
...----------------...
"Bunganya satu yah, kalau bisa bunga mawar, bucketan aja," Gralind kini berdiri di depan pemilik toko bunga yang dia datangi untuk memesan satu bucket bunga.
"Baik Mbak, akan kami siapkan, silakan ditunggu sebentar," mendengar itu Gralind memilih berjalan menuju kursi tunggu yang ada di dalam toko tersebut, kini dia sendiri disini karena Troy menunggunya di mobilnya.
Disaat Gralind sibuk menunggu, tiba-tiba saja tangannya ditarik seseorang yang membuat Gralind terdesak berdiri. "Albar, aku lagi gak mood diganggu, kamu mau ngapain lagi sih?"
Albar melirik Troy yang menotice kehadiran Albar dari posisi Troy memantau Gralind. "Kamu tahu kan kalau Tania sedang hamil sekarang, dan kamu tahu kalau aku adalah Ayahnya."
"Terus?"
"Tutup mulut, aku mau kamu tutup mulut, jangan sampai Bang Troy mengenai hal ini, kalau kamu sampai bocor, aku akan melakukan hal yang bisa membahayakan kamu," bisik Albar, Troy yang sedari tadi memantau dari jauh tampak bergerak ke arah Albar dan Gralind, hal ini di sadari oleh Albar yang membuat Albar bergegas pergi dari sana.
"Dia ngapain disini?" tanya Troy saat ia tiba di hadapan Gralind. "Dia ngapain kamu lagi? Dia ancam kamu?"
Gralind menggeleng. "Hal yang biasa, tidak usah dipikirkan, aku juga heran kenapa dia bisa ada disini."
Troy menatap wajah bingung Gralind, dan malah ikut kebingungan. "Sepertinya dia disuruh Tania buat mantau saya deh, supaya Tania yakin kalau saya benar-benar sudah lepas dari kamu."
Gralind mengangkat jempol. "Kayaknya begitu, tapi aku yakin dia gak akan buka mulut kok kalau ternyata kita masih berhubungan."
"Kenapa?"
__ADS_1
Gralind diam, dia tidak menjawab, sebelum dia hendak menjawab, tiba-tiba saja pemilik toko bunga datang membawa bunga pesanan Gralind.
Gralind berjalan ke arah pemilik itu dan menerima bucket bunga tersebut. "Makasih yah, ini uangnya." Setelah melakukan pembayaran, Gralind kembali berjalan ke arah Troy. "Gausah dipikirkan masalah Albar, dia tuh cuma jahat tapi ga nekat, lebih baik kita segera pulang, kayaknya Bu Tania udah nungguin Bapak."
Troy melirik arloji di tangannya, benar, sudah jam enam sore. "Ayok pulang sekarang." Troy berjalan keluar dari toko itu disusul oleh Gralind.
-
"Ingat yah Pak, Bapak tinggal melakukan apa yang harus bapak lakukan, biar aku yang melakukan sisanya," Gralind tampak membenarkan kemeja Troy sebelum Troy turun dari mobil. "Semoga sukses."
Gralind memberikan bucket bunga tadi untuk Troy agar Troy bisa memberikannya kepada Tania, selain itu Gralind sudah menyiapkan satu kotak kado untuk diberikan kepada Tania.
"Apa isinya?"
"Menu utama kita malam ini," jawab Gralind mengembangkan senyum kepada Troy. "Lakukan yang terbaik, oke?"
Troy berjalan masuk ke dalam rumah pribadinya, sudah jam tujuh malam suasana rumah dan kost-an tampak sepi, dikarenakan Gralind sudah bekerjasama dengan anak-anak lain untuk mengosongkan Kost-an hari ini.
KRT! Suara pintu yang didorong membawa Troy melangkah ke bagian ruang tamu, sesuai dugaannya disana dia sudah ditunggu oleh Tania, Tania berdiri melihat kehadiran Troy, dia tampak memakai baju berbahan tipis berwarna putih.
"Kamu darimana aja Mas, aku udah lama nungguin kamu," tanya Tania berjalan ke arah Troy untuk menyambut suaminya.
Troy tersenyum dan menaruh kotak hadiah di meja ruang tamu kemudian memberikan bucket bunga kepada Tania. "Sayang, maaf saya telat, saya membeli ini untuk kamu, Happy Anniversary, sayang." Tania menerima bucket bunga itu kemudian memeluk Troy erat.
__ADS_1
Troy membalaskan pelukan Tania, mereka cukup lama berpelukan, menikmati suasana berdua. "Happy Anniversary juga, Mas." Tania mengangkat kepala dia hendak mencium Troy tapi Troy menahan bibir Tania dengan telunjuknya.
"Kenapa?*
"Jangan sekarang, kita lakukan di kamar," Troy tersenyum, Tania yang memahami itu mulai membuka kancing kemeja Troy, membuat kemeja itu terlepas dari badan Troy, menampilkan badan yang ideal dan berbentuk itu. "Akan saya buat kamu menikmati malam ini." Troy menggendong Tania, tidak lupa dia mengambil kotak kado kecil itu dan membawa Tania masuk ke kamar.
Sesampainya di dalam kamar, Troy labgsubg menidurkan Tania di ranjang, ia perlahan menindih tubuh Tania membuat tali baju Tania terlepas begitu saja, Tania hendak membuka seutuhnya tapi Troy kembali menahan.
"Kenapa lagi?"
"Kamu tidak mau membuka kado dari saya?" tanya Troy memberikan kotak kecil itu kepada Tania.
Tania bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk, dia meraih kotak tersebut kemudian membukanya, Troy hanya berdiri menunggu Tania membuka kotak kecil berpita itu.
"Apa ini, Mas?" Tania yang awalnya berekspresi senang mendadak berubah saat ia melihat isi kado tersebut, Tania mengangkat isi kado itu dan memperlihatkannya kepada Troy. "Testpack?"
...----------------...
Like!
Like!
Like!
__ADS_1
Pokoknya Like!
Makasihhhhh