Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 70 | Dimana Suaminya?


__ADS_3

"Akhirnya, sampai di Semarang juga Gue! Bisa makan Gudeg!" ujar Vinoy merebahkan dirinya di ranjang apartemen mereka. "Gudeg dari Semarang, kan?"


"Jogja kayaknya," jawab Gralind menaruh tasnya kemudian duduk di tepi ranjang, ia melirik ponselnya kemudian membuka ponsel tersebut. "Sudah jam sepuluh."


"Cie Lookscreennya, Foto Bapak Kost, gabisa move on yah Lo?" tanya Vinoy menggoda Gralind.


Gralind menutup ponselnya kemudian mendelik malas ke arah Vinoy. "Lupa diganti aja, sih." Gralind bangkit kemudian melepas hoodienya. "Aku mau mandi duluan, yah."


"Oke!"


Gralind meraih handuk kemudian berjalan menuju kamar mandi, ia merasa bahwa badannya sedang tidak enak hari ini, Gralind kini berdiri di hadapan kaca wastafel kemudian menatap dirinya sendiri.


"Gak mungkin, kan?" Gralind melirik sebuah benda yang dia bawa diam-diam ke kamar mandi. "Gausah, ah."


Gralind tampak bimbang dengan satu hal yang membuatnya kebingungan sekarang. "Apa aku test, aja yah?" Gralind menghela napas panjang. "Gimana ini?" Gralind mondar-mandir sendiri di kamar mandi, di dalam bimbangnya. "Test aja deh."


Gralind membuka sebuah bungkusan testpack kemudian mulai mengetestnya, setelah selesai ia berjalan kembali ke hadapan kaca wastafel, hasil test-nya masih buram dan belum keliatan, sampai akhirnya Gralind terdiam seribu bahasa.


"HAH!" Teriakan Gralind membawa Vinoy yang ada di luar bergegas masuk ke dalam kamar mandi menyusul Gralind. "Ada apa, kenapa?* tanya Vinoy yang membuat Gralind memberikan Vinoy testpack miliknya. "Kan apa kata gue! Lo bakal hamil!"

__ADS_1


"T-Tapi, aku gak subur loh," jawab Gralind terdiam sejenak. "Pasti testpacknya salah gak akurat, kita kan habis perjalanan jauh, biasanya ngetest bagus itu pas pagi hari, buang air seni pertama, ini eror ini.",


Vinoy menotor kepala Gralind. "Dih batu bat sih jadi cewek, ini lo tekdung neng!"


"Aduh! Eror! Itu kita test ulang besok lagi, aku mau tidur, lagian mainnya cuma sekali masa langsing hamil, gak logis!" jawab Gralind mendorong keluar Vinoy dari kamar mandi. "Sana keluar! Aku mau mandi!"


"Yah, lo hamil nih, kira-kira nanti anaknya mirip siapa yah?"


"Dibilang itu eror ih! Udah sana kamu tuh ketahuan banget anak intern, banyak imajinasi liar yang gak logis."


"Ga logis gimana, hamil yah hamil aja neng," jawab Vinoy namun tidak diladeni Gralind yang langsung menutup pintu kamar mandi. "Buset, santai Boss!"


-


"Kan apa kata gue, lo hamil Gralind," bisik Vinoy yang berada di sebelah Gralind. "Mampus."


"Ini Bapak atau Suaminya dimana?" tanya Dokter tersebut sembari mencatat beberapa resep untuk Gralind. "Gak ikut?"


Gralind dan Vinoy saling menatap, Gralind tidak bisa berkata-kata sekarang a.k.a 'Gabisa BerWord-Word' atas berita yang baru dia dapatkan, untungnya ada Vinoy yang mengback-up dirinya.

__ADS_1


"Bapaknya lagi kerja Dok, di luar planet."


"Dimana?"


"Pokoknya jauh deh, bukan di Indonesia."


"Iya, Dimana, Mbak?"


"Di Makassar," kekeh Vinoy membuat Dokter itu menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.


Setelah selesai, Dokter tersebut memberikan resep yang sudah dia catat, Gralind dan Vinoy kemudian beranjak pergi dari sana meninggalkan bagian Poli Kandungan rumah sakit tersebut.


"Hujan, buruan Lind!" Vinoy berlari menuju mobil sedangkan Gralind, dia diam di tempat. "Gralind, astaga nih bocah, buruan, nanti kambuh lagi semaput loh."


"Aku mau hujan-hujanan aja, biar bisa lupa siapa anak dari dalam kandunganku ini," jawab Gralind berjalan menjauh dari Vinoy membiarkan dirinya bermain hujan. "Aku lagi berusaha lupain Bapak Troy, dia malah menitipkan benih, bodoh banget Gralind, Aih!"


----------------


Opsi A: Happy Ending

__ADS_1


Opsi B: Isi sendiri


Berikan saya Like yang banyak~


__ADS_2