
"Apakah benar benda ini milik keluarga Bapak?" tanya petugas tersebut kepada Aksa.
Aksa yang masih terdiam, tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya bisa terdiam dan kaku dalam dinginnya malam. "Benar, ini milik, anak-anak saya."
"Kami turut berduka cita Pak, kami akan membawa korban untuk di autopsi di rumah sakit, apakah Bapak setuju?"
Aksa menggeleng. "Tidak usah, ini adalah murni kecelakaan, bawa saja jenazah mereka berempat ke rumah duka." Aksa meraih ponsel di sakunya kemudian menelepon beberapa orang kepercayaannya untuk menyiapkan rumah lain karena rumah utamanya sudah di sita oleh pihak Gralind. "Akan saya kirim alamat pengantarannya, terima kasih sebelumnya Pak."
Petugas itu mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Aksa untuk mengurusi semua jenazah yang ada.
Aksa lemas malam itu, benar-benar Keos, sampai matanya menangkap sesosok siluet pria yang selama ini dia cari untuk datang menghampirinya.
"Abraham?"
Abraham tersenyum sinis kepada Aksa kemudian berjalan menghampirinya. "Akhirnya mereka meninggal tanpa mengotori tanganku."
"M-Maksud kamu? Tunggu bagaimana bisa kamu bisa ada disini, bukannya kamu sudah saya biayai untuk tinggal di luar negri dan setuju untuk memalsukan kematian?"
-
"Jadi kau menikahi Tania agar Gralind bisa mendapatkan haknya sebagai anak kandungku?" tanya Aksa kepada Abraham yang baru saja keluar dari kamarnya dan Tania.
__ADS_1
Abraham menghela napas panjang. "Tentu tidak."
"Tapi mengapa kamu membuat perjanjian dengan saya jika kamu berhasil menikahi Tania selama sepuluh tahun, maka saya harus memberikan hak harta kepada Gralind?"
"Perjanjian itu tidak pernah ada Aksa! Ini semua hanya balas dendam saja, karena kau sudah mengagahi istriku!"
"Itukan sudah jadi kesepakatan, dan kehadiranku disini bukan untuk memperjuangkan hak siapapun."
"J-Jadi?"
"Kalau kau ingin membayarku mahal untuk meninggalkan Tania, aku akan meninggalkannya."
"Satu Milyar? Aku akan terbang ke Aussie dan menatap disana untuk selamanya."
"Oke kalau itu maumu!"
-
Bayangan Flashback perjanjian masa lalu antara Abraham dan Aksa kembali berputar sekarang.
Abraham sebenarnya tidak sepenuhnya di pihak Gralind, dia tidak seperti apa yang di lihat, dia menikahi Tania karena Tania tergila-gila padanya sehingga Abraham bisa masuk ke dalam keluarga Aksa untuk memeras Aksa lebih dalam.
__ADS_1
Perjanjian pernikahan sepuluh tahun itu tidak pernah ada, Mau Tania dan Abraham bercerai dahulupun itu tidak akan merubah apapun, tapi Abraham sudah memanipulasi Aksa dengan menyewa Lawyer palsu, sehingga Aksa akhirnya menikahkan Tania dan Troy untuk melanjutkan pernikahan itu.
Abraham tidak pernah disekap oleh Aksa, dia sendiri yang menawarkan diri pergi dengan harga yang lumayan untuk memalsukan kematiannya, namun dia kembali saat dia sadar bahwa Gralind datang untuk balas dendam.
Didalam pikiran Abraham hanya ada satu hal, kalau dia bisa dapat lebih dari Satu Milyar melalui Gralind kenapa tidak.
"Kau Licik!"
Abraham sinis. "Itulah bodohnya kamu, dan Gralind, kalian berdua memang sama-sama memiliki darah yang sama."
Abraham tidak pernah ada di kubu Gralind, dia tidak pernah mendukung siapapun, dia hanya berdiri sendiri untuk memenuhi keinginannya, jika dia peduli dengan keluarganya mana mungkin dia menjual istrinya untuk digagahi oleh Aksa demi uang.
Aksa tidak sepenuhnya jahat dan Abraham tidak sepenuhnya korban.
Aksa meraih kerah kemeja Abraham emosi kemudian menatapnya tajam. "Rencana apa yang kau lakukan sialan?"
...----------------...
Lihat?
Semuanya belum selesai.
__ADS_1