
Semua mata kini tengah memandang ke arah Aksa dan Abraham, pertengkaran dan perdebatan diantara keduanya benar-benar memancing perhatian, Aksa yang menyadari itu segera melepaskan Abraham.
"Aku akan mengurusmu nanti!" ujar Aksa berjalan meninggalkan Abraham yang berdiri dengan senyum sinis di wajahnya.
"Aku akan menunggumu!"
Aksa terdiam sendiri, berjalan ke arah jenazah anak-anaknya yang sudah siap untuk di bawa pulang.
-
Aksa duduk di tepi empat kuburan yang baru saja di timbun, terdiam menabur bunga di pagi yang mendung, nisan bertuliskan nama Albar, Troy, Gralind dan Tania.
"Apa ini karma, karena saya terlalu jahat makanya semua anak-anak saya diambil?" batin Aksa menaburkan bunga, beberapa pelayat sudah meninggalkan lokasi menyisakan Aksa sendiri disana.
Mereka berempat dimakamkan dalam peti setelah proses dimandikan oleh rumah sakit, karena kondisi tubuh yang tidak baik membuat mereka dimakamkan memakai peti.
"Kenapa kalian semua ninggalin Papa? Tania! Albar! Dan kamu Gralind."
__ADS_1
Ditengah kesedihannya itu, Aksa menyesali semuanya, dia memiliki tiga anak yang harus dia jaga sebenarnya tapi dirinya malah lalai dengan harta bendanya.
"Sudahi sedihmu, air matamu tidak akan membangkitkan mereka dari kubur!" Aksa membalikkan badan dan berdiri menatap arah suara itu, ada Abraham di belakangnya. "Beruntung sekali mereka kecelakaan dan Gralind ada dalam korbannya, aku tidak perlu bersusah payaj lagi sekarang."
"Jelaskan apa maksudmu!?"
Abraham berjalan ke arah Aksa kemudian menatapnya dalam. "Aku memanipulasi otak Gralind dan Troy seolah-olah kau seratus persen penjahatnya sedangkan kita berdua sama saja, aku seolah-olah korban dan baik Dimata Gralind, seolah berada di kubu-nya padahal aku berdiri sendiri."
"Baji*ngan," Aksa menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya. "Apa saja yang kau ceritakan?*
"Sialan!"
Abraham tertawa puas.
"Semuanya kebohongan Aksa!" Abraham memberi jeda. "Aku menikahi Tania karena memperjuangkan hak Gralind, itu bohong! Aku disekap olehmu, itu bohong! Perjanjian pernikahan sepuluh tahun, itu palsu, lawyer yang datang itu adalah palsu! Dan aku berhasil mendapatkan beberapa properti hartamu melalui Gralind, jika aku bisa mendapatkan lebih dari satu milyar tawaranmu, kenapa tidak kan?"
"B-Bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Rumah Troy dan Tania, Rumahmu, Seluruh dana perusahaanmu yang bocor, itu masuk ke dalam kantongku melalui Gralind!" jelas Abraham. "Kesalahanmu hanya satu Aksa, kau terlalu menyayangi Tania."
Aksa sadar! Kesalahannya hanya satu, dia terlalu menyayangi Tania, karena Tania dia menyingkirkan Ibu Gralind, karena Tania dia menghalalkan segala cara agar harta keluarganya jatuh ke Tania bukan Gralind.
Abraham! Dia hanya manusia licik gila harta yang kebetulan dicintai oleh Tania.l, Aksa menyadari semuanya sekarang.
"Kau licik, Abraham!"
Hening, suara tepukan tangan tiba-tiba terdengar, Aksa dan Abraham menilik ke arah sumber suara itu, sosok Gadis yang mereka kira sudah tiada.
"Benarkan Bapak Troy? Jika bukan kita sendiri yang memperjuangkan hak kita, maka siapa lagi?" ujar Gralind berjalan ke arah Aksa dan Abraham bersama dengan Troy. "Pengakuan yang hebat Ayah Abraham, aku bahkan tidak perlu mengotori tanganku, Ayah pikir aku tidak mengetahui semuanya, mungkin Ayah lupa kalau aku lebih cepat dari siapapun, jadi jika aku tanya sekarang, siapa yang terjebak?"
...----------------...
Pendapat kalian tentang Abraham?
Berikan saya Like yang banyakkkkk
__ADS_1