Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 42 | Andai Hati Bisa Memilih


__ADS_3

...----------------...


Sesungguhnya, aku masih cinta.


Sesungguhnya, aku masih sayang.


Yang terjadi dalam cinta kita, karena angkuh hati.


Lagu yang terdengar dari ponsel Gralind, menemani Gralind yang saat ini sedang mendadani dirinya di depan cermin untuk menyambut datangnya Troy di hari ulang tahunnya.


"Udah jam setengah tujuh, Bapak Troy udah jalan belum yah, belum ada telpon lagi," ujar Gralind mengecek ponselnya.


Setelah selesai bersiap-siap, Gralind tampak berdiri ia kini mengenakan dress ketat dengan motif rand didominasi warna cream sedang rambutnya di gerai, setelah percakapannya dengan Vinoy tadi, Gralind sebenarnya masih memikirkan beberapa bagian dalam ceritanya yang belum lengkap.



Semuanya seperti potongan puzzle yang membuat Gralind harus memecahkan semuanya satu-satu, tapi untuk malam ini dia memilih melupakan itu.


"Lind! Udah siap belum?" Suara Febby terdengar memanggil dari luar membuat Gralind beranjak keluar dari kamar dan mendapati Febby ada di depannya. "Buset, cantik amat neng, iyalah kan mau nyambut someone spesial, uhuy."


"Dih, Jesicca mana, udah siap belum, yaudah ayok kita ke ruang tengah yuk, takutnya bentar lagi, Bapak Troy datang."


"Udah, dia lagi nyiapin tumpeng di ruang tengah, yaudah yuk!" Keduanya berjalan menuju ruang tengah yang harus melewati dapur dulu, dimana disana sudah ada Jesicca.


"Kalian udah siap, kayaknya Mister Danta udah datang, mobilnya ada di depan," kelas Jesicca melihat kedatangan Febby dan Gralind.


Mengetahui hal itu, mereka bertiga langsung bersiap-siap, dimana Febby memegang tumpeng untuk memberi kejutan kepada Troy.


"Gralind? Febby? Jesicca, kalian bertiga ada di dalam Ndak? Ini kok pintu Kost gak dikunci?" tanya Troy mendorong pintu Kost.


"HAPPY BIRTHDAY! MISTER!" teriak mereka semua berbarengan yang membuat Troy langsung tersentak dan terkejut.


Troy berjalan ke arah mereka bertiga dengan membawa paper bag. "Wah ini kalian buat sendiri?"


"Jelas dong! Ini tuh effort banget, Mister," jawab Febby menurunkan tumpeng itu. "Mister bawa apaan tuh?"


Troy terdiam, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf yah, bukannya saya gak ngehargain usaha kalian, tapi, saya bawa nasi kuning tadi dikasih sama partner bisnis saya."


"HAH?" Mereka bertiga syok bukan main.


-

__ADS_1


"Tahu gitu gausah dibuatin, malah bawa nasi kuning," Febby duduk di sofa dengan memakan nasi kuning yang di bawa Troy untuk mereka. "Mana nasi kuningnya lebih enak lagi dari Tumpeng kita."


Ketiganya kini hanya bisa pasrah memakan nasi kuning yang dibawa Troy, setelah kekecewaan singkat akibat suprise yang gagal itu.


"Iya, maaf yah, ini saya makan kok tumpeng kalian, tapi nasi kuning bawaan saya enak kan?"


"Yah Not Good bad Not Goodlah," jawab Febby. "Tapi emang enak sih."


Mereka bertiga hanya tertawa pelan melihat tingkah Febby yang mendumel tapi tetap memakan nasi kuning yang di bawa Troy.


"Gapapa Mister, nanti Tumpengnya kita simpan buat Rea dan Astrid terus bagiin ke tetangga juga boleh," Jesicca memberi usulan. "Setuju gak, Lind?"


"Setuju! Daripada gak kemakan," jawab Gralind yang membuat Troy ikut setuju. "Ini dah kelar makan kan, piringnya biar aku yang cuci yah."


"Eh gausah! Biar aku aja sama Febby, kamu sama Mister Danta ke kolam renang aja deh, kami ada kejutan," jawab Jesicca.


"Kejutan apa?"


"Pokoknya kesana aja," timpal Febby yang membuat Gralind dan Troy mengangguk dan berjalan menuju kolam renang.


Sesampainya di kolam renang, mereka dibuat takjub dengan hiasan lampu yang indah di sinari cahaya bulan malam itu, seperti suasana pesta dansa.


"Have Fun yah!" Febby menyalakan musik yang biasa dipake untuk mengiringi dansa kemudian meninggalkan keduanya disana.


Gralind dan Troy sama-sama diam , Troy mengulurkan tangannya kepada Gralind. "Mau dansa?"


Gralind mengangguk, mereka berdua mulai berdansa mengikuti iringan musik yang diputar Febby tadi, hening, hanya ada suara musik, mereka seolah tidak peduli akan kehadiran Tania yang melihat mereka dari lantai dua rumah pribadi mereka.


"Kenapa kamu meminta saya mempercepat keberangkatan kita?" tanya Troy disela-sela dansa itu.


Gralind menatap Troy dan mengulas senyum. "Ada alasan yang akan, Bapak tahu nanti."


"Akhir-akhir ini, kamu selalu main rahasia-rahasiaan sama saya, saya kan partner kamu," jawab Troy.


"Bapak juga."


Gralind berusaha memancing Troy. "Apa yang bapak tutupi dari obrolan Bapak dari Ayah Abraham?"


Glek. "Tidak ada."


"Mata Bapak gabisa berbohong, ada sesuatu yang Bapak mau jelaskan?"

__ADS_1


Troy menggelengkan kepalanya, ia menarik pinggang Gralind mendekat kepadanya dan mengganti topik. "Ada orang ketiga disini."


Gralind mengangkat alis, sedang Troy menunjuk lokasi Tania dengan dagunya membuat Gralind mencuri pandang ke arah sana.


"Dia cemburu?"


"Mungkin, tapi mungkin dia akan lebih cemburu kalau kita melakukan ini."


"Apa?"


Troy tidak menjawab, tangannya yang tadi memegang pinggang Gralind beralih menekan kepala bagian Gralind sehingga wajah Gralind langsung jatuh ke ciuman Troy, mereka berdua berciuman ditengah dansa.


Tania yang melihat itu berdecak kesal, dia berjalan meninggalkan kegiatan memperhatikan keduanya dan menutup jendela tempat dia mengintip tadi.


"Dia sudah pergi," bisik Troy melepaskan ciuman mereka.


Gralind tersenyum paham, Troy yang sedang memakai jaket tebal berbahan kulit itu membuat Gralind melepaskan jaket Troy.



BYUR!


Gralind mendorong tubuh Troy ke dalam air, sehingga keduanya jatuh di dalam air, cukup lama sampai akhirnya muncul ke permukaan.


"Bapak, belum menjawab pertanyaanku," Gralind menatap dalam Troy saat kepala mereka muncul ke permukaan. Namun, tampaknya Troy enggan menjawab.


"Saya tidak bisa jawab sekarang Gralind, tapi bisa tidak malam ini jadi malam spesial untuk kita berdua."


Gralind mengangguk, dia memeluk Troy dan menyandarkan kepalanya di bahu Troy. "Andai hati bisa memilih, Gralind."


"Pasti hatimu yang akan terpilih," lanjut Troy mengecup kening Gralind.


...----------------...


Aku tuh terharu banget sama komentar kalian, jika mau tetap mendukung, dukung dengan cara cukup like aja karena satu like itu sangat berhargam


Alasan aku tetap lanjutin novel ini, karena aku sayang banget sama kalian yang udah Bener-bener nungguin update novel ini.


Mungkin aku adalah author kesekian yang mengeluh mengenai bayaran penulis, tapi percayalah dibalik penulis yang kuat ada pembaca yang supportif.


BIG THANKS! Love u sekebond dan selamat membaca :)

__ADS_1


__ADS_2