadis ini, tampak tidak ada penyesalan dari hilangnya kehormatannya.
"Yah kalau kamu hamil, saya bisa aja nikahin kamu, tapi hubungan kita kan hanya sebatas Friend With Benefit, harusnya kalau kamu mau ngelakuin itu sebagai balas dendam kepada Tania, kamu lakukan dengan aman, apalagi semuanya terjadi diluar kendali saya," Troy kembali duduk di kursi.
Gralind tidak mempermasalahkan reaksi Troy sebenarnya, tapi tampaknya Troy merasa bersalah atas kesalahan yang tidak dia lakukan.
"Bapak tenang aja, semuanya akan aman, aku sudah mengatur semuanya, Tania akan merasakan bagaimana rasanya dikhianati, disakiti, dan dilecehkan secara mental, semua ini demi Bapak juga." BULLSH*T Ini semua Gralind lakukan demi dendamnya, dendam Troy adalah bonus dalam pengerjaannya. "Bukankah itu, tujuan utama kita?"
Troy menghela napas panjang, apalagi setelah mengetahui, Tania hamil oleh anak Albar membuat Troy semakin memuncak emosinya.
__ADS_1
"Saya akan ceraikan Tania!" BUGH! Troy menggebrak meja kemudian berdiri karena emosinya kembali memuncak saat ia memikirkan kejadian ini.
Gralind meraih bahu Troy dan memijatnya pelan, memberinya ketenangan. "Jangan sekarang, kita harus main cantik."
"Maksud kamu?"
"Kalau Bapak melabrak mereka sekarang, itu akan menjadi akhir yang tidak menyenangkan, kenapa tidak membuat mereka lebih tersiksa lagi, lebih jatuh lagi, lebih sakit lagi," jawab Gralind mengusap wajah Troy.
Troy berusaha mencerna kalimat Gralind, ada sebuah rencana lain tampaknya yang Troy tidak ketahui.
"Jelaskan."
"Bapak tuh emang orang baik, kita udah hancurin mental Tania dengan hubungan badan kita, sia-sia dong kalau langsung ******* hari ini juga, kita harus memberikan ******* diwaktu yang tepat."
Troy menatap Gralind dalam, Gralind mendorong tubuh agar kembali duduk di kursi, Gralind membungkukkan badannya mendekat ke arah Troy, jarinya yang lentik mengusap pelan bibir Troy, Gralind bisa menghirup aroma sabun khas dari Troy.
Mint yang menghangatkan.
"Jadi-"
"Kado yang akan membuat dirinya hancur, sehancur-hancurnya, kita harus menciptakan ending *******, setelahnya Bapak boleh menceraikan dia, dan urusan kita selesai," jelas Gralind membuat Troy tersenyum atas rencana itu.
Troy menarik pinggang Gralind agar duduk di pangkuannya. "Memang cerdas."
"Terkadang kita harus pintar main cantik, untuk melawan musuh-musuh kita," jawab Gralind. "Satu langkah lagi, Bapak."
Mereka berdua tersenyum bersama, sementara itu di ruangan tempat Tania di tempatkan, dia mulai tampak tersadar.
"Ehm, Mas Troy?" Tania membuka mata memanggil nama Troy, namun dia tidak menemukan siapapun disana, ia bangkit dan menatap sekeliling. "Ini bukan kamarku."
__ADS_1
Tania mendapati dirinya tanpa busana, ia menjadi negatif thinking sekarang, ia segera memakai bajunya yang berceceran disana, saat dia hendak keluar dia melihat beberapa buah foto di nakas, ia meraih foto itu dan mulai melihatnya.
"Apa ini?" Tania terkejut batin melihat foto Gralind dan Troy setelah berhubungan semalam, amarah Tania memuncak. "Dasar Gadis penggoda!"
Tania berjalan keluar dari kamar tersebut, ia segera mencari keberadaan Gralind, di kamar Gralind tanpa mempedulikan keadaannya yang berantakan sekarang, sesampainya di depan kamar Gralind, ia segera mengetuknya tapi tidak ada jawaban apa-apa.
"Ah Aw!" Tania merasakan bagian bawahnya sedikit sakit membuat dia menjadi kalut. "Kalau bukan Mas Troy yang tidur bersamaku semalam, lalu siapa, siapa yang Gralind biarkan melakukan itu?"
Disaat Tania frustrasi menunggu Gralind menjawab, tampak Gralind sendiri yang ingin kembali ke kamarnya mengambil sesuatu bertemu dengan Tania yang sudah menunggunya.
"Sialan kamu!" Tania menarik tangan Gralind kemudian hendak menampar Gralind, namun Gralind tahan.
"Jangan sentuh saya yah!" Gralind menghempaskan tangan Tania. "Bagaimana fotonya, sarapan pagi yang menyenangkan? Kalian pikir kalian berhasil, tidak akan ku biarkan."
Tania menatap Gralind geram. "Apa yang kamu lakukan bersama Mas Troy!"
"Ah tidak ada, hanya memberikan dia pengalaman pertama, miris, Bu Tania istri sahnya, tapi denganku malam pertamanya, sakit, tidak?"
"Keterlaluan!" Tania hendak menarik rambut Gralind, Gralind menghindar yang membuat Tania terjatuh ke lantai. "Sialan, siapa yang tadi malam kamu biarkan tidur bersama saya."
"Oh, yang semalam," Gralind menunduk mendekatkan diri ke arah Tania. "Aku berpikir kasian membiarkan Bu Tania tidak bermain-main semalam, jadi aku menyewa petugas hotel disini untuk melakukan itu bersama Bu Tania, tapi tenang pake pengaman kok, jadi tidak perlu khawatir."
"Gak punya hati kamu, Gralind!"
"Hah? Gak ada asap kalau Gak ada api, bukankah Bu Tania juga sering dipake banyak pria di luaran sana, kenapa harus sedih, mental Bu Tania masih aman kan? Karena akan banyak hal yang akan aku tuntut di kemudian hari, Good Morning, Bu Kost, see u, again," Gralind melambaikan tangannya ke Tania kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.
...----------------...
Author terlalu kejam gak sih sama Tania? Yah kasian aja sih wkwk, menurut kalian pantas gak Tania diginiin?
__ADS_1
Like! Kalau rame updatenya lebih cepet.