Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 44 | Bapak Suami, Tersayang


__ADS_3

Aku kira aku udah update tadi siang, ternyata belum wkwk, maaf yah aku lupa nulis :)


Like! Jangan lupa like sambil swipe!


...----------------...


"Kamu mau nginap disini dulu gak, malam ini aja, besok pagi aja kita siap-siapnya," Troy menatap Gralind saat mereka tiba di hotel tempat Troy menginap.


"Ada niat lain, gak?" tanya Gralind kepada Troy, Troy menggeleng, memang dia ada niat apa. "Yakin?"


"Saya lagi pengen berdua aja sama kamu, kalau di dekat kamu saya ngerasa tenang," jawab Troy.


Gralind tertawa, dia memencet hidung mancung Troy dan menariknya pelan. "Jangan terbiasa ih, kalau kita pisah nanti susah lupa loh."


Troy terdiam, kata-kata Gralind simple tapi dalam, entah kenapa jiwanya tiba-tiba hampa total, Gralind mengusap pipi Troy pelan.


"Sorry, aku bakal nginep disini deh, ayok masuk," Gralind keluar dari mobil, ia yang tengah memakai baju crop top berwarna hijau menunggu Troy yang masih ada di dalam mobil. "Bapak?"



Troy keluar dari mobilnya, dia berjalan menyusul Gralind, mereka berdua kemudian masuk ke dalam hotel, tapi Troy harus memperpanjang untuk semalam dulu kamarnya karena dia hanya menyewa untuk dua hari.


"Sudah?"


Troy mengangguk, dia menggandeng tangan Gralind masuk ke dalam lift, karena kamar Troy ada di tingkat kedua.


"Jangan nakal yah!" Gralind menunjuk Troy yang hendak mencium pipinya membuat Troy cemberut bukan main. "Ada cctv-nya."

__ADS_1


"Iya."


"Kok kayak gak terima gitu?"


"Iya, sayang."


"Dih, manggil sayang." Gralind menangkup pipi Troy dan mengusapnya gemas. *Iya juga deh, sayang."


Ting.


Lift terbuka dan menghadirkan koridor hotel menuju kamar Troy, keduanya berjalan menuju kamar Troy yang sudah tidak jauh, setibanya di depan kamar Troy, Troy segera mengambil kartu smart doornya dan membuka kamar itu.


"Aku duluan."


"Emang mau ngapain?"


"Selamat datang, Suamiku," Gralind membuka pintu dan tersenyum manis membuat Troy mengangkat alis. "Bapak Suami sudah pulang?"


Troy paham dan mengerti sekarang. "Iya, Istriku, tadi ada urusan kantor, pasti kamu udah nungguin." Troy masuk ke dalam kamar setelah mengusap puncak kepala Gralind.


"Bapak Suami pasti capek, sini lepas dulu jaketnya," Gralind meraih jaket Troy sehingga kini Troy hanya mengenakan kaos putih polos, Troy duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.



"Istriku, masak apa?" Troy melirik Gralind yang sedang memijit pundak Troy. "Yang diatas dikit, nah itu yang pegal."


"Yah, gak masak, habisnya Bapak Suami gak rekuest sih," jawab Gralind. "Lagipula kita kan orang kaya, order aja."

__ADS_1


"Wah, kamu memang bukan istri idaman yah, kerjaannya ngabisin uang suami," goda Troy menoel hidung Gralind.


"Ih Bapak Suami mah gitu."


"HAHAHA!" Troy tertawa geli sendiri atas aksi keduanya membuat Gralind langsung menutup mulut Troy.


"Jangan ribut, anak-anak lagi tidur, nanti bangun loh," bisik Gralind.


Troy menahan tawanya kemudian menarik Gralind ke dalam pangkuannya, dan berbisik. "Aamiin."


Mereka berdua seolah tidak akan berpisah lagi, sampai mereka berdua melupakan apa alasan mereka bersama sekarang, Troy mencium bibir Gralind lembut membuat Gralind membalas ciuman itu.


Kedua bibir yang beradu itu membuat suasana semakin panas, Troy berdiri dengan keadaan menggendong Gralind dan menidurkannya di ranjang, ia menindih tubuh Gralind seolah kehilangan kesadaran.


Troy melucuti seluruh pakaiannya dan pakaian Gralind, keduanya sibuk memadu kasih sampai akhirnya Gralind sadar atas aksi Troy.


"Jangan sekarang yah, jangan sekarang ngelakuin itu," bisik Gralind membuat Troy tersadar.


Troy bangkit dia menidurkan diri di samping Gralind. "Maaf."


"Its oke!"


Troy tersenyum menatap Gralind, dia mengambil posisi duduk dan memakai celananya kembali kemudian menutupi tubuh Gralind dengan selimut.


"Simpan dia baik-baik," bisik Troy.


"Dia sudah menemukan pemiliknya," jawab Gralind lembut, keduanya mengakhiri malam itu dengan memesan makanan sambil berpelukan cukup lama.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2