Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 43 | Tidak Semanis Es Krim


__ADS_3

Rasa cintaku ... Dalam benciku.


- Gralind | 29 Okt 2023


...----------------...


"Apa ini, Mas?" tanya Tania kepada Troy saat Troy mengumpulkan dirinya dan Albar di ruang tamu. "Tiket?"


"Iya, Tiket, saya bakalan ada urusan kerja di luar kota dan menurut saya bisa sekalian liburan, jadi saya ngajak kalian berdua, gimana?" jawab Troy atas pertanyaan Tania kepadanya.


Tania tampak berbinar, mengira suaminya sudah peduli padanya terlepas dari apa yang dia lihat semalam.


"Kita liburan bertiga aja, Mas?" tanya Tania.


"Oh Belum tentu, Gralind juga ikut, dan kalian gak boleh nolak," jelas Troy merapihkan kemejanya.


"Kok gitu!" Tania berdiri. "Ini kan liburan keluarga, aku gamau kalau ada Gralind dalam liburan ini."


Troy ikut berdiri dia menatap tajam Tania. "Keputusan saya sudah bulat, kita liburan berempat, dan tidak boleh ada penolakan."


"Aku gak mau, kamu pikir aku gatau hubungan busuk apa yang kalian lakuin dibelakang aku?" jelas Tania.


"Bagus!" Troy bertepuk tangan. "Jadi saya gak perlu lagi kucing-kucingan di belakang kamu, lagipula apa salahnya sih mendua, kamu juga mendua kan? Pernikahan ini tuh apasih? Kertas!"


"Tega kamu, Mas! Kamu Bener-bener gak ngehargain usaha aku buat berubah!"


"Saya bukan gak menghargai usaha kamu Tan, tapi semua yang ada pada diri kamu itu kepalsuan, semuanya serba kepalsuan, susah untuk dipercaya, kamu bilang hubungan dibelakang saya bersama Gralind busuk, terus yang kamu lakukan apa?"


Tania tertohok dan sangat tepat menusuk diri Tania, Troy menatap tubuh Tania dari atas sampai bawah.


"Lihat diri kamu, sampah!" Troy membuang muka membuat Troy geram. "Bagus saya mau mengajak kamu, kalau kamu tidak mau yasudah."

__ADS_1


"Kamu pikir aku mau! Kamu bawa aja tiket kamu ini, aku gak butuh, dasar suami yang gak punya hati!" Tania berjalan meninggalkan Troy masuk ke kamar membuat Troy kini hanya berdua bersama Albar.


"Bang Troy Harusnya gak ngomong gitu sama Kak Tania, apa susahnya sih menghargai istri sendiri."


"Menghargai?" Troy menatap dalam Albar. "KURANG MENGHARGAI APA SAYA SAMA TANIA, BAR? Dua tahun saya diam, apa saya pernah mengeluh?"


Albar diam, Troy mengusap keningnya, lagi-lagi dia terpancing emosi, dia menurunkan emosinya dan mengatur napasnya.


"Ah kamu gak akan paham, kamu urus kakak kamu itu, kalau kalian bisa berubah pikiran, kabarin Abang secepatnya."


Troy berjalan meninggalkan Albar sendiri, membuat Albar mengusap keningnya malas, setelah kepergian Troy, dia memilih berjalan menuju kamar Tania.


Di dalam kamar itu, tampak Tania mengatur napasnya emosi dan duduk di tepi ranjang. "Mas Troy, udah pulang?"


"Udah, kenapa kamu tolak sih?"


"Gak peduli! Harga diriku lebih tinggi daripada harus satu tempat dengan Gadis penggoda itu," jawab Tania yang membuat Albar meraih tubuh Tania dan memeluknya.


Dia menggendong tubuh Tania dan menidurkannya dengan benar di ranjang. "Kamu mau yah, ini bisa jadi kesempatan kita buat jebak Bang Troy, kalau disini terus kita gak akan ada kesempatan."


Albar tersenyum, dia membuka bajunya membuat dia kini bertelanjang dada. "Masa kamu gak paham?"


"Kalau kalian berdua liburan bersama otomatis sekamar karena gak mungkin Bang Troy dan Gralind sekamar, momen sekamar ini bisa kita manfaatkan untuk menjebak Bang Troy."


Tania terdiam, sedang Albar kini mulai menindih tubuh Tania membuat Tania rasanya setuju dengan keputusan itu. "Gimana?"


"Oke, aku setuju, tapi kamu aja yang ngabarin Mas Troy," jawab Tania memeluk Albar.


Albar mengangkat jempol setuju dan melanjutkan urusan pribadi mereka berdua yang merupakan hubungan dibelakang Troy.


-

__ADS_1


"Nih." Troy menaruh Es Krim untuk Gralind di meja saat ia tiba di meja tempat Gralind duduk. "Tadi siang saya udah ngabarin mereka, mereka gamau ikut karena ada kamu, apa perlu kita ganti rencana?"


Gralind mengangkat sebelah alis, dia meraih Es Krim rasa coklat matcha miliknya dan mulai memakannya. "Gak perlu, Bapak."


"Loh, kalau mereka gak ikut, rencananya gak bisa di mulai, kenapa kita gak ganti aja," tanya Troy, Gralind bukannya menjawab malah tersenyum sendiri membuat Troy menerka-nerka isi kepala Gadis ini.


Gralind mengarahkan sendok Es Krim ke arah mulut Troy. "Bentar lagi juga bakalan ada kabar," ujar Gralind menyuapi Troy.


DRT!


Troy menelan Es Krim dimulutnya kemudian melirik ponselnya yang bergetar karena mode silent. "Albar."


"Angkat aja, Bapak."


Troy mengangguk, dia mengangkat telpon itu dan mulai berbicara. "Ada apa, Bar?"


"Bang, Tawaran Bang Troy masih berlaku?"


"Masih, emang kenapa?" tanya Troy pada Albar.


"Aku dan Kak Tania mau ikut, kami gak masalah kalau ada Gralind."


Troy mengernyitkan dahi, kenapa tiba-tiba sedang Gralind malah terlihat santai dan sudah menduga. "Boleh, kalian siap-siap, kita berangkat besok siang."


"Oke."


Tut! Sambungan telepon itu tertutup membuat Troy langsung menatap Gralind tajam dengan kedua tangan menopang dagu. "Rencana apa yang sedang kamu pikirkan, Gadis manisku?"


"Tidak ada," Gralind mengambil tisu dan mengelap bekas Es Krim di bibir Troy dan mengusap pelan bibir Troy dengan telunjuknya. "Hanya kejutan Manis, tapi tidak semanis Es Krim."


-

__ADS_1


...----------------...


Jangan Lupa Like, Teman2


__ADS_2