Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 38 | Glad To-


__ADS_3

...----------------...


"Bapak Troy? Bapak ngapain disini, kok bawa koper?" Gralind berdiri dan berusaha mengalihkan perhatian Troy dan berharap Troy tidak mendengarkan semuanya. "B-Bapak-"


"Apa benar saya bisa membantu kamu menyembuhkan trauma kamu?" Gralind sedikit menghela napas panjang untuk Troy tidak mendengar tentang Agendanya sebagai dosen 'mungkin'


"Ah itu gausah dipikirkan Pak," jawab Gralind mengajak Troy duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. "Bapak ngapain bawa koper, pake jaket gini? Mau kemana?"



"Jawab dulu, Gralind!"


Gralind diam, ia menghela napas panjang, harus dia jelaskan darimana sekarang, Troy sudah terlanjur tahu.


"Aku gamau Bapak terlibat dalam masa lalu aku, biar aku aja yang bawa beban ini sendiri, tugas kita cuma balas dendam lalu selesai," jelas Gralind menatap Troy.


Troy menghela napas panjang, dia mengusap kepala Gralind dan menatapnya penuh kelembutan. "Saya ini partner kamu, jadi kalau kamu ada masalah saya akan coba bantu."


"Oke aku akan cerita, tapi Bapak janji, kalau Bapak jangan ngelakuin apa-apa yah," jawab Gralind.


Troy mengangguk, Gralind masih ragu. "Janji yah?"


"Saya janji," jawab Troy membuat Gralind memilih menyandarkan kepalanya di bahu Troy. "Sekarang cerita."


"Jadi aku tuh menderita dua trauma berjenis PTSD, satunya saat hujan aku bakal bisa amnesia jangka pendek, sedangkan yang satunya saat lagi ada adegan intim gitu, karena aku kehilangan Mama saat hujan dan aku hampir di gauli dulu, kehilangan Mama adalah memori paling buruk membuat aku jadi amnesia jangka pendek saat hujan, tapi entah kenapa saat aku amnesia jangka pendek, aku gak bisa lupa sama Bapak Troy dan saat beradegan intim dengan Bapak Troy, aku gak ngerasain apapun, berbeda saat dengan Albar tempo hari," jelas Gralind melirik Troy yang menatap lurus kedepan. "Aku gatau apa yang terjadi sama diri aku, gak pernah ada yang begini, cuma Bapak Troy-"


"Yang permanen di kepala kamu?" potong Troy membuat Gralind mengangguk. "Lalu apa hubungannya saya bisa menyembuhkan kamu?"


"Aku gatau caranya gimana, tapi kata Dokter Han aku butuh seseorang yang permanen di kepala aku, tapi aku gak mau kok, kita gak harus ngorbanin misi balas dendam kita untuk ini, jadi gausah dipikirin, kita udah berjalan sejauh ini," Gralind menegakkan kepalanya sejenak dan menatap Troy. "Bapak gausah mikirin ini yah? Aku udah bisa ngontrol diri aku kok."



Troy menghela napas, dia menarik tubuh Gralind ke dalam pangkuan dan memeluk erat tubuh Gralind. "Saya sakit hati kalau liat kamu kesakitan karena trauma Gralind, entah kenapa saya merasa terluka."


Gralind terdiam, Troy melepaskan pelukannya dan menatap dalam Gralind. "Kamu yakin, saya bisa kok bantuin kamu."


"Gak!" Gralind menaruh telunjuknya di bibir Troy. "Gausah, aku datang kesini bukan untuk berobat, aku mau balas dendam, mending kita fokus balas dendam aja."

__ADS_1


"Aku bisa lebih tenang kalau dendam kita berdua sudah terbayarkan, aku sudah mempersiapkan hal ini secara matang, dan aku gamau semua berantakan, please," lanjut Gralind.


"Its oke!" Troy menurunkan Gralind dari pangkuannya kemudian berdiri. "At least, kamu sudah jujur kepada saya."


Gralind menghela napas panjang, beruntung Troy tidak mempermasalahkan hal ini, dia tidak mau rencananya terkendala sekarang.


"Bapak mau kemana?"


"Mau ke hotel, mungkin dua hari, nanti malam kamu bisa datang kan? Sekalian saya ngasih kejutan buat kamu," jawab Troy membuat Gralind mengangguk. "Nanti saya kirim lokasinya."


Gralind berjinjit agar bisa mencium Troy. "Hati-hati!" Troy mengusap puncak kepala Gralind kemudian berjalan keluar dari kamar kost Gralind.


-


Sudah jam tujuh malam, Gralind kini tengah berdiri di hadapan pintu kamar yang disinyalir milik Troy berdasarkan info yang di berikan Troy kepada Gralind.


"Kamu sudah datang?" Troy yang membuka pintu tampak tersenyum saat melihat keberadaan Gralind di depan kamar hotelnya. "Ayok masuk."


"Astaga Bapak!"


Gralind menghela napas saat melihat Troy tidak memakai baju dan hanya bertelanjang dada di depannya, Troy terkekeh kemudian mengajak Gralind masuk.



"Bapak ngapain sih ke hotel segala, kan kamar kostnya banyak spek, kamar hotel lagi," ujar Gralind duduk di samping Troy.


Troy tidak menjawab, dia hanya merangkul tubuh Gralind kemudian mencium pipinya. "Tiket yang kamu pesan kemarin udah hangus yah?"


Gralind mengangguk. "Kita kan gajadi berangkat waktu itu."


Troy meraih dompetnya, dia kemudian mengeluarkan empat lembar tiket pesawat untuk mengambil liburan di luar kota. "Kita bisa lanjutkan rencana kita, saya sudah memesan tiket baru."


Gralind berbinar dia menatap tiket itu tidak percaya, Gralind yang kesenangan langsung naik ke pangkuan Troy dan memeluknya erat. "Makasih Bapak, kita bisa lanjutin rencana kita."


"Saya kan sudah bilang, saya akan ngelakuin apapun untuk kamu, sekarang tinggal kita bisa ajak Albar dan Tania ikut, supaya kamu bisa menjalankan rencana kamu."


Gralind tersenyum sinis. "Aku ingin dia-" Gralind berbisik kepada Troy membuat Troy terkejut tidak percaya. "Gimana, Pak?"

__ADS_1


"Kamu yakin?"


"Aku sudah menyimpan semua ini untuk Bapak, dan aku akan menyerahkannya sebagai partner di hadapan Bu Tania nanti," bisik Gralind.


"Baiklah, kalau itu mau kamu," Troy beralih menggendong tubuh Gralind dan membawanya ke ranjang berukuran king size. "Kamu mau nginap disini yah?"


"Boleh," jawab Gralind mengalungkan tangannya di leher Troy, Troy menidurkan Gralind di ranjang dan menindihnya.


Ia menciumi Gadis itu dari wajah sampai ke leher menciptakan bekas merah di leher Gralind, Troy berdiri berdiri kemudian melepaskan celananya beserta pakaian dalamnya sehingga membuat dia kini telanjang bulat.


Benda itu mengacung di hadapan Gralind, Gralind bangkit dan duduk di hadapan Troy, dan mulai mengoral benda milik Troy, dia memasukkannya perlahan ke mulutnya setelah Gralind mengurutnya pelan.


******* lolos dari bibir Troy, ia memegang kepala Gralind dan memaju mundurkan kepala Gralind yang ada di bawahnya.


"Ah!"


Troy tampak menikmati segala sentuhan itu, sampai beberapa menit kemudian, Troy melepaskan benda miliknya dari mulut Gralind dan menyemburkan cairan miliknya yang mengenai wajah Gralind.


"M-Maaf."


"Gapapa, aku ke kamar mandi dulu yah," Gralind bangkit dan berjalan ke kamar mandi meninggalkan Troy yang terduduk lemas di ranjang.


Troy melirik tas Gralind, dia teringat sesuatu, ia kemudian mengambil tas itu dan mencari ponsel Gralind, setelah mendapatkan ponsel Gralind, Troy akhirnya bisa mencari nomor Vinoy, beruntungnya Gralind memberitahukan password ponselnya kepada Troy.


"Maaf Gralind, saya gak bisa biarin kamu trauma secara terus menerus," batin Troy menyalin nomor Vinoy untuk dia hubungi nanti.


...----------------...


Beuh nih pasangan tanpa status makin panas aja yah!


Bonus Pict! Dan jangan lupa like!




__ADS_1



__ADS_2